
*drt drt drt
suara handphone Barra*
" *iya hallo "
" dimana lo "
" hotel "
" ngapain lo ngasah golok " terdengar tawa dari seberang sana. Dia adalah Jordan sahabat Barra dan juga reno . Yang kini sedang berada di negara A .
" sialan lo. Otak lo perlu di restart biar gak mikirin ke arah bawah mulu " tangkas Barra. Sebab sahabat Barra yang satu ini isi kepalanya hanya ada diantara kedua kaki
" hahahaha . Gue lusa mau balik ke indo lo jemput gue ya " pinta Jordan
__ADS_1
" lo pikir gue sopir lo "
tut tut tut*
Barra mematikan ponselnya begitu saja. Bagi Barra sahabat satunya itu hanya pengganggu. Di sana Jordan membantu perusahaan Barra yang berada di negara A. Meskipun dia anak orang kaya begitu juga dengan Reno tapi mereka lebih memilih membantu Barra. Jika Jordan malas karena sang ayah menikah lagi dan Jordan tidak menyetujui itu . Karena ayahnya menikah dengan sahabat ibunya. Sedangkan sahabat sang ibunya itu adalah ibu dari kekasih Jordan. Jadi Jordan memutuskan untuk keluar rumah. Beda cerita dengan Reno. Kalau reno saat itu perusahaan sang ayah sedang berada di ambang kebangkrutan dan keluarga Barra lah yang membantu untuk mengembalikan perusahaan ayah Reno. Untuk membalas budi kepada keluarga Barra yang saat itu ayahnya Barra sedang mencari asisten pribadi untuk sang anak yang tak lain adalah Barra. Dari situlah Reno menawarkan diri untuk menjadi asisten pribadi Barra. Meskipun begitu reno juga membantu perusahaan ayahnya.
Bella menggeliat merasa terusik karena suara Barra yang sedang mengangkat telepon dari sahabatnya. Jam berapa ini pikirnya kenapa sudar berisik sekali. Sebab biasanya tidak ada yang masuk ke dalam kamarnya kecuali sang mama tapi ini terdengar seperti suara seorang lelaki. Jika iya siapa? Kalaupun sang papi pasti akan menunggunya bangun dulu baru masuk kedalam kamar. Karena Papinya selalu mementingkan privasi juga sopan santun meskipun itu anaknya dan juga menghormati dan menghargai.
" Kamu sudah bangun ? " tanya Barra
" Tidurlah kembali jika masih mengantuk " tambah Barra
" Hahahaha kamu pikir semalam aku memperkosa kamu ?"gelak tawa Barra terdengar merdu di mata Bella. Bella sangat rindu tawa tampan milik Barra ini. Begitu renyah , mempesona , dan juga dingin sejuk di mata Bella.
" Ya siapa tau ajh. Kucing kalo di kasih ikan mujaer juga nyaplok " sinis Bella
__ADS_1
Frontal banget ngomongnya. Ach bodohnya gue kenapa bisa berpikir yang enggak enggak. Jadi ngeres kan tuh cowok. Malu banget gue . Batin Bella mengkrutukki kebodohannya sendiri
" Kita nikah yuk Bell ?! " Barra kembali mengutarakan isi hatinya yang sempat semalam dia katakan. Karena Barra tidak ingin lagi kehilangan Bella untuk kedua kalinya.
" Aku gak mau pisah sama kamu lagi. Aku gak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya sayang " ucap Barra seraya berjalan mendekati tempat tidur Bella. Karena Barra semalam tidur di sofa yang terdapat di ruangan itu dan Bella di ranjang. Mungkin jika satu ranjang apa yang di fikirkan Bella pasti sudah terrealisasikan . Itu sih maunya Barra hehe
" Bar kamu ngelindur ya. Bangun dulu deh Bar cuci muka sana biar sadar nggak ngelantur ngomongnya " cibir Bella .
Ya kali bangun tidur lalu di ajak nikah. Ya ampun bestie yang romantis dong kalau mau ngelamar. Nah ini iler mungkin masih nempel, muka bantal. Ya elah Bar buru - buru amat nau ngajak nikah mau apa sih ??
" Aku udah bangun dari tadi bell. Dan aku sadar ngomong kayak gini. Aku serius sama kamu. Kita mulai dari awal ya Bell. Terdengar sedikit egois memang tapi aku akan perjuangin kamu " kata Barra dengan tegas seakan dia benar - benar serius.. Ya memang serius ya Barr maafin othor..
" Barr nikah itu bukan untuk main-main. Nikah itu bukan seperti saat kita pacaran jika kita mau putus ya tinggal ngomong putus. Harus ada kepercayaan satu sama lain. Dulu saja dengan mudahnya kamu percaya dengan Raya, Bar. Aku tau kamu marah kamu cemburu , tapi apa harus seperti itu Bar? Aku mungkin juga salah karena tidak lebih dulu mengenalkan mu kepada Dimas. Sudahlah Bar kita harus bersiap -siap untuk ke proyek " putus Bella karena tidak mau berlama-lama bersama Barra. Bella masih kesal dengan perlakuan Barra kepadanya diwaktu dulu yang tidak mempercayainya dan lebih percaya kepada temannya yang baru 2 tahun dia kenal. Sedangkan bersamanya sudah 4 tahun lebih. Di mana rasa kepercayaan yang selalu mereka bangun dulu dengan penuh cinta. Apa cinta Barra hanya satu jengkal? Jika tidak kenapa dia begitu mudah mempercayai orang yang baru saja dia kenal? Lalu apa arti dirinya selama ini jika Barra dengan begitu mudah mempercayai perkataan orang lain. Sekarang hanya ada penyesalan di benak Barra dan begitu mudahnya mengajaknya menikah . Mau masak saja ibaratnya butuh proses, sayur harus di cuci dulu sampai bersih , bikin bumbu , memasak sampai matang. Masa baru ketemu lalu mengajaknya menikah yang benar saja manusia satu itu. Jika di tanya soal cinta Bella memang masih memiliki perasaan untuk Barra bahkan mungkin tidak pernah berubah. Banyak yang selalu mendekati Bella namun Bella selalu menolaknya. Alasan belum ingin, masih ingin fokus kepada karir dan lain lain.
" Tunggu dulu Bell. Aku tidak main-main dengan ucapanku . Dan aku serius dengan apa yang aku katakan. Masalah yang lalu sungguh aku minta maaf Bell. Aku salah karena tidak mempercayaimu. Tapi untuk melepaskanmu kembali jangan harap. Karena kamu selamanya adalah milikku " ucap Barra seraya bangkit menuju ke dalam kamar mandi.
__ADS_1
" Dasar egois " desis Bella seraya mengacak-acak rambutnya.
Baru beberapa minggu ketemu itu aja dadakan syoknya belum juga ilang langsung ngajak nikah yang benar saja. Memangnya dia pikir nikah itu tinggal ayok nikah ijab kabul udah apa.. Kayak balik ikan di penggorengan kali ya. Dasar aneh sekalu semaunya sendiri selalu, sesuka hati, egois, nyebelin batin Bella karena merasa kesal dengan perilaku Barra yang selalu seenaknya.