Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 41


__ADS_3

" Baiklah sesuai permintaan bapak , jika bapak memaksa saya akan tetap berada di sini " dengan tersenyum penuh kemenangan


Sisil kembali melanjutkan pekerjaannya . Sebenarnya dia juga penasaran di mana Bella berada tapi Sisil tahu pasti Bella akan ke rumah Oma . Karena Bella begitu dekat dengan Oma sejak kecil .


***


Raya sangat bahagia ketika mendengar Bella meninggalkan Barra . Raya merancang segala rencana untuk mendapatkan Barra .


" Gue harus mendapatkan apa yang gue inginkan . Apa pun itu . Hahahaaa " tawa Raya menggelegar di ruangan yang saat ini dia tinggali


Raya melajukan mobilnya menuju perusahaan Barra . Dia mencoba untuk menemui Barra kembali . Sebab setiap dia mendatangi kantor Barra , Barra tidak ada di sana .


" Waww ... Jodoh tak akan kemana . Siap siap sayang kita akan bertemu dengan Oma dan Opamu " Raya segera merapikan penampilannya dan turun dari mobil , setelah mobil yang di tumpangi sampai di peeusahaan Barra .


" Permisi tante " sapa Raya sok kenal


" Kamu siapa " tanya Bunda Hanna seraya mengerutkan keningnya .


" Saya kekasih Barra tante dan sekarang saya sedang mengandung cucu tante yang berarti anak Barra " ucap Raya tanpa rasa malu


" Owh .. Jadi kamu yang mengirim foto itu ? Apa benar ini anak Barra ?" tanya Bunda Hanna lagi


" Iya tante , tentu saja ini anak Barra " jawab Sungguh sungguh Raya


" Baiklah . Nanti malam kita ketemu di restoran Xx ham 7 malam " ucap Bunda Hanna lalu masuk ke dalam peeusahaan .


" Ayo yah " ajaknya kepada sang suami.


Ayah Arga hanya diam saja tak menanggapi wanita yang mengaku mengandung cucunya itu . Di sisi lain jika memang wanita itu mengandung cucunya ,Apa bisa ia menerimanya.


Raya segera berlalu dari sana dengan perasaan berbunga-bunga . seakan mendapatkan lampu hijau.


" Sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya . Sayang bersabarlah kamu akan bertemu dengan papamu " ucap Raya dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya dan juga mengelus perut yang sedikit membuncit .


*tok tok tok


'Seseorang* mengetuk pintu kaca mobil Raya . Raya terkejut melihat seseorang yang mengetuk pintu kaca mobilnya .


" Buka pintunya kita perlu bicara " ucap seseorang itu .


" Tidak aku tidak mau " ucap Raya ketakutan


Raya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Meninggalkan orang tersebut .


" Sialan. Dasar wanita tak tau diri murahan " umpatnya penuh kekesalan


" Awas kamu Raya aku tidak akan membiarkan kamu begitu saja " ucapnya lagi


* * *


Bella merebahkan tubuhnya di kasur king sizenya . Beberapa minggu di kediaman sang Oma , Bisma selalu saja mencoba untuk mendekatinya . Bella merasa tidak nyaman dengan hal itu , karena Ayu adik sepupunya seperti memiliki rasa kepada Bisma. Apalagi Bella dudah memiliki Barra , meskipun saat ini terjadi selisih paham .


" Non, permisi di panggil sama Oma . Katanya ada tamu " ucap Bibi di sana

__ADS_1


" Iya bi , sebentar lagi saya turun " teriak Bella


Bella segera bergegas untuk turun ke bawah . Bella juga merasa penasaran siapa tamu itu .


" Oma , siapa tamunya gak ada " ucap Bella seraya celingukan ke kanan dan kiri . Mencari siapa tamunya .


" Gimana kabar lo ? " sapa seorang pria


" Kok lo tahu gue di sini ? " bukannya menjawab tapi malah melontarkan pertanyaan kembali


" Gak penting . Seneng lo di sini ? " tanyanya lagi


" Apaan sih Dim , gaje deh " ya tamu itu adalah Dimas . Ketika Jordan dan Fadli menemuinya , Dimas segera menyelesaikan pekerjaannya untuk menemui Bella . Dan juga bertanya dengan Papi Edo , Apa benar Bella berada di kediaman Omanya .


Bella duduk di kursi panjang diikuti oleh Dimas yang duduk di kursi single . Sedangkan Oma memilih meninggalkan kedua anak muda tersebut . Tidak mau ikut campur pikirnya .


" Kenapa lo di sini " tanya Dimas


" Apa perlu gue jelasin , Dan sepertinya tidak perlu karena lo pasti sudah tahu jawabannya . Jika tidak , tidak mungkin lo sampai ke sini nemuin gue " jawab Bella sendu


" Seharusnya lo hadapi bareng bareng sama Barra , bukannya kabur kayak gini . Apalagi kalian baru saja lamaran ya meskipun belum resmi . Tapi masalah yang dulu lo bisa buat pelajaran " nasehat Dimas


" Lo kayak baru kemaren aja kenal papi , gue belum sempat nolak udah siap semua keperluan kabur gue " jelas Bella bersungut sungut


" Ya terserah lo . Barra juga saat ini tidak pernah ke kantor semenjak lo ngilang . Kemaren sebelum gue mutusin untuk ke sini gue lebih dulu datang ke apart milik Barra , kasian juga dia "ucap Dimas seraya tersenyum kecil


" Gue harus gimana ? " tanya Bella merasa kasian juga dengan Barra


" Lo harus ...


" Suruh masuk saja mbok " ucap Oma yang sebenarnya dari tadi menguping pembicaraan ke dua sahabat kecil ini


" Baik nyah , kulo nuwun pamit " ucap mbok jum undur diri


Dimas cukup penasaran dengan pak Lurah ini yang tak lain sahabatnya dulu . Karena sama sama menyukai Bella keduanya menjadi renggang . Dimas tahu jika Bisma menjadi lurah di sini , karena Omanya yang memberi tahu .


" Selamat malam semuanya " sapa Bisma ramah


" Ada apa ya kak "


plak


" Aww ... Oma kok di geplak sihh . Kdrt deh " keluh Bella


" Lagian kamu ini , di suruh duduk juga belum udah tanya arep nopo , ra sopan " omel Oma Rahma


" Dih ra sopan opo , orang Bella cuma tanya " bela Bella sendiri


" Wes meneng . Duduk dulu nak Bisma , jangan di hiraukan cucu Oma "ucap Oma ramah


" Iya Oma , tidak apa apa " jawab Bisma sopan.


Bisma sedikit terkejut ketika melihat Dimas yang juga berada di sana . Karena tadi Bisma belum melihat Dimas di karenakan posisi duduk Dimas membelakangi Bisma.

__ADS_1


" Gimana kabar lo " sapa Dimas lalu menyalami Bisma .


Dimas lebih dulu menyapa karena baginya itu hanya masa lalu . Lagian saat ini hati Bella sudah untuk Barra sepenuhnya . Meskipun jika nanti Barra kembali menyakiti Bella , Dimas orang pertama yang akan melindungi Bella .


" Baik " jawab singkat Bisma yang masih merasa sedikit canggung .


Apa mereka pacaran batin Bisma , yang sejak melihat Dimas yang juga berada di sana bergelut dengan pikirannya sendiri .


Dimas menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tanpa ada niatan untuk bertanya lagi.


" Mbok tolong ambilkan minum ya " pinta Oma


" Njeh nyah "


Oma tahu kecanggungan di antara ke tiga anak muda ini .


" Ada perlu apa nak lurah ? " tanya Oma karena malam malam begini datang ke rumah . Dan di jam kantor entah beralasan untuk mengecek data sensus atau hal lainnya pasti berkunjung kerumah , di karenakan ada Bella di sini . Oma menyadari hal itu , tapi ya bagaimana lagi biarlah itu urusan anak muda .


" Saya sebenarnya ingin meminta ijin untuk mengajak Bella keluar Oma . Tapi sepertinya Bella sedang ada tamu " jelas Bisma .


" Bella sudah ada janji sama saya , iya kan Bel ? " ucap Dimas.


Padahal Dimas dan Bella sama sekali tidak ada janji. Bahkan keduanya baru saja bertemu . Bella menoleh ke arah Dimas seakan memprotes pernyataan Dimas tadi .


Dimas acuh dan tenang seakan abai dengan Bella yang melihat ke arahnya . Karena masih banyak pertanyaan dan juga hal yang harus segera di luruskan .


" Emm .. Ya . Gue udah ada janji sama Dimas " ucap Bella sedikit gagap .


" Baiklah mungkin lain kali saja " ucap Bisma seraya memaksakan senyumnya.


" Oma saya dan Bella pergi keluar sebentar apa boleh " ijin Dimas


" Silahkan tapi jangan terlalu malam pulangnya " ucap Oma memberi ijin


" Tunggu , Bella ganti baju dulu . masa keluar pakai baju kek gini " karena Bella memakai piyamanya .


" Selamat malam semua " Teriak Ayu yang baru saja pulang .


" Kok kamu baru pulang ?" tanya Bella yang tadinya hendak naik ke atas untuk berganti pakaian .


" Iya lembur , Wah ada kak Dimas juga . Kapan sampai ? " tanya Ayu lalu berjalan menghampiri Dimas yang menunggu Bella untuk berganti baju .


" Baru sampai . Kenapa lembur ? " tanya Dimas


" Iya soalnya ada pengiriman barang yang harus segera di ekspor ke luar negeri " jelas Ayu seraya merenggangkan ototnya karena di rasa lelah .


" Mandilah dulu , setelah itu turun dan makan bersama nak Bisma dan Oma "


" Kok bertiga , terus kak Bella mau kemana ? Terus kak Dimas " tanya Ayu penasaran


" Mereka mau makan di luar sepertinya . Biarkan mungkin karena lama tidak bertemu " tutur Oma lembut .


" Maaf Oma sepertinya saya pulang saja . Karena ini juga masih ada pekerjaan yang belum selesai " tolak Bisma lembut .

__ADS_1


" Gimana kalau kita keluar berempat saja " putus Ayu


__ADS_2