Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 57


__ADS_3

Anes akhirnya tiba di kota Jakarta . Anes lalu tersenyum sumringah karena di pikirannya saat ini hanya ada Barra . Meskipun Barra sebentar lagi akan menjadi milik orang lain tapi bagi Anes , Barra tetap yang tertampan dan pria yang mengisi hatinya . Dan ya ada pria lain juga yang saat ini sedang berkeliaran di pikiran Anes yaitu Dimas . Pria yang beberapa kali ini ketemu , pria sombong dan memiliki sifat yang sedikit mirip dengan Barra . Dan itulah yang membuat Anes sedikit mengagumi Dimas .


Anes menuju apartemen yang dia beli saat di jakarta sewaktu ikut bersama kedua orang tua Barra . Anes kali ini sudah mempersiapkan dengan matang untuk tinggal di indo . Karena tidak mungkin Anes tinggal bersama keluarga Barra . Jika Barra sendiri sangat cuek terhadapnya bahkan tidak menganggap Anes , begitu pula dengan Bianca yang begitu tidak suka dengan dirinya .


Setelah membersihkan diri Anes memutuskan untuk jalan jalan menuju pusat perbelanjaan terdekat . Anes ingin berbelanja bulanan untuk mengisi lemarinya yang masih kosong . Karena ini pertama kalinya dia menempati apartemen itu .


" Setelah ini lebih baik makan sekalian degh . Biar nanti tinggal istirahat " ucap Anes pada dirinya sendiri setelah meminta orang menaruh barang belanjaannya ke dalam mobilnya .


Anes berjalan menuju salah satu restoran yang ada di mall tersebut . Dan pucuk di cinta ulampun tiba . Anes seperti melihat Barra bersama calon istrinya juga Bundanya . Anes tersenyum senang bisa bertemu dengan Barra .


" Kebahagiaanku di depan mata . Tidak boleh di sia siakan . Anes ayo semangat " ucap Anes menyemangati dirinya sendiri . Anes juga merapikan pakaiannya terlebih dahulu supaya terlihat menarik di hadapan Barra , dan juga tidak kalah dari calon istrinya itu pikir Anes .


" Tante Hanna " sapa Anes lalu berjalan mendekati Barra dan keluarganya .


Barra dan juga semua yang ada di sana menoleh ke arah Anes . Bella melihat Anes seperti pernah melihat tapi Bella tidak terlalu peduli . Karena jika tidak penting Bella sangat cuek dan masa bodo . Barra memeluk pinggang Bella dengan erat . Bella merasa biasa saja memang Barra seperti itu , posesif .


Mami Maya juga sama seperti Bella yang mengingat gadis di depannya ini , seperti pernah melihat namun di mana. Bunda Hanna terkaget karena melihat Anes berada di sini . Tapi kenapa tidak tinggal bersamanya . Tapi seperti ini juga bagus pikir Bunda Hanna . Jika mengingat Ayah dari Anes yang masih bersaudara dengan keluarga Bunda Hanna tapi masih keluarga jauh . Ayah Anes dulu selalu memaksakan kehendaknya untuk menjodohkan Anes dan juga Barra . Tapi Bunda Hanna selalu menanggapi dengan santai meskipun mereka selalu menggunakan cara yang tidak masuk akal . Seperti menikahkan kedua anak mereka supaya perusahaan mereka semakin menjadi besar . Bunda Hanna tidak pernah memandang dari segi materi karena jika anaknya bisa bahagia maka silahkan , asal wanita itu dari keluarga baik baik dan menyayangi kedua orang tuanya . Tidak neko neko .


" Tante makan juga di sini ? " tanya Anes karena tidak mendapat jawaban dari tantenya itu .


" Iya , kami mau makan " ucap Bunda Hanna


" Perkenalkan tante saya Anes " Anes mencoba berkenalan dengan Maminya Bella .


" Iya . Saya Mami Maya , Maminya Bella " jawab Mami Maya yang seperti menangkap sesuatu yang tidak beres .


" Iya Anes tahu . Kita pernah bertemu di arisan waktu itu. Saya di ajak oleh tante Hanna menghadiri arisan bersama teman temannya " ucap Anes .


Mami Maya hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya .

__ADS_1


" Ayo sayang kamu mau pesen apa ? " tanya Barra yang sudah malas dengan wanita satu itu .


" Apa aja yang penting bisa di makan " jawab Bella dengan tersenyum .


" Tante apa boleh saya ikut gabung disini . Soalnya saya sendiri. Tapi , emm ya kalau boleh dan gak ganggu "


" Duduklah , kita makan bersama di sini " bukan Bunda yang jawab tapi Mami .


Anes tersenyum senang dalam hari . Berhasil juga untuk makan bersama keluarga Barra , lebih tepatnya bersama Barra .


Kini Anes duduk di hadapan Barra . Bella merasa Anes selalu memperhatikan calon suaminya itu . Tapi ya Bella tidak peduli dengan itu , karena Barra dan Bella bagai kertas dan lem .


Mereka menyantap makanan mereka dengan hening , tapi tidak dengan dua sejoli itu yang suap suapan lah . Tersenyum bercanda berdua tanpa peduli dengan orang sekitarnya . Yang lain ngontrak yakann .


" Kak Barra gak ke kantor ? " tanya Anes setelah mereka selesai makan .


Barra yang ngobrol dengan Bella seraya memperhatikan ponselnya karena Bella dan Barra sedang melihat beberapa dekorasi yang akan mereka gunakan . Bella yang merasa tidak enak karena Barra tidak merespon pertanyaan Anes .


Sok cantik .batin Anes ..


heyy Bella emang cantik kelesss . sahut Author


" Selamat ya Bell , semoga persiapan hingga acara pernikahan kalian lancar " jawab Anes dengan tersenyum kecut .


" Permisi semuanya . Maaf telah mengganggu acara lunch kalian. Saya duluan tante , Bella dan kak Barra " ucap Anes lalu berdiri dari duduknya .


" Ya hati hati di jalan " ucap Bunda Hanna


" Baik tante " jawab Anes lalu berlalu dari sana .

__ADS_1


Kini mereka semua memutuskan untuk pulang ke kediaman masing masing . Tapi tidak dengan Barra yang harus kembali ke kantor karena masih banyak yang harus dia urus .


" Sayang aku kembali ke kantor dulu . Kamu segeralah istirahat " Ucap Barra lalu mengecup kening dan bibir Bella setelah Mami Maya keluar dari mobil .


" Oke . Kamu hati hati di jalan " Jawan Bella dengan tersenyum


" Oh ya sayang , sepertinya wanita tadi menyukaimu . Bisa di lihat dari cara dia menatap kamu " ucap Bella yang tidak bisa menahan diri untuk bertanya .


" Kamu cemburu " tanya Barra dengan senyum senang .


" Dih pd . Mana ada , aku tuh cuma nanya . Lagian kalau kamu mau silahkan , sok mangga . Aku juga bisa cari lagi " ucap Bella menggoda Barra .


" Awas sampai kamu macam macam ya . Aku buat kamu mengandung anak aku saat itu juga " Ancam Barra lalu mencium Bella dengan agresif.


Dirasa cukup lama dan kekurangan banyak oksigen, Bella lalu memukul Barra untuk melepaskan Ciumannya yang sedikit kasar itu .


Dasar pria tidak bisa di ajak bercanda batin Bella menggerutu.


" huh huh huh " Bella setelah Barra melepaskan ciuman mereka .


" Kamu tuh ya . Mau bunuh aku iyaa . Biar kamu bisa nikah sama wanita tadi " gerutu Bella


" Tuh kan mulutnya gak di jaga . Sudah sana turun , jangan ngelantur ngomongnya . Aku ada meeting sebentar lagi dan sepertinya nanti aku lembur " ucap Barra


" Kalau hari ini pekerjaan aku gak banyak aku bawa kamu masuk ke dalam surga dunia " ucap Barra absurd


" Dih , dasar cowok pikirannya gak jauh jauh dari sana " kesal Bella lalu turun dari mobil Barra dan membanting pintu mobil Barra begitu keras .


" Dasar wanita sukanya marah marah . Cemburu tinggal bilang cemburu apa susahnya " ucap Barra pada dirinya sendiri seraya tersenyum geli sendiri melihat tingkah Bella .

__ADS_1


" Tapi aku cinta " ucap Barra lagi


__ADS_2