Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 37


__ADS_3

Jordan lalu melanjutkan langkahnya menuju ruangan Barra . Saat akan keluar dari lift .


bruk..


" Sorry " ucap seorang wanita yang baru saja menabrak Jordan karena fokus dengan ponselnya .


Jordan tidak menjawab hanya pergi begitu saja .


" Wah ganteng sekali lelaki itu , tapi sayang sombong . Kalau Tuan Barra tidak mau dia juga gak apa " ucap monika lalu berlalu dari sana .


Jordan sudah tahu model wanita seperti monika yang centil dan juga pemain lelaki . Meskipun Jordan dulunya pemain wanita dan sekarang masih mencoba untuk tobat karena sebuah perjanjian dengan Barra dan Reno. Jika Jordan masih menjadi pemain wanita maka Barra akan menjadikan Jordan orang paling miskin di dunia . Bahkan tidak ada yang akan menerima Jordan ketika melamar pekerjaan di manapun tempatnya . Mungkin sepele , tapi bagi Jordan Barra dan Reno adalah sahabat sekaligus keluarga baginya .


Kenapa membuat perjanjian seperti itu ? Karena ada seorang wanita yang mencoba menjebak Jordan , dan memberikan wanita yang sudah terkena virus menular . Untung saat itu ada bawahan Jordan yang berada di negara A yang memang bertugas membantu Jordan di sana . Dan saat itu Barra dan Reno sangat marah karena keteledoran Jordan .


" Astaga , ini ruangan Presdir atau kapal pecah " gerutu Jordan seraya mengambil kertas kertas yang berserakan .


" Apa lo sudah gak waras ? " tanya Jordan lagi sambil duduk di sofa ruangan di sana .


" Pulang aja sono " titah Jordan . Jordan memang terlihat seperti orang urakan juga suka pemain wanita tapi dia juga bisa bijaksana , terkadang .


" Urusan kantor biar gue yang urus " lanjut Reno yang baru masuk . Lalu membantu Jordan yang membersihkan berkas berkas yang berserakan di lantai .


Barra tak bergeming sama sekali dia hanya menatap ke arah luar jendela dalam ruangannya .Tangan kirinya dia masukkan di saku celananya dan tangan kanannya memegang satu batang rokok yang tidak pernah dia lakukan jika memang merasa sedang ada masalah .


" Ayolah Bar , jangan seperti ini " Jordan mendekat dan mengambil rokok di tangan Barra , meskipun sebenarnya takut . Kalau Reno tidak akan berani . Dia hanya menyaksikan kedua sahabatnya itu .


" Bella pasti ketemu " tambah Jordan lagi yang sebenarnya takut kalau Barra mengeluarkan bogem mentahnya .


" Keluar " tegas Barra yang masih menatap ke arah keluar sana


" Lo tahu saat setahun lalu Lo dan Bella pacaran . Kerabat Bella mana yang lo tahu " sahut Reno


" Bella dulu belum tahu siapa Lo tapi apa lo gak tahu kerabat Bella yang lain" tambah Reno lagi .


" Gak ada . Bukannya Lo yang paling tahu . Kalau keluarga Darmawan tidak akan membiarkan keluarganya di ketahui oleh siapapun . Bahkan mereka sangat hati hati jika akan melakukan perjalanan jika menggunakan pesawat umum . Maka dari itu dia sering menggunakan pesawat pribadinya . Dan anehnya lagi tidak ada yang bisa melacak atau mengikuti jejak perjalanan keluarga Darmawan " jelas Jordan panjang lebar . Lalu duduk di sofa di ikuti Reno .


Barra sedikit melunak dan ikut duduk di sofa bersama sahabatnya . Memijit pelipisnya di rasa pusing karena masalah yang di hadapinya . Barra lalu beranjak dari duduknya . Dia memutuskan untuk menuju ke apartemennya .

__ADS_1


" Mau kemana lo " tanya Jordan


" Bentar lagi ada meeting dengan janda gatel . Gue gak mau wakilin lo . Gue minta Sisil aja ya g datang " jelas Reno yang merasa geli dengan jatel itu .


" hemm " Barra hanya menjawab dengan dehemannya .


Jordan lalu sibuk dengan tap nya mencari tahu tentang Bella . Karena Barra sangat mencintai Bella , Jordan dan Reno tidak ingin jika Barra kembali seperti dulu waktu putus dengan Bella . Ke club dan mengurung diri .


Reno keluar ruangan Barra untuk menemui Sisil .


" Tolong nanti handle meeting dengan jatel itu " ucap Reno saat sudah berdiri di meja Sisil


" Jatel ? " tanya Sisil seraya memincingkan matanya .


" Janda gatel " jelas Reno dengan wajah kesalnya


" Owhh ... Tapi kenapa harus saya pak , saya masih punya banyak pekerjaan " gerutu Sisil . Jika dalam lingkup pekerjaan mereka akan berbicara formal .


" Karena saya harus handle kerjaan Tuan Barra " setelah mengatakan itu Reno berlalu dari hadapan Sisil.


" Dasar bilang aja gak mau ketemu tuh ulet keket" kesal Sisil


" Apa gue salah tempat " gumam Sisil .


" Gue tanya pelayannya aja degh "


" Hlo kok kamu yang datang ? Di mana pacar kamu itu ? " tanya Jatel itu dengan ketus


" Maaf bu , dikarenakan Tuan Barra tidak bisa datang saya yang di minta untuk menggantikan Tuan Barra dalam pertemuan ini " jelas lembut Sisil


" Bukan . Reno yang saya maksud . Pacar kamu "


" Pacar saya sedang sibuk Nona . Jadi saya yang menggantikannya untuk meeting . Saya juga tidak akan membiarkan kekasih saya untuk bertemu dengan wanita lain jika tidak ada saya yang mendampinginya " Ucap Sisil penuh penekanan .


" Apa bisa kita memulai meetingnya . Dan mohon maaf sebelumnya , Apa kita bisa memulai diskusi tapi tidak berada di ruangan yang menggelikan ini ? Jika orang tahu mungkin di kira kita tidak normal " lanjut Sisil karena sebenarnya malas dengan ulet keket ini .


Wanita itu lalu menghentakkan kakinya meninggalkan Sisil begitu saja . Dan memilih. ruangan lainnya . Sungguh sial batin wanita itu.

__ADS_1


Sisil dan perwakilan dari group L . Wanita itu selalu menampilkan wajah di tekuk . Sedangkan Sisil sudah malas dengan wanita yang ada di depannya ini .


****


Di sudut kota yang berbeda . Bella turun ke bawah melihat Anna yang sedikit curi curi pandang dengan Bisma yang sedang mengobrol dengan sang Oma .


" Kalau mau lihat deketan, ngapain harus ngumpet di sini kalau bisa lihat dari dekat " ucap Bella yang mengagetkan Anna


" Kakak " rengek Anna yang terkejut karena Bella tiba tiba berdiri di belakangnya .


" Ayok ke sana " Ajak Bella .


" Enggak , orang aku cuma mau duduk aja di sini . Ya pas aja kamu turun aku nengok ke sana " elak Anna


" Udah ayo ikut " lalu Bella menarik tangan Anna agar berdiri dari duduknya . Anna mengikuti langkah Bella dengan sedikit terseret .


" Oma " sapa Bella lalu duduk di samping sang Oma di ikuti Anna .


" Sini sayang , kenalin ini pak lurah di sini " jelas Oma


" Ini Bella kan ? " tanya Bisma dengan wajah yang nampak bahagia .


" Iya kak . Ini kak Bisma kan " tanya Bella ramah


" Iya , saya kira kamu lupa sama saya "


" Ya , sebenarnya lupa lupa ingat . Karena tadi Anna yang bercerita jadi keingat lagi " Jelas Bella


Bisma tersenyum kecut mendengar penjelasan Bella . Yang tadinya bersemangat karena Bella masih mengingatnya nyatanya Bella ingat dengannya karena Anna yang bercerita .


Sedangkan Bella yang mengatakan itu karena tidak enak dengan sang adik sepupu . Bella tahu kalau Anna memiliki rasa kepada Bisma .


" Kapan kamu tiba di sini ? " tanya Bisma menghilangkan rasa kecanggungannya .


" Baru saja kak . Tadi di jemput sama Anna " Bella selalu membawa Anna dalam setiap topik pembicaraanya..


" Oma Bella ke atas dulu ya " Pamit Bella lalu beranjak dari duduknya . Tujuannya hanya mendekatkan Anna dan Bisma .

__ADS_1


Anna tadinya ingin ikut Bella tapi sang Oma seakan tahu , dan mencegah Anna yang tadinya mau beranjak dari duduknya.


__ADS_2