Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 62


__ADS_3

" Permisi .Apa saya boleh gabung ? " tanya Anes yang juga menghadiri acara pernikahan Barra dan Bella . Anes datang bersama kedua orang tuanya .


Semua yang ada di sana menatap ke arah Anes yang berdiri di dekat meja mereka . Dimas yang merasa tidak asing dengan suara itu diam saja tidak ikut menatap gadis yang berbicara kepada mereka itu . Anes belum menyadari jika ada Dimas di sana .


Dan tidak ada yang menjawab Anes . Semuanya masih diam membisu karena mereka yang mengenal Anes cukup tahu dengan gadis itu .


" Silahkan , masih ada satu kursi yang kosong juga kok " jawab Sisil . Semuanya menatap ke arah Sisil . Kecuali Dimas , ya karena dia memang cuek jika belum kenal .


" Terima kasih " Anes lalu duduk di antara Fadli dan Dimas .


" Hay bukankah kamu pria yang di jogja dan di bandara itu. Tidak tahunya kita juga ketemu di sini . Hay aku Anes " ucap Anes seraya mengulurkan tangannya kepada Dimas .


Dimas tidak menerima uluran tangan dari Anes . Dia sama sekali tidak merespon gadis di sebelahnya itu .


" Mau kemana lo ? " tanya Sisil lalu mencekal pergelangan tangan Dimas ketika Dimas tiba tiba berdiri dari duduknya .


" Sebentar " ucap Dimas


" Lo mau ikut ? " tanya Dimas lagi .


" Enggak kemana dulu " tanya Sisil.


" Ke toilet " ucap Dimas lalu melepas cekalan Sisil dan semua itu tak luput dari pandangan mata Reno .


Huhh .. Dasar cowok sombong . Tunggu saja gue pasti dapetin lo , gak dapat Barra , cowok itu pun gpp lah . batin Anes


Anes lalu menurunkan tangannya dengan rasa sedikit malu dan canggung .


Tidak ada obrolan lagi di antara mereka . Hanya sesekali dan itu tidaklah penting . Hanya ada obrolan dari Anes dan Sisil . Karena mereka berdua baru pertama bertemu .


" Hai gue Sisil . Sorry tentang sahabat gue tadi . Dia emang orangnya gitu . Soalnya dia itu suka sesama .. Ya gitulah " ucap Sisil yang juga tahu jika gadis itu menyukai sahabatnya .


Anes terbengong dengan ucapan Sisil yang terdengar ambigu itu .


Masa iya sih cowok tadi gak normal . Kalau iya pantas saja dia setiap gue deketin gak respon . Ternyata jeruk makan jeruk .batin Anes dengan ekspresi sedikit cengo.


Yang ada di sana tidak menyangka jika Sisil akan mengatakan hal seperti itu . Dan itu sama saja menjatuhkan harga diri sahabatnya itu .

__ADS_1


Rasain lo. batin Bianca


" Ma .. Masa sih ? " tanya Anes sedikit ragu .


Sisil mengangguk mantap . Sisil dulu juga melakukan hal sama bersama Bella . Dulu ada siswi yang selalu mengejar Dimas tapi Bella dan Sisil mengatakan hal itu , sehingga gadis itu berhenti mengejar Dimas .


" Dia itu emang jeruk makan jeruk . Makanya jangan degh daripada menyesal " ucap Sisil lalu menampilkan wajah sendunya .


Dimas lalu datang dan duduk di kursinya lagi . Anes sedikit berbeda kepada Dimas dan sedikit menjauh . Reno , Jordan , dan semua yang ada di meja itu tertawa dalam hati , kecuali Dimas karena dia belum mengetahui apa yang terjadi .


Dimas menyadari sesuatu yang berbeda dari gadis di sebelahnya itu , Anes . Lalu melirik ke arah Sisil . Dan Sisil mengangkat bahunya acuh . Dimas lalu menghela nafasnya kasar setelah menyadarinya .


Acara pernikahan Barra dan Bella berlangsung dengan lancar . Para tamu undangan saling bersalaman dan memberi selamat kepada pengantin baru itu . Hingga giliran sahabat sahabat mereka yang memberikan selamat .


" Selamat ya kak . Semoga setelah kakak selesai datang tamunya nanti segera di kasih momongan . Dan nanti aku jadi aunty " ucap Bianca kepada Bella melewati sang kakak .


" Amin " ucap Bella dengan tersenyum .


" Selamat ya Bell. Besok gue susul kalau udah ada yang ngelamar " ucap Sisil


" Gue doain semoga setelah gue nikah lo segera nyusul ya " ucap Bella tulus


" Ya terima kasih " jawab Barra singkat .


Dimas menghampiri Bella dan hampir memeluk Bella . Tapi sudah lebih dulu di hadang oleh Barra .


" Jangan peluk peluk . Ngomong aja udah cukup " ucap Barra lalu merengkuh pinggang Bella posesif .


" Dia udah kayak adik gue . Lagian sebelum ada lo udah ada gue yang selalu jaga dia . Gue dulu yang kenal dia dari dia orok " ucap Dimas tidak terima .


" Bodo amat . Dia sekarang istri gue , jadi lo gak boleh asal peluk bini gue . Udah buruan ngomong paling juga selamat semoga sakinah mawaddah warahmah . Ya kan " ucap Barra sok tahu


" Udah . Kalian ini udah kayak kucing dan tikus ketemu ribut terus " ucap Bella kesal .


" Dia nih tikusnya " ucap Barra .


" Lo . Enak aja ganteng gini di bilang tikus " ucap Dimas

__ADS_1


" Udah cukup . Nanti kalau gak diem gak bakal kelar , di liatin tamu undangan gak enak " ucap Bella lagi .


" Tahu nih kalian . Selamat ya brother , meskipun malam pertama tertunda semoga jeki lo bisa tahan sampai pembukaan dan tidak mencari pelampiasan " ucap Reno ngawur ..


" Nggak usah ngarang . Udah sono ngalangin gue " usir Barra .


" Dasar sahabat tidak tahu diri " lirih Reno . Reno lalu menghampiri Bella dan juga akan memeluknya seperti yang di lakukan Dimas . Dan Barra juga melakukan hal yang sama .


" Dasar pelit . Gue juga punya " ucap Reno lalu menggandeng tangan Sisil . Sisil terbengong dengan perilaku Reno yang tiba tiba itu .


Apa laki laki ini benar benar serius atau cuma bercanda batin Sisil .


" Awas lepas jangan macem macem lo sama sahabat gue . Lo mainin dia gue gantung lo " ucap Dimas lalu menarik tangan Sisil berlalu dari sana .


Apa gadis ini kekasih pria itu . Apa karena dia pacarnya makanya dia bilang kalau pria tadi gay . Batin Anes yang juga ikut bersama mereka semua .


Reno masih mencekal tangan Sisil dengan kuat jadi pegangan tangan mereka tidak terlepas .


" Dia milik gue jadi lo jangan bawa dia " ucap Reno tegas .


" Wah lo udah berani jujur ternyata . Semangat berjuang bro " ucap Jordan yang tak menyangka bahwa dia akan mengatakan itu .


" Sejak kapan ? " tanya Dimas .


" Hari ini dan selamanya " ucap Reno lagi .


" Apa benar itu Sil ? " Tanya Dimas kepada Sisil .


" Gue juga gak tahu " jawab Sisil yang sebenarnya masih ragu dengan Reno.


" Gue serius sama lo . Gue tahu mungkin ini terlalu mendadak. Tapi , ini bukan kali pertamanya gue bilang kalau gue suka sama lo dan gue serius . Mungkin lo belum yakin sama gue . Tapi di hadapan sahabat sahabat gue . Gue benar benar serius sama lo " ucap Reno dan menjeda ucapannya


" Gue bukan cowok romantis . Gue bukan orang yang suka gombal dan suka ngomong yang biasanya cewek suka yang berbau hal manis . Tapi lo tahu sendiri gue bukan cowok seperti itu " ucap Reno .


Jordan dan Barra menepuk pundak sahabatnya itu bangga . Karena keduanya tahu jika Reno bukan tipe cowok yang suka secara gamblang mengatakan isi hatinya . Dia memiliki sifat yang introvert . Tapi tidak dengan kedua sahabatnya itu . Sifat itu hampir sama dengan Barra . Jika Jordan ya tahulah . Dia pecinta wanita jenis apa saja . Tapi wanita itu harus berkelas dan bukan sembarang wanita seperti di club .


Sisil terdiam karena penuturan Reno yang mengatakan isi hatinya bahkan di hadapan para tamu undangan yang di isi oleh orang penting semua .

__ADS_1


Dimas dan Bella tersenyum bahagia karena Sisil yang masih trauma karena kekasihnya dulu yang pernah berselingkuh darinya . Dimas dapay melihat kesungguhan itu dari mata Reno , begitu juga Bella yang tahu jika Reno serius karena sudah kerap kali Reno mengutarakan isi hatinya .


" Gue tahu lo pasti belum yakin buat jawab sekarang " ucap Reno lalu hendak turun dari atas panggung . Namun tangannya lebih dulu di cekal oleh Sisil .


__ADS_2