Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 53


__ADS_3

Bella masih berada di perusahaan Barra . Bella sebenarnya jenuh dan ingin segera pulang lalu istirahat . Tapi dia malah menganggu Sisil yang sedang mengerjakan pekerjaannya. itu ..


" Oh iya kok hrd ganjen itu udah gak kelihatan ya ? "tanya Bella sambil memainkan pulpen dan mencoret coret kertas .


" Dia sudah di pecat " jawab Sisil yang masih fokus ke komputernya .


" Kok bisa ? " tanya Bella penasaran .


" Ya , dia adu jambak sama karyawan . Pas gue lewat terus gue tegur aja . Udah gedeg gue mah tuh cabe garing . Umur udah Tua juga masih kecentilan " kesal Sisil jika mengingat monika .


Bella menganggukkan kepalanya . Seakan membenarkan ucapan Sisil .


" Udah gue mau tidur . Kerja yang benar kalau enggak potong gaji " Bella lalu berdiri dari sana dan menuju ruangan Barra untuk istirahat .


Bella memang meminta kepada sang papi untuk libur saat ini , tadinya Papi Edo memintanya untuk ke kantor mengecek berkas yang akan di gunakan membangun vila di sebuah pulau , tapi Bella menolak . Seperti saat ini saja Ryan meminta tanda tangan Bella . Bella meminta Ryan untuk datang ke kantor Barra .


*Wah ada brondong


iya mana ganteng lagi


tapi mau cari siapa dia


Suara suara sumbang itu terdengar di telinga Ryan .Tapi juga banyak yang tahu jika dia adalah asisten pribadi dari Tuan Darmawan .Ryan tetap berjalan tegap tanpa menghiraukan mereka . Ryan lalu berjalan menuju di mana ruangan Barra berada , karena tadi Bella sudah memintanya untuk langsung ke atas .


" Permisi . Apa nona Bella ada ? " tanya Ryan ramah kepada Sisil . Biar bagaimanapun saat ini dia sedang di kantor orang .


" Ya ada . Masuk saja Bella sudah menunggu " Sisil


" Baik saya permisi " ucap Ryan sopan .


tok tok tok

__ADS_1


" Masuklah " jawab Bella dari dalam kantornya


" Maaf menganggu nona . Karena ini sangat penting " jelas Ryan


" Ya " Bella lalu mengambil berkas yang di berikan oleh Ryan dan melihatnya secara teliti .


" yang saya beri tanda tolong di perbaiki lagi . Sekarang di sini saja " ucap Bella yang masih fokus dengan kertas itu .


" Baik nona " Ryan lalu mengeluarkan laptopnya . Dan untungnya Ryan sudah menyiapkan semuanya . Karena Bella termasuk pemimpin yang sangat teliti dan tegas . Maka dari itu Ryan mencoba untuk mengimbanginya .


" Tolong segera , karena aku sangat lelah . Dan jangan ganggu aku lagi , hari ini aku sedang libur . Jika kamu menggangguku lagi , akan ku pastikan gajimu tinggal setengahnya " ancam Bella .


" Baik nona ini yang terakhir " ucap Ryan seraya membenarkan berkas tadi .


" Ini nona sudah seperti yang anda inginkan "


Bella kembali mengeceknya , setelah di rasa sudah sesuai Bella lalu membubuhkan tanda tangannya . Lalu meminta Ryan untuk kembali ke kantornya . Tapi sebelum keluar Bella kembali memintanya untuk jangan mengganggunya .


***


Di sebuah restoran yang berada di hotel itu . Barra masih meeting bersama kliennya bersama Reno .


Barra , kenapa dia ada di sini . Cerobohnya aku batin wanita itu


" Maaf Tuan Barra , jika mengganggu anda " Ucap klien Barra


" Silahkan selesaikan dulu jika ada hal yang lebih mendesak " ucap Barra yang sudah malas dengan sikap tidak sopan kliennya itu . Membawa seorang wanita dan mengganggu meetingnya . Membuang waktu pikir Barra .


" Tidak Tuan . Maafkan saya " ucap kkien Barra . " Tolong pergilah dulu , apa kamu tidak tahu ini klien penting saya " kesal pria paruh baya itu .


" Em baiklah . Maafkan saya jika sudah mengganggu " Wanita itu lalu berlalu dari sana .

__ADS_1


" Wanita hamil itu apakah istri anda Tuan ? " tanya Reno.


" Hamil ? " tanya pria paruh baya itu sedikit panik .


" Iya . Apakah itu istri Tuan , terlihat jauh lebih muda dari anda " ucap Reno


" Dia... dia. . Bukan . Maaf jika sudah merusak meeting kita kali ini Tuan Barra . Dan maaf atas ketidak nyamanan anda " ucap pria itu penuh penyesalan .


Barra lalu berdiri dari duduknya , dan meninggalkan pria itu tanpa sepatah katapun . Reno yang paham lalu mengikuti Barra .


" Jangan ganggu Tuan saya lagi . Kami permisi " ucap Reno lalu pergi menyusul Barra .


" Tuan, tolong saya Tuan . Saya tidak akan mengulangi lagi " ucap Pria itu penuh permohonan . Lalu menangkupkan kedua tangannya ketika berada di hadapan Reno . Dia tahu betul kesalahannya , dan memohon pun percuma .


" Kami tidak ingin jika pekerjaan itu hanya untuk main main . Itu hanya membuang waktu kami . Kami tidak mempermasalahkan anda berkencan dengan siapa saja meskipun anda sudah beristri , itu urusan anda . Tapi satu hal yang anda perlu tahu . Tuan Barra tidak akan mentolelir kesalahan sedikitpun , apa lagi ini menyangkut pekerjaannya . Saya rasa anda cukup tahu tentang hal ini . Saya harap ini pertama dan terakhir saya bertemu dengan anda . Permisi " ucap Reno panjang lebar .


Pria itu lemas dan terduduk di lantai . Perusahaan yang bisa sangat menguntungkannya telah sirna . Hanya karena wanita . Pria itu mengumpat kesal kepada wanita itu .


" Dasar wanita sialan tidak tahu diri " desisnya


***


Barra dan Reno kini sedang berada di dalam mobil untuk kembali lagi ke perusahaannya . Mood Barra saat ini sedang buruk , maka Barra ingin sekali untuk segera bertemu dengan Bella .


Setelah sampai di perusahaannya , Barra lalu segera turun dari mobilnya dan menuju di mana Bella berada .


Sisil lalu berdiri ketika melihat Barra berada di hadapannya dan mengatakan pesan dari Bella tadi .


" Permisi Tuan , nona Bella sedang istirahat di dalam kamarnya " ucap Sisil menyampaikan pesan dari Bella .


Barra hanya menoleh sekilas ke arah Sisil lalu masuk ke dalam kamarnya . Dan ya bidadari cantiknya sedang tertidur pulas . Barra lalu melepas jasnya dan ikut Bella menyusul ke alam mimpi .

__ADS_1


aaaaa


__ADS_2