
" Sejak kapan kalian dekat ? " ucap Bella dengan bersedekap dada seakan sedang mengintrogasi anaknya.
Merasa mengenal suara itu kedua orang itu menoleh ke arah sumber suara dengan ekspresi yang kaget . Lalu tersenyum kaku seperti tertangkap basah .
" Hayy bebh lama kita gak ketemu aku kangen tau " rengek sisil seraya berdiri dari tempat duduknya
" Gak usah basa basi lo . Jelasin " lalu Bella duduk di kursi yang berada di meja makan tersebut . " Sayang kamu makan apa " tanya Bella kepada Barra saat pelayan yang dia panggil menghampiri mereka .
" Samain aja kayak kamu sayang " jaeab Barra Bella menganggukkan kepalanya sebagai jawaban . Lalu memilih makanan yang akan Bella pesan .Setelah memesan dan pelayan itu pergi Bella kembali menoleh ke arah Sisil menunggu jawaban .
" Ini apa ya.. Tanya aja ke dia " ucap Sisil meminta Bella untuk bertanya kepada lelaki di sebelahnya .
Barra hanya diam menyimak apa yang terjadi di hadapannya ini . Dia sebenarnya juga merasa penasaran , Apalagi di sini ada sahabatnya juga sahabat Bella . Ya bisa di bilang sahabat mereka berdua namun ya cukup kenal saja . Tapi ini terlihat seperti berkencan.
" Gini bro . Lo tahu klien kita dari perusahaan L , Janda anak satu itu ? " Tanya Reno kepada Barra , Barra menganggukkan kepalanya tanda mengerti .
" Nah itu gara gara dia . Dia deketin gue bro , dia bilang kalau gue mau nikahin dia , gue gak usah kerja tuh janda akan ngehidupin gue . Bahkan gila gatel banget tahu gak . Ihh deketin gue udah kayak ulet keket tahu gak " jelas Reno seraya ngeri juga geli mengingat janda agresif itu..
" Kenapa lo gak mau ? " tanya Bella
" Ya kali Bell gue ganteng gak ketulungan gini sama ulet keket , gue gak masalah janda atau perawan yang penting menawan dan idaman . Nah dia udah menawarkan diri , ih kegatelan lagi . Lagian juga udah berumur "
" Janda semakin di depan tahu Ren " Barra yang menyahuti seraya menaik turun kan alisnya.
" Ohh .. Jadi kamu suka sama yang sudah janda janda gitu yaaa !!! Ya udah kenapa gak kamu aja yang nikahin tuh janda "
" Enggak sayang bukan itu maksud aku . Aku hanya mau ..
" Mau apa kenalan sama janda ?!! Besok kenalin Ren sama janda kamu itu "
" Enggak sayang . Aku cuma mau kamu cintanya juga sama kamu . Udah stop kenapa jadi malah ngomongin janda sih . Jadi gimana kalian bisa dekat " Barra mencoba mengalihkan pembicaraan mereka .
__ADS_1
" Hehh.. Alibi " cibir Bella
" Ren , besok bonus lo gue potong kalau perlu gue hapus " kesal Barra . Niat hati hanya ingin meledek sahabatnya malah dia sendiri yang kena getahnya.
" Jangan dong Bar . Gitu doang lagian itu juga salah lo sendiri "
" Bosnya siapa ? "
" Lo "
" Lo bantah gue , gaji lo gue potong 50 persen " tegas Barra
" Achh sialan , kenapa jadi gini sih " desis Reno yang merasa kesal
" Jadi gimana ? Kenapa kalian jadi jalan bareng gini ? " Bella masih penasaran .
" Kamu aja bebh yang jelasin " tambah Bella lagi
" Dan saat itu aku juga ada di sana waktu mereka bertemu saat meeting di restoran , gue ngantar berkas yang tertinggal saat itu eh malah apes . Tuh si biang kerok ngaku ke janda gatel itu kalau gue calon istrinya . Dan sekarang kita di undang makan malam sebenarnya tapi karena tuh janda ada urusan mendadak jadi kita kesini deh "
" Sayang aku gak mungkin hamilin Sisil . Aku tuh gak tertarik sama siapapun selain kamu sayang "
" Aww . Kok malah di pukul sih " ucap Barra lagi karena lengannya di pukul oleh Bella
" Maksud aku bukan itu Barra . Kalau Reno macam macam aku akan marahin kamu juga . Jadi kalau Reno salah kamu juga kena , karena sisil kerja di perusahaan kamu , jadi kamu harus bisa awasi Reno biar gak mempermainkan Sisil " jelas Bella
" Ya gak bisa gitu dong sayang , Reno ya Reno itu urusan mereka " tolak Barra tak terima
" Ya udah kalau gak mau , Ayok bebh kita makan berdua aja " ucap Bella seraya menarik tangan Sisil. Tapi Barra segera menarik tangan Bella begitu juga Reni menarik tangan Sisil , Karena Sisil tanggung jawabnya dia harus mengantar sampai rumah dengan selamat titah sang mama Sisil.
" Sayang oke , ayo sini duduk dulu " Ajak Barra . Bella segera menurutinya karena memang sudah lapar . " Ren , Lo berdua ada hubungan atau enggak ? " tambah Barra lagi
__ADS_1
" Enggak ada . Itu hanya sebatas meminta pertolongan kepada teman "
" Tidak ada yang namanya teman antara lelaki maupun perempuan . Entah yang satu memiliki perasaan atau juga ngarep lebih itu sudah pasti . Jadi jangan jadiin ini cuma sebagai candaan " jelas Bella
" Gue gak mau ntar kalau tiba tiba sahabat gue ini cinta sama lo terus lo cuma anggep omongan lo ini karena saat itu kepepet . No , gue gak mau " tambah Bella lagi
" Apaan sih Bell . Ya enggak lah . Yuk udah kita makan " putus Sisil yang merasa sahabatnya ini semakin ngelantur .
Bella tahu perasaan apa yang dimiliki sahabatnya itu . Karena dulu Sisil sempat menyukai Reno yang tak lain senior mereka di kampus beda angkatan . Tapi Bella sekarang juga tak tahu persis perasaan yang di miliki Sisil masih tersisa benih cinta atau sudah hilang . Tapi Sisil bukan tipe seperti itu .
Keempat orang dewasa itu menyantap makanan mereka dengan hening tak ada suara sedikitpun hanya ada dentingan sendok yang saling beradu dengan piring . Semua berkejambuk dengan pemikiran masing masing .
Apa Sisil akan merasa seperti itu jika kita sering bersama seperti ini . Tapi sepertinya dia sangat sulit di dekati . batin Reno
Bella awas ya nanti . Harusnya gak usah ngomong gitu . batin Sisil
" Sayang habis ini kalian mau ke mana ? " tanya Bella kepada Reno dan Sisil
" Pulang . Kalian ? ups maaf Pak saya tidak ingin tahu " ucap Sisil merasa tidak enak dengan bosnya itu
" Apaan sih Sil , gak usah gitu deh lagian ini di luar kantor . Kamu gak usah takut di tindas oke . Jika kamu di tindas pindah ke perusahaan papi aja " ucap Bella seraya melirik Barra
" Kita mau pesan hotel . Kalian mau ikut sekalian ? " tanya Barra tanpa ekspresi dan dingin. Niat hati ingin kencan malah bertemu dua orang tidak penting pikirnya.
Bella menatap Barra cengo juga dengan Reno dan Sisil tidak percaya apa yang Bosnya itu katakan .
" Ayok sayang " Barra mengajak Bella untuk pergi dari tempat itu setelah membayar bill .
" Sayang ngomongnya . mereka mengira itu beneran gimana " Kesal Bella yang masih tak percaya dengan ucapan sang kekasih barusan . Barra lalu mengehentikan langkahnya .
" Maja kita akan mewujudkan apa yang ada dalam pikiran mereka supaya tidak menjadi fitnah tapi menjadi nyata " setelah itu Barra kembali melanjutkan langkahnya seraya menarik tangan kekasihnya yang dari tadi dalam genggaman tangannya , karena Bella malah diam mematung .
__ADS_1
" Dasar pria mesum " maki Bella seraya memukul punggung lengan Barra .
" Siapa wanita itu . Kenapa terlihat begitu dekat " lirih seorang wanita