Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 20


__ADS_3

" Bar gawat " teriak Reno sambil berlari


" Apaan sih lo teriak teriak kayak di hutan aja lo " kesel Jordan karena kaget dengan teriakan Reno. Sedangkan Barra hanya menoleh kearah Reno seolah bertanya kenapa.


" Fadli tiba tiba diserang saat di perjalanan dan wanita cacing itu kabur "


" Cacing ?" Jordan memincingkan matanya


" Iya kalau Barra kayak cacing kepanasan " ucap Reno sambil terkekeh


" Didaerah mana ?"


" Sekitaran jalan Xyz dekat bukit jalannya cukup terjal di sana mungkin mereka berniat untuk mencelakai Fadli. Tapi beruntung Fadli bisa melarikan diri " jelas Reno. Barra hanya menganggukkan kepalanya. Barra sudah menduga semua ini akan terjadi jadi dia tidak terlalu kaget.


" Gimana ? Lalu apa rencana kita?" tanya Reno sedangkan Jordan hanya menyimak pembicaraan keduanya.


" Lo bodoh atau gimana sih pasti Barra sudah tau akan seperti ini jadi kita lihat dulu saja apa yang akan dilakukan wanita jadi jadian itu " kata Jordan


" Sialan lo. Oke gue mau lanjut dulu cari tukang catur" sahut Reno. Reno pun bergegas pergi dari tempat itu


Pagi harinya hari masuk kerja jalanan begitu padat ramai mobil sepeda motor siap untuk menuju ke perusahaan tempat mereka bekerja. Gadis cantik yang kini akan menggantikan sang papi juga tengah berada di sebuah mobil mewah untuk ke perusahaan Darma group.


" Kok macet ya pak " tanya Bella


" Iya non. Mungkin karena ini jam masuk kantor " kata pak Antok supir Bella.

__ADS_1


" Mana ini pertama masuk kerja lagi masak iya telat " keluh Bella


" Buru buru ya non ? " tanya pak Antok


" Iya ada rapat sama dewan dereksi kata papi. Sekaligus ngenalin aku ke petinggi perusahaan " jawab Bella


" Ini cuma sebentar kok non paling nanti juga sudah senggang jalannya. Tuh kan sudah pada jalan lagi mobilnya "


" Iya pak "


Setibanya di perusahaan seluruh karyawan yang berpapasan dengan Bella menundukkan kepalanya. Karena mereka semua tahu jika Bella yang akan menggantikan Papinya. Bella juga terkenal tegas dalam memimpin perusahaan . Dulu dia juga pernah menggantikan papinya saat papinya terpaksa keluar negeri untuk menyelesaikan perusahaannya yang ada di sana. Bella bukan seorang pemimpin yang hanya akan duduk manis di kursi kebesarannya, tapi dia kerap kali berkeliling ke bilik-bilik karyawannya. Jadi dia tau apa yang mereka lakukan secara langsung dan memberi teguran, jika itu fatal maka akan memecat saat itu juga. Karena Bella tidak ingin memiliki karyawan yang tidak kompeten.


" Bidadari surga " ucap salah satu karyawan pria yang melihat sosok Bella


" Peri cantikku sudah kembali " ucap lagi seorang pria yang berada di sampingnya


Rapat dewan deraksi sudah di mulai. Jika karyawan yang jujur maka akan sangat senang jika Bella menggantikan sang Ayah tapi jika mereka perusak perusahaan mereka merasa was-was dan cemas takut ketahuan. Sebab semua orang tahu jika Bella pemimpin yang teliti dan tegas juga galak, mungkin Barra belum tahu itu.


" Selamat pagi semua saya akan memperkenalkan putri saya satu-satunya. Bella Ayuna Darmawan, Dia yang akan menggantikan saya sebagai pemimpin perusahaan baru bapak ibu disini dan juga seluruh karyawan perusahaan Darma group " Jelas Pak Darma menyerahkan jabatannya kepada sang putri. Dan juga keinginan sang istri yang ingin meminta waktu luang untuk bersama - sama. " Tapi saya juga akan selalu ikut memantau cara kerja seluruh karyawan disini juga cabang-cabang perusahaan saya lainnya " Tambah papi Bella lagi.


" Jika ada pertanyaan silahkan " tambah papi Bella. Semuanya hening karena takut jika pemimpin yang baru akan di gantikan Bella. Meskipun perempuan tapi Bella terbilang sangat galak dan tanpa basa basi. " Jika tidak ada silahkan nak jika ada yang ingin kamu sampaikan ?"


" Baik selamat pagi , pastinya sudah banyak yang mengenal saya dan mohon kerja samanya kepada Bapak Ibu yang juga ada di sini. Saya tidak suka keteledoran , saya tidak suka penipu. Saya tidak suka jika dalam bekerja tidak ada rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya juga ke pada bawahannya. Jadi saya minta tolong bekerjalah dengan jujur dan bekerja keras. Terima kasih " Sambutan Bella cukup mengena di hati para petinggi perusahaan. Rapat telah usai dan kembali ke divisi masing masing.


" Selamat bergabung kembali dan selamanya " sambut mbak dara HRD dan juga anak dari mbok sum yang juga bekerja di perusahaan Darma group. Dia anak yang cerdas maka dari itu keluarga Bella menyekolahkan Dara hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Dan karena mbok sum cukup lama mengabdi di Kediaman Darma. Keluarga Darma sangat baik kepada semua pekerja yang berada dirumahnya.

__ADS_1


" Iya mbak. Mohon bantuannya " jawab Bella dengan tersenyum ramah.


" Kalau begitu saya permisi dulu bu Bella " canda mbak Dara


" Apaan sih mbak. Bella aja awas kalau bu ibu lagi. Aku masih muda bukan ibu ibu " tutur Bella dengan menunjukkan wajah merajuknya.


" Iya sayang , tapi jika ada yang lain mbak akan tetap memanggil seperti yang lainnya karena kita di kantor. Ya udah mbak keruangan mbak dulu " pamit Dara lalu keluar ruangan. Mereka memang sudah seperti kakak dan adik, karena notabennya Bella anak tunggal dan juga jarang bergabung dengan teman temannya. Dan hanya dekat paling dengan orang tertentu, karena kebanyakan berteman dengan Bella hanya karena dia orang kaya. Tak banyak juga orang yang iri karena kesempurnaan Bella.


" Mari kita mulai dengan hari hari yang selalu ditemani oleh setumpuk kertas dan angka - angka . Huhh... ayo semangat " monolog Bella kepada dirinya sendiri.


" Kamu pasti bisa sayang, papi akan pulang dulu karena kanjeng ratu dari tadi sudang menelpon papi terus menerus " tutur papi Bella berpamitan untuk pulang. " Selamat bekerja tuan putri " canda papi Bella sebelum benar benar keluar dari ruangannya dulu yang kini menjadi tempat sang putri mengembangkan perusahaan.


" Silahkan baginda raja dan hati hati di jalan " sahut Bella dengan senyum manisnya


tok tok tok


" Permisi bu saya Ryan "


" Ya masuklah " sahut Bella dari dalam ruangannya


" Ini bu ada berkas yang harus ditanda tangani. Ini adalah dokumen kerja sama kita dengan perusahaan L " jelas Ryan yang tak lain adalah asisten pribadi Bella kedepannya.


" Oke taruh situ dulu nanti saya cek. Saya tidaj mau ada kesalahan sedikitpun " jawab Bella tanpa menoleh ke arah Ryan


" Baik bu kalau begitu saya permisi dulu " pamit Ryan . Tak ada jawaban dari Bella, ya seperti itulah Bella jika sudah bekerja satu kata Fokus.

__ADS_1


" Huhhh... Serasa masuk kandang singa betina yang cantik " Keluh Ryan saat sudah keluar dari ruangan Bella.


" Hust... Jangan ngawur kamu kalau bu Bella denger mampus kamu " sahut Siska sekertaris Bella yang akan mengurus pekerjaan di dalam perusahaan sedangkan Ryan di luar dan hal hal penting lainnya. Sebenarnya Bella dan Ryan juga sudah kenal dan akrab begitu juga dengan Siska. Tapi kadang juga Bella memang nampak dingin.


__ADS_2