Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 83


__ADS_3

Di perusahaan BR , Barra saat ini sedang memimpin meeting bersama beberapa kliennya untuk proyek yang akan di selenggarakan . Barra mencoba bisnis IT dan juga iklan . Barra sangat kompeten di bidang bisnis . Jadi banyak perusahaan yang begitu ingin untuk bekerja sama dengan peeusahaan Barra . Meskipun usia Barra masih terbilang muda , tapi Barra terkenal di kalangan pebisnis .


drt drt drt


" Permisi Tuan Tuan saya mengangkat telpon sebentar " ucap Barra meminta ijin .


" Silahkan Tuan Barra " ucap mereka .


Barra tersenyum mengangguk sebagai ucapan terima kasih .


" Ya hallo bi " ucap Barra ketika sudah menekan tombol hijau pada ponselnya .


" Ini Tuan anu itu " ucap Inem gugup .


" Bisa tenang sedikit . Jangan gugup " ucap Barra yang merasa khawatir juga penasaran , takut jika terjadi sesuatu terhadap istrinya .


" Maaf Tuan , tadi nyonya muda minta ijin untuk ke toilet . Tapi tidak kembali lagi Tuan padahal saya sudah menunggu lama di mobil . Gimana ini Tuan " ucap Inem panik.


Beruntung Barra memberikan ponsel kepada Inem dan memberikan no ponselnya jika dia menekan angka satu , untuk jaga-jaga jika dalam keadaan genting .


" Bagaimana bisa ?! Coba kamu cari tahu dulu dia di toilet mana ? Jangan panik , sebentar lagi saya ke sana " ucap Barra .

__ADS_1


" Njih Tuan Njih " jawab Inem .


Setelah mematikan ponselnya Barra kembali masuk ke dalam ruang meeting yang saat ini sedang berlangsung .


" Ren tolong lo lanjutkan meetingnya . Dan Sisil tolong catat jangan sampai ada yang terlewat " ucap Barra kepada tangan kanan dan kirinya.


" Hem .Emang ada apa ? " tanya Reno lirih .


" Sebelumnya saya mohon maaf kepada Tuan dan hadirin semua , karena ada hal mendesak saya tidak bisa melanjutkan meeting kali ini . Dan akan dilanjutkan oleh Tuan Reno " setelah mengatakan itu Barra lalu keluar dari ruangan meeting dan segera menuju mall di mana Bella berada .


Jack yang saat itu di tugaskan untuk selalu mengawasi Bella dan menjaga Bella tiba-tiba ada seorang wanita hamil yang menabraknya . Tapi karena wajah wanita itu di tutupi masker dan juga kacamata Jack tidak dapat melihat wajah wanita itu .


" Halo wen , lo segera hubungi teman teman kita untuk melacak keberadaan nona Bella . Segera " ucap Jack menghubungi wendis salah satu pengawal di keluarga Darmawan .


" Oke bos " jawab Wendis .


Barra menghubungi Jin dan Jun untuk mencari keberadaan Bella , Darma seperti yang di lakukan oleh Jack .


" Tuan sepertinya nona muda di bawa ke sekitar perbukitan di sebuah desa terpencil dan dekat hutan hutan " ucap Jun .


" Sekarang kalian bawa teman teman kalian ke sana . Ingat hati-hati jangan sampai membahayakan istri saya " ucap Barra tegas .

__ADS_1


" Sialan beraninya kalian bermain denganku " umpat Barra . lalu melajukan mobilnya menuju ke perbukitan yang sudah di berikan oleh Jun .


Tidak beda jauh dengan Barra , Jack segera menuju ke lokasi yang sama setelah mendapatkan info yang jelas . Dia juga lebih dulu tidak memberitahu Ke dua orang tua Bella . Bukan apa-apa hanya tidak ingin membuat mereka khawatir .Bagaimanapun ke dua orang tua Bella sangat berjasa dalam hidupnya . Jack kecil hidup di panti asuhan dan kedua orang tua Bella yang saat itu berkunjung ke panti asuhan yang dia miliki , melihat jack yang selalu diam dan jarang berbaur dengan teman lainnya . Mami maya yang dulu sedang hamil Bella lalu membawa pulang jack . Dan menganggapnya sebagai anak laku lakinya .


Bella membuka matanya perlahan , kepalanya terasa berat dan sedikit pusing akibat obat bius yang di gunakan untuk menculiknya .


Dimana ini ? Aduh kepalaku kenapa terasa berat sekali batin Bella sambil mengumpulkan kesadarannya .


" Apakah wanita itu tidur hingga saat ini belum sadar " ucap salah satu penjaga di sana


" Tunggulah sebentar lagi juga bangun " jawab salah satu dari mereka sambil bermain game di ponselnya .


Bella yang mendengar obrolan kedua pria itu lalu berpura-pura kembali belum sadar .


" Tapi jika di lihat dari bodynya , seksi berisi " ucap pria itu .


" Jangan coba-coba . Itu milih Tuan jika lo berani di jamin lo bakal nyesel " ucap temannya lagi .


" Iya , memang cantik . Apakah masih belum sadar ? " tanya seorang pria kepada ke dua pria yang bertugas untuk menjaga Bella


Suara itu batin Bella

__ADS_1


__ADS_2