Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 109


__ADS_3

Sisil masih bergelut dengan pemikirannya sendiri . Sisil memutuskan tidur di kediaman orang tua Bella . Mau pulang Bella lebih dulu menahannya karena tidak ada yang mengantar . Sedangkan Dimas sudah lebih dulu pulang setelah Reno berpamitan . Dimas juga harus bekerja ,karena Bella pekerjaan Dimas menjadi sedikit berantakan .


Reno sudah menghubungi orang suruhannya untuk membelikan tiket dan keperluan lainnya untuk kembali ke Amsterdam . Reno sudah bertekad untuk kembali ke sana .


Rebo juga sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk dirinya . Yang penting-pentibg saja dia bawa .


Berbeda lagi di ruangan itu . Kedua pria dewasa itu masih diam dengan pikirannya masing-masing. Memikirkan kenapa Reno memutuskan untuk kembali secara mendadak . Reno pasti punya hal yang belum bisa dia bicarakan dengan kedua sahabatnya .


" Gue yakin pasti ada sesuatu " ucap Jordan .


" Tapi sebenarnya ada yang lebih penting lagi yang ingin aku tanyakan . Dari tadi aku tanya lo belum jawab " ucap Barra .


" Apa ?" tanya Jordan


" Bini gue lagi hamil . Apa gue boleh berhubungan sama istri gue " tanya Barra tanpa ragu .


" Boleh tapi jangan terlalu keras . Ada ritmenya " ucap Jordan .


" Oke sekarang lo pulang " usir Barra lalu meninggalkan Jordan yang masih duduk di ruang kerja papi Edo .


Jordan hanya bisa mengumpat dalam hatinya . Jordan lalu ikut keluar dari ruangan kerja papi Edo . Dan dia memutuskan untuk pulang . Percuma dia di sini dia akan kesepian . Barra pasti sudah berada di kamar bersama istrinya dan menyempurnakan adonan yang belum sempurna itu .

__ADS_1


Barra lalu bergegas menuju kamarnya . Dan dia tidak menemukan istrinya di sana .


" Sayang kamu di mana ?" teriak Barra .


" Di kamar mandi sayang . Sebentar " jawab Bella juga dengan sedikit teriak .


Barra menunggu sang istri dengan semangat .


Bella keluar dari kamar mandi . Bella heran menatap suaminya yang senyum-senyum sendiri .


" Sayang sini " ucap Barra seraya menepuk sisi ranjang di sebelahnya


" Kenapa ? Kamu bikin aku merinding kalau kayak gitu " ucap Bella dan berjalan mendekati suaminya dengan tatapan curiga.


" Kemana ?" tanya Bella pura-pura polos .


" Aaa " teriak Bella ketika Barra sudah mengungkungnya .


" Sayang aku lagi hamil " ucap Bella .


" Aku akan pelan-pelan " ucap Barra dan memulai ritualnya . Dan terjadilah ranjang bergoyang .

__ADS_1


Pagi harinya , Semua tengah bersiap untuk melakukan aktivitasnya . Barra juga sudah rapi begitu juga Bella karena dia memutuskan untuk ikut ke kantor sang suami .


Ini kali pertamanya Bella ikut ke kantor Barra setelah menikah . Dengan senang hati Barra mengajak istrinya kekantor . Bagi Barra kedatangan Bella adalah penyemangat baginya .


" Sisil lo nggak tidur semalam " tanya Bella .


" Tidur kok " jawab singkat Sisil .


Ya Sisil semalam memang tidak bisa tidur karena terus memikirkan Reno . Sisil masih penasaran apa yang membuat Reno mendiamkannya .


" Selamat pagi " sapa Bianca yang memakai pakaian casualnya .


" Kamu mau kemana ?" tanya Barra langsung mengintrogasi adiknya .


" Mau ke kantor dong " jawab Bianca


" Pakai baju kayak gini " ucap Barra . Karena Bianca menggunakan celana jeans sobek dan kaos putih .


" Iya . Aku mau merubah penampilanku yang terlalu feminim " ucap Bianca .


Bella lalu menggenggam tangan Barra untuk tidak menanyakan lagi . Biarlah , seusia Bianca memang lagi suka aneh-aneh .

__ADS_1


Barra hanya menuruti istrinya dengan menghela nafasnya kasar . Adiknya itu sungguh selalu sesuka hati . Bagaimana ada pria yang akan jatuh cinta kepada adiknya itu jika selalu sembrono . pikir Barra .


__ADS_2