Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 48


__ADS_3

" Kenapa berhenti di sini ?" tanya Bella dengan kesal.


" Turunlah " titah Barra


" Tidak mau " Bella bersedekap dada tanda sebagai penolakannya


" Turun atau aku ? "ucap Barra seraya menaik turunkan alisnya


" Dasar pria mesum . Kelihatan di luar dingin tapi nyatanya melebihi serigala berbulu domba " umpat Bella kesal lalu keluar dari mobil Barra dengan membanting pintu .


" Lalu untuk apa kita ke hotel pagi buta seperti ini ? Mau bantuin ngepel ? " umpat kesal Bella


" Mau tidur " lalu Barra menggandeng tangan Bella . Bella mendelikkan matanya tak habis pikir dengan perkataan Barra barusan .Namun Barra bukan mengajak Bella untuk itu , tapi untuk melakukan perawatan tubuh .


" Ngapain ke sini . Sudah pakai baju olahraga di ajak ke tempat seperti ini . Dasar Aneh " Bella selalu kesal


" Aku tunggu di luar" ucap Barra meninggalkan Bella begitu saja.


Bella merasa senang atas perlakuan Barra yang selalu bertindak romantis dan selalu tanpa sepengetahuan dirinya .


" Calon suami nona sangat romantis . Dia sudah menyiapkan semua ini sudah dari tadi malam . Sebenarnya belum buka tapi karena permintaan Tuan Barra kami sudah di minta untuk buka " ucap seorang wanita yang saat ini sedang memijat tubuh Bella.


" Maaf ya . Jadi merepotkan , dia memang suka seperti itu . Sesuka hati . Tapi aku suka" Bella mengatakan kalimat terakhir sangat lirih tapi masih terdengar oleh yang lain .


" Tidak nona . Saya sangat senang karena bisa melayani calon istri Tuan Barra secara langsung . Karena sekarang hotel ini menjadi milik Tuan Barra " jelasnya lagi


^^^" Dasar pria Arogan " kesal Bella lirih . Dia sudah tidak lagi heran dengan apa yang di lakukan oleh Barra.^^^


Sudah 2 jam Bella berada di ruangan itu . Bella tertidur karena nyaman . Barra menunggu Bella dengan sabar , Barra juga mengerjakan pekerjaannya saat menunggu Bella jadi tidak terasa . Apalagi saat ini Barra juga baru saja membeli hotel ini , jadi Barra juga sekaligus mengeceknya .


" Lo tuh ya .. Suka seenak udel kalo nyuruh dadakan " gerutu Reno yang baru saja sampai di jogja . Reno lalu mendaratkan bokongnya di kursi di dalam ruangan Barra saat ini .


" Atur ulang tempat ini saya tidak suka " titah Barra namun matanya fokus di layar laptopnya .


" Baik bos " ucap Reno lesu lalu menghubungi pihak interior untuk mendesain ulang ruangan Barra .


" Satu jam harus selesai " titah Barra tak mau di bantah .


Reno melotot mendengar perintah Barra . Ruangan Barra memang tidak sesuai dengan karakter Barra . Bahkan cenderung sedikit sempit maka dari itu Barra juga meminta untuk ruangan sedikit luas dan juga kamar di dalam ruangannya .


Untung lo bos gue . Kalau lagi di luar , gue juga gak berani batin Reno kesal sendiri .


" Baik Tuan Barra yang terhormat " ucap Reno lagi lalu segera memerintahkan apa yang di minta Barra baru saja .


Setelah beberapa jam menunggu Bella , akhirnya Bella telah selesai melakukan berbagai perawatan .

__ADS_1


" Tuan Barra menunggu anda di sini nona " ucap salah satu pelayan di sana yang mengantarkan Bella ke ruangan Barra.


Bella lalu masuk begitu saja keruangan Barra . Barra lalu menoleh ke arah Bella , Bella terlihat begitu segar dan tambah berkali lipat cantiknya. Baju Bella juga sudah tidak lagi menggunakan pakaian santai lagi .


" Sudah , sini duduk sini " Barra lalu berdiri mengajak Bella untuk duduk di sofa ruangannya .


" Kenapa harus memakai baju seperti ini . Dan kenapa sampai harus membeli hotel ini . Buang buang uang " gerutu Bella.


" Nanti ada rapat untuk pemilik baru di hotel inj " ucap Barra lalu melihat jam di pergelangan tangannya . " Sepuluh menit lagi " ucap Barra lagi . Memberi tahu jika sepuluh menit lagi akan ada rapat .


" Terserah kamu " ucap Bella yang sudah tak ingin lagi berdebat .


tok tok tok


" Permisi Tuan ini minuman yang anda pesan " ucap salah seorang pelayan di san


" Ini minumlah dulu " ucap Barra lagi


Bella lalu meminum minuman itu karena memang sudah haus dari tadi . karena saat di dalam di tertidur .


" Rapat akan segera di mulai . Mari Tuan Barra " ucap Reno yang masuk begitu saja di ruangan Barra.


" Ayok " ajak Barra lalu menggandeng tangan Bella .


Mereka berjalan menuju ruang rapat , Reno selalu berada di belakang mereka . Dan juga para petinggi yang lain juga sudah menunggu di dalam ruang rapat .


Sambutan meriah terdengar dari ruang rapat itu. Karena banyak juga yang tahu tentang Barra . Pebisnis muda yang sangat sukses .


Rapat pun berselang tidak lama karena Barra juga harus mengerjakan sebagian pekerjaannya.


" Istirahatlah sebentar aku akan menyelesaikan sedikit pekerjaanku " ucap Barra lalu mengecup kening dan juga bibir Bella sekilas . Kalau tidak banyak pekerjaan mungkin Barra akan mengganggu Bella .


" Aku pulang saja ya . Kasian nenek " Bella beralasan .


" Oh ya . Kenapa hotel ini milikku ? Aku sudah cukup sibuk dengan pekerjaanku " gerutu Bella


" Ini hadiah sebagai lamaran " jawab Barra apa adanya .


" Tidurlah . Aku sudah meminta orang untuk memberi kamar jika kamu lelah bekerja "


" Ini bukan karakterku . Ruangan wanita kenapa dominan hitam dan abu abu saja di sini "


Barra lalu berdiri dan mencium bibir Bella karena gemas dari tadi selalu protes kepadanya . Slalu mengeluh ini dan itu .


" hemmt "

__ADS_1


Barra ******* bibir Bella dengan sedikit agresif karena sangat rindu dengan wanita di depannya ini . Bella terkaget mendapat serangan dadakan dari Barra . Namun lama kelamaan Bella membalas ciuman Barra itu .


Barra menuntun Bella untuk berjalan ke kamar yang terdapat dalam ruangan tersebut . Warna soft yang mendominasi , warna kesukaan Bella . Tapi bibir keduanya masih menempel satu sama lain saling memberi kecupan . Sesampainya di kamar Barra lalu menjatuhkan tubuh Bella di atas kasur empuk itu dengan perlahan . Barra membuang jasnya ke sembarang arah , dan juga dua kancing kemeja bagian atas .


Bella terpaku menikmati keindahan di depannya itu . Barra selalu bisa menghipnotisnya dalam keadaan apapun .


Barra kembali menempelkan bibirnya dan bibir Bella . Barra menyadari rasa kagum Bella , Barra tersenyum samar ketika menyadarinya . Ciuman Barra kali ini terkesan sangat lembut , Bella menikmati perlakuan Barra saat ini . Bella memejamkan matanya , merasakan rindu yang kini sudah terbayarkan . Keduanya saling ******* satu sama lain . Berbelit lidah dan beradu silva . Tangan Barra tak tinggal diam dia membuka dress yang tadi di gunakan Bella . Bella tidak sadar saat Barra melepaskan dressnya . Kini Bella hanya memakai baju bagian dalamnya saja . Kemeja Barra juga sudah terlepas . Barra bermain di area moci Bella yang terlihat menantang . Bella hanya melenguh nikmat ketika Barra bermain di sana .


" Sudahh .. Jangan seperti ini . Katanya pekerjaanmu masih banyak " ucap Bella disertai desahannya .


" Ini lebih penting sekarang " jawab Barra lalu kembali ******* bibir Bella dengan lembut . Tangan Barra berada di moci Bella dan satunya lagi di buat tumpuan oleh Barra .


Hampir setengah jam Mereka di dalam sana . Reno tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Barra yang terlihat sepi itu .


" Kemana mereka ? " tanya Reno pada dirinya sendiri . Sambil melihat ke seisi ruangan itu . Dan tiba-tiba terdengar suara yang sangat menyeramkan bagi kaum jomblo sehingga membuat buku kuduk merinding .


" Eughh ... Sudahh " ******* dan rengekan Bella terdengar . Karena Barra lupa mengaktifkan kedap suara di kamar itu .


" Sebentar lagi sayang " ucap Barra dengan suara beratnya .


" Dasar bos gila . Bisa bisanya mesum di kantor . Apa dia meminta kamar hanya untuk itu . Aihh . Sungguh malang sekali nasip ku ini " Reno lalu keluar dari ruangan itu dan memerintahkan jangan ada yang masuk keruangan Tuan Barra .


" Jika kelelakian gue meronta ronta " keluh Reno setelah meninggalkan ruangan itu .


Barra dan Bella kini sudah sama sama berpakaian lagi . Selama satu jam Barra selalu bermain . Bella dari tadi selalu menggerutu kesal dengan Barra tidak mau berhenti . Ya meskipun tidak sampai berkelanjutan tapi Bella sungguh lelah menghadapi Barra . Meskipun Barra berakhir di kamar mandi untuk menuntaskan hasratnya .


" Sayang aku lapar " rengek Bella


" Kita keluar dan mencari makanan " ucap Barra setelah selesai mandi dan berganti pakaian begitu juga Bella .


" Aku mau makan di rumah nenek saja . Aku yang masak buat kamu " ucap Bella merayu supaya Barra mau . Jika lama lama dengan Barra pasti akan berakhir seperti tadi .


" Tidak kita makan disini sambil melihat menu makanan yang ada di sini "


" Dasar tidak mau mengalah "


Keduanya kini sedang berjalan menuju restoran yang juga ada di hotel tersebut . Ruangan yang mereka pesan di desain dengan indah , seperti sedang ada acara .


" Apa restoran disini selalu seperti ini desainnya . Bukankah ini terlalu berlebihan " ucap Bella terheran . Barra hanya mengangkat bahunya sebagai jawaban.


" Kenapa ini ..


Belum selesai Bella berucap , Bella melihat sosok sang Mami yang tak jauh dari mereka .


" Mami " ucap Bella lalu melirik Barra sekilas .

__ADS_1


" Kenapa Mami di sini ? " tanya Bella lagi .


Kejutan ....


__ADS_2