
Sisil masih bergelut dengan pemikirannya sendiri . Sisil memutuskan tidur di kediaman orang tua Bella . Mau pulang Bella lebih dulu menahannya karena tidak ada yang mengantar . Sedangkan Dimas sudah lebih dulu pulang setelah Reno berpamitan . Dimas juga harus bekerja ,karena Bella pekerjaan Dimas menjadi sedikit berantakan .
Reno sudah menghubungi orang suruhannya untuk membelikan tiket dan keperluan lainnya untuk kembali ke Amsterdam . Reno sudah bertekad untuk kembali ke sana .
Rebo juga sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk dirinya . Yang penting-pentibg saja dia bawa .
Berbeda lagi di ruangan itu . Kedua pria dewasa itu masih diam dengan pikirannya masing-masing. Memikirkan kenapa Reno memutuskan untuk kembali secara mendadak . Reno pasti punya hal yang belum bisa dia bicarakan dengan kedua sahabatnya .
" Gue yakin pasti ada sesuatu " ucap Jordan .
" Tapi sebenarnya ada yang lebih penting lagi yang ingin aku tanyakan . Dari tadi aku tanya lo belum jawab " ucap Barra .
" Apa ?" tanya Jordan
" Bini gue lagi hamil . Apa gue boleh berhubungan sama istri gue " tanya Barra tanpa ragu .
" Boleh tapi jangan terlalu keras . Ada ritmenya " ucap Jordan .
" Oke sekarang lo pulang " usir Barra lalu meninggalkan Jordan yang masih duduk di ruang kerja papi Edo .
Jordan hanya bisa mengumpat dalam hatinya . Jordan lalu ikut keluar dari ruangan kerja papi Edo . Dan dia memutuskan untuk pulang . Percuma dia di sini dia akan kesepian . Barra pasti sudah berada di kamar bersama istrinya dan menyempurnakan adonan yang belum sempurna itu .
__ADS_1
Barra lalu bergegas menuju kamarnya . Dan dia tidak menemukan istrinya di sana .
" Sayang kamu di mana ?" teriak Barra .
" Di kamar mandi sayang . Sebentar " jawab Bella juga dengan sedikit teriak .
Barra menunggu sang istri dengan semangat .
Bella keluar dari kamar mandi . Bella heran menatap suaminya yang senyum-senyum sendiri .
" Sayang sini " ucap Barra seraya menepuk sisi ranjang di sebelahnya
" Kenapa ? Kamu bikin aku merinding kalau kayak gitu " ucap Bella dan berjalan mendekati suaminya dengan tatapan curiga.
" Kemana ?" tanya Bella pura-pura polos .
" Aaa " teriak Bella ketika Barra sudah mengungkungnya .
" Sayang aku lagi hamil " ucap Bella .
" Aku akan pelan-pelan " ucap Barra dan memulai ritualnya . Dan terjadilah ranjang bergoyang .
__ADS_1
Pagi harinya , Semua tengah bersiap untuk melakukan aktivitasnya . Barra juga sudah rapi begitu juga Bella karena dia memutuskan untuk ikut ke kantor sang suami .
Ini kali pertamanya Bella ikut ke kantor Barra setelah menikah . Dengan senang hati Barra mengajak istrinya kekantor . Bagi Barra kedatangan Bella adalah penyemangat baginya .
" Sisil lo nggak tidur semalam " tanya Bella .
" Tidur kok " jawab singkat Sisil .
Ya Sisil semalam memang tidak bisa tidur karena terus memikirkan Reno . Sisil masih penasaran apa yang membuat Reno mendiamkannya .
" Selamat pagi " sapa Bianca yang memakai pakaian casualnya .
" Kamu mau kemana ?" tanya Barra langsung mengintrogasi adiknya .
" Mau ke kantor dong " jawab Bianca
" Pakai baju kayak gini " ucap Barra . Karena Bianca menggunakan celana jeans sobek dan kaos putih .
" Iya . Aku mau merubah penampilanku yang terlalu feminim " ucap Bianca .
Bella lalu menggenggam tangan Barra untuk tidak menanyakan lagi . Biarlah , seusia Bianca memang lagi suka aneh-aneh .
__ADS_1
Barra hanya menuruti istrinya dengan menghela nafasnya kasar . Adiknya itu sungguh selalu sesuka hati . Bagaimana ada pria yang akan jatuh cinta kepada adiknya itu jika selalu sembrono . pikir Barra .