Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 91


__ADS_3

Johan masih berada di dalam ruangan gelap yang terasa pengap itu . Buaya itu yang selalu menemaninya . Jordan bahkan hanya bisa mengeluarkan keringat dingin karena ketakutan . Ya itu akibatnya , Johan masih saja tutup mulut dan tidak mengatakan siapa lagi yang memintanya untuk melakukan kejahatan .


" Selamat siang Roki . Apa kamu tidak merasa lapar melihat makanan di depanmu itu ." ucap Markus yang di minta oleh Jack .


" Apa roki ? Kamu tidak suka makan daging orang yang berbuat jahat ? Kamu memang hewan yang terhormat " ucap Markus sendiri seakan dia benar-benar mengobrol dengan buaya itu .


" Hey kenapa kamu bau sekali " teriak markus .


" Aku , aku kencing di celana " ucap Johan canggung juga malu sebenarnya mengakuinya .


" Hahaha , konyol sekali dirimu itu " ucap Markus menertawakan Johan .


" Heyy , kemari " teriak Markus meminta temannya untuk datang .


" Apa ?" tanyanya .


" Bawakan air juga sekalian sabun cuci piring dan siramkan ke tubuhnya . Dia kencing di celana " ucap Markus kepada temannya bisik-bisik tapi keras sehingga membuat Johan tambah kikuk .


" Yang benar saja kau kencing di celana ? Sungguh merepotkan saja . Kenapa kau tidak minta dia mandi dengan roki saja " ucap temannya .


" Ide bagus " ucap Markus .


" Heyy , jangannn . Ku tidak mau mandi dengan seekor buaya " ucap Johan benar-benar takut .


" Jangan teriak . Kalian itu sesama buaya . Kamu lupa bahwa dulu , eh mungkin sekarang kamu juga masih jadi buaya ." ucap Mike yang turun bersama Jack .


Johan hanya diam tidak menjawab ucap Mike karena yang di ucapkan Mike itu benar .


" Kenapa ini bau sekali ? " ucap Jack kesal .

__ADS_1


" Sini bang gue bilangin " bisik markus lagi tapi juga masih terdengar oleh yang lain .


Jack hanya mengangkat dagunya seakan bertanya 'apa' .


" Dia mengompol " teriak Markus .


" Hahaha" tawa Markus meledak .


" Menjijikan . Kenapa tidak kau jadikan dia sebagai sarapan Roki ?" kesal Jack .


" Lempar saja dia ke sana . Sekarang " ucap Jack .


" Tunggu tunggu . Aku tidak mau , tolong aku . Aku akan menuruti semua permintaan kalian . Aku janji .Sumpah " ucap Johan .


" Oke " ucap Jack


" Siram dia . Bersihkan dulu " ucap Jack lalu pergi dari sana .


Markus dan Temannya menyiram Johan dengan sabun cuci piring supaya tubuh Johan tidak bau lagi .


" Hay apa kau juga buang air besar ? " tanya Mike sedikit memincingkan matanya .


" Ti .. tidak Tuan sungguh " ucap Johan gagu .


Setelah bersih dan bau dari tubuh Johan hilang , Jack masuk ke dalam ruangan itu lagi .


" Masukkan lagi Roki kedalam " pinta Jack .


" Dan keluarkan Lion " ucap Jack dengan senyum smirknya .

__ADS_1


Mike tahu jika Lion sangat buas jika melihat orang yang baru saja dia lihat . Itu akan membuat Johan tidak akan berani mengelak lagi .


" wraaaaooooomm " ya kira-kira itu suara singa .


Johan lalu memundurkan kakinya seakan dia bisa pergi dari sana .


" Katakan sekarang siapa yang menyuruhmu . Dan untuk apa ? Dan juga kenapa Nona kami yang kamu culik . Apa hubungannya ?" tanya Jack beruntun seraya mengelus kepala singa untuk menenangkannya .


Johan yang melihat Jack mengelus kepala besar singa itu merasa takut .Melihat saja sudah membuatnya takut apalagi sampai bersentuhan dengan Lion .


" Tapi kalian harus berjanji untuk melindungi ku . Aku tidak ingin jika anak perempuan ku sampai tersakiti oleh wanita gila itu " ucap Johan .


" Siapa ? Lo tidak ada kesempatan untuk bernegosiasi dengan kami . Kami akan melakukan apapun itu jika itu menurut kami benar . Tidak harus lo minta " ucap Jack .


" Anes . Dia ingin membuat Bella pergi dari kehidupan Barra . Dia juga yang meminta saya untuk menghancurkan proyek yang juga saat itu di kerjakan oleh Lina mantan istri saya " ucap Johan .


" Apa hubungannya dengan proyek itu ? " tanya Jack .


" Karena dia ingin waktunya Barra habis untuk mengurus proyek itu . Sehingga Bella dan Barra sedikit menjauh . Apalagi kini mereka masih sepasang pengantin baru " ucap Johan


" Apa kalian pikir Barra bodoh . Hahaha " tawa Jack memenuhi ruangan itu .


" Hanya proyek kecil seperti itu tidak akan membuat Barra melupakan istri cantiknya " ucap Jack .


Johan diam , setuju memang yang di katakan oleh Jack .


" Lebih pastinya saya tidak tahu . Saya hanya tahu itu " ucap Johan .


" Baik jika lo sampai bohong Lion yang akan membuatmu jadi , emm ya sedikit asupan tenaga untuk kelangsungan hidup Lion . Apalagi sudah satu minggu ini Lion tidak makan . Dan sekarang melihat cemilan , pasti Lion merasa kelaparan " ucap Jack mencoba menakut nakuti Johan .

__ADS_1


Jack dan juga yang lainnya meninggalkan Johan berada di sana sendirian . Untung saja Lion tidak di minta untuk menemani Johan .


__ADS_2