Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 72


__ADS_3

" Gue calon suaminya . Ayo sayang kita masuk udah malam " ucap Reno lalu merangkul pundak Sisil


Andre merasa di permainkan oleh Reno . Karena kesal dan juga tidak ingin membuat Sisil semakin membencinya , Andre memutuskan untuk pulang . Dan terlihat juga dari kedua orang tua Sisil yang juga saat itu akan menjadi calon mertuanya itu sudah sangat baik kepadanya dan saat ini juga masih menerimanya untuk berkunjung ke rumahnya .


Andre sangat menyesal , dulu dia tanpa pikir panjang terbujuk rayuan oleh wanita yang membuat dirinya dan Sisil berakhir .


***


Pagi harinya di kediaman Barra dan Bella . Barra bersikukuh untuk mengajak Bella untuk bulan madu dan berlibur . Bella hanya bisa mengalah dan menyetujui suaminya itu . Tiket dan juga pesawat ternyata sudah di siapkan oleh kedua orang tua Barra maupun Bella . Mereka begitu bersemangat mengingat Bella yang datang bulan tepat di hari pernikahannya yang artinya bisa jadi mereka akan cepat mendapatkan cucu .


Dan yang paling heboh Bunda Hanna dan juga Mami Maya . Tadinya Bara masih menolak karena sepeeti yang di katakan Bella jika datang bulan itu akan lama tapi Bunda dan Maminya justru menertawakannya. Dan n ternyata tidak sampai lama pling juga satu minggu sudah selesai . Barra menggerutu kesal karena sudah di kerjai istrinya . Barra juga jadi yakin karena setelah menghubungi Jordan , Jordan juga menjelaskan hal yang sama .


" Tunggu sayang . Kamu sudah berani mempermainkan aku . Kamu gak akan aku biarkan ke luar kamar . Ya karena kamu tidak akan bisa berjalan " ucap Barra pada dirinya sendiri ketika sedang bercermin bersiap untuk berangkat .


" Sayang kamu ngomong sama siapa ? " tanya Bella yang baru saja selesai mandi dan hendak mengambil baju gantinya .


" Gak ada . Sayang kalau mau godain jangan sekarang sebentar lagi kita berangkat " keluh Barra melihat Bella yang hanya menggunakan handuk mininya.


" Tadi aku denger samar samar . Aku cuma ambil baju . Kamu di panggil tadi gak denger y udah aku ambil sendiri " ucap Bella lalu berjalan keruang ganti sebelum Barra benar benar menerkamnya .


" Ck " Barra berdecak .


Di bawah Mami Maya baru sampai bersama Papi Edo . Sebenarnya Papi Edo masih ada banyak kerjaan karena di tinggal oleh Bella . Dan papi Edo hanya bisa menyerahkan pekerjaan kepada Ryan dan Siska . Dan bersyukur kedua anak muda itu bisa di andalkan.


" Sayang .. Asalamualaikum " teriak Mami Maya .


" Mah , ini di rumah orang jangan teriak teriak seperti itu malu " ucap Papi Edo mengingatkan .

__ADS_1


" Iya maaf . Kangen Bella soalnya udah lama gak ketemu " ucap Mami Maya .


" Mami itu kemaren habis ketemu ansk mami itu . Kemarin mami ke kanyor dan makan siang bersama .Bahkan mami sekarang sering ke kantor dengan alasan kangen anak " jelas papi Edo . Papi Edo heran dengan istrinya itu bisa bisanya bilang kangen padahal setiap hari hampir selalu bersama .


" Silahkan masuk nyonya , Tuan . Den Barra dan nyonya Bella sedang bersiap " ucap mbok sum.


Papi Edo dan Mami Maya lalu masuk ke dalam setelah di bukakan pintu . Dan bersamaan itu ada Bunda Hanna dan Ayah Arga yang datang ke rumah Barra yang bertuan akan mengantar anaknya itu .


" Bunda ih , Bianca juga pengen ikut ke jepang , masa Bianca gak di ajak " Rengek Bianca yang juga ikut kedua orang tuanya itu ..


" Sayang kamu ini masih kecil . Kamu ini ingin menjadi Aunty tidak ? " kesal Bunda Hanna kepada anak perempuan satunya itu .


" Ya maulah " ucap Bianca cepat .


" Ya udah jangan di ganggu kakakmu " ucap Bunda lagi .


Bunda Hanna karena kesal lalu menutup mulut anaknya itu . Karena terlalu banyak bertanya dan menuntut .


" Mami sudah sampai " sapa Bella yang baru saja turun bersama Barra .


" Iya sayang " ucap Mami .


Bella dan Barra lalu mencium tangan kedua orang tua mereka .


Bianca masih saja terlihat cemberut kesal .


" Kamu kenapa ca ? " tanya Bella yang melihat Bianca seperti sedang kesal .

__ADS_1


" Caca mau ikut kak , tapi gak di bolehin sama Bunda " adu Bianca .


" Anak kecil di rumah . Jangan ganggu . Lagian kamu ini malah bolos kerja , besok potong gaji 3 bulan " ucap Barra .


" Enak aja . 3 bulan potong gaji ? Y gak papa nanti bisa minta Bunda atau Ayah " ucap Bianca lalu memeletkan lidahnya .


" Seluruh atm dan kartu kredit aku non. aktifkan sekarang juga " ucap Barra dingin tanpa ekspresi .


" Dasar patung " kesal Bianca lalu berjalan keluar rumah .


" Sudah ayo kita berangkat nanti telat lagi " ucap Ayah Arga .


" Iya benar * ucap Papi Edo .


Kini mereka berangkat menggunakan dua mobil . Setelah sampai di bandara Barra dan Bella lalu masuk kedalam jet pribadi mereka . Dengan alasan menghemat waktu dan kenyamanan.


Setelah menempuh sekitar 7 jam lebih akhirnya pengantin baru itu sampai di pulau pribadi yang sudah di siapkan oleh Barra .


Pulau kecil yang memiliki daya tarik sangat kuat . Tumbuhan dan pemandangan yang Asri sangat memanjakan mata .


Barra yang melihat istrinya sedang tidur lalu mengangkat tubuh Bella untuk masuk ke dalam mobil .


Barra lalu memindahkan kepala Bella untuk tidur di kakinya . Bella yang sedang tertidur sama sekali tidak terusik .


Setelah sampai di sebuah villa yang begitu luas .Barra lalu meletakkan Bella ke atas kasur king sizenya itu.


Terlihat Bella menggeliat dan merubah posisinya menjadi menyamping .

__ADS_1


" Kamu capek ya sayang . Istirahatlah dulu kita tunggu nanti malam " Barra lalu mencium kening Bella dengan lembut .


__ADS_2