
" Baiklah sesuai permintaan bapak , jika bapak memaksa saya akan tetap berada di sini " dengan tersenyum penuh kemenangan
Sisil kembali melanjutkan pekerjaannya . Sebenarnya dia juga penasaran di mana Bella berada tapi Sisil tahu pasti Bella akan ke rumah Oma . Karena Bella begitu dekat dengan Oma sejak kecil .
***
Raya sangat bahagia ketika mendengar Bella meninggalkan Barra . Raya merancang segala rencana untuk mendapatkan Barra .
" Gue harus mendapatkan apa yang gue inginkan . Apa pun itu . Hahahaaa " tawa Raya menggelegar di ruangan yang saat ini dia tinggali
Raya melajukan mobilnya menuju perusahaan Barra . Dia mencoba untuk menemui Barra kembali . Sebab setiap dia mendatangi kantor Barra , Barra tidak ada di sana .
" Waww ... Jodoh tak akan kemana . Siap siap sayang kita akan bertemu dengan Oma dan Opamu " Raya segera merapikan penampilannya dan turun dari mobil , setelah mobil yang di tumpangi sampai di peeusahaan Barra .
" Permisi tante " sapa Raya sok kenal
" Kamu siapa " tanya Bunda Hanna seraya mengerutkan keningnya .
" Saya kekasih Barra tante dan sekarang saya sedang mengandung cucu tante yang berarti anak Barra " ucap Raya tanpa rasa malu
" Owh .. Jadi kamu yang mengirim foto itu ? Apa benar ini anak Barra ?" tanya Bunda Hanna lagi
" Iya tante , tentu saja ini anak Barra " jawab Sungguh sungguh Raya
" Baiklah . Nanti malam kita ketemu di restoran Xx ham 7 malam " ucap Bunda Hanna lalu masuk ke dalam peeusahaan .
" Ayo yah " ajaknya kepada sang suami.
Ayah Arga hanya diam saja tak menanggapi wanita yang mengaku mengandung cucunya itu . Di sisi lain jika memang wanita itu mengandung cucunya ,Apa bisa ia menerimanya.
Raya segera berlalu dari sana dengan perasaan berbunga-bunga . seakan mendapatkan lampu hijau.
" Sebentar lagi aku akan menjadi orang kaya . Sayang bersabarlah kamu akan bertemu dengan papamu " ucap Raya dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya dan juga mengelus perut yang sedikit membuncit .
*tok tok tok
'Seseorang* mengetuk pintu kaca mobil Raya . Raya terkejut melihat seseorang yang mengetuk pintu kaca mobilnya .
" Buka pintunya kita perlu bicara " ucap seseorang itu .
" Tidak aku tidak mau " ucap Raya ketakutan
Raya lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi . Meninggalkan orang tersebut .
" Sialan. Dasar wanita tak tau diri murahan " umpatnya penuh kekesalan
" Awas kamu Raya aku tidak akan membiarkan kamu begitu saja " ucapnya lagi
* * *
Bella merebahkan tubuhnya di kasur king sizenya . Beberapa minggu di kediaman sang Oma , Bisma selalu saja mencoba untuk mendekatinya . Bella merasa tidak nyaman dengan hal itu , karena Ayu adik sepupunya seperti memiliki rasa kepada Bisma. Apalagi Bella dudah memiliki Barra , meskipun saat ini terjadi selisih paham .
" Non, permisi di panggil sama Oma . Katanya ada tamu " ucap Bibi di sana
__ADS_1
" Iya bi , sebentar lagi saya turun " teriak Bella
Bella segera bergegas untuk turun ke bawah . Bella juga merasa penasaran siapa tamu itu .
" Oma , siapa tamunya gak ada " ucap Bella seraya celingukan ke kanan dan kiri . Mencari siapa tamunya .
" Gimana kabar lo ? " sapa seorang pria
" Kok lo tahu gue di sini ? " bukannya menjawab tapi malah melontarkan pertanyaan kembali
" Gak penting . Seneng lo di sini ? " tanyanya lagi
" Apaan sih Dim , gaje deh " ya tamu itu adalah Dimas . Ketika Jordan dan Fadli menemuinya , Dimas segera menyelesaikan pekerjaannya untuk menemui Bella . Dan juga bertanya dengan Papi Edo , Apa benar Bella berada di kediaman Omanya .
Bella duduk di kursi panjang diikuti oleh Dimas yang duduk di kursi single . Sedangkan Oma memilih meninggalkan kedua anak muda tersebut . Tidak mau ikut campur pikirnya .
" Kenapa lo di sini " tanya Dimas
" Apa perlu gue jelasin , Dan sepertinya tidak perlu karena lo pasti sudah tahu jawabannya . Jika tidak , tidak mungkin lo sampai ke sini nemuin gue " jawab Bella sendu
" Seharusnya lo hadapi bareng bareng sama Barra , bukannya kabur kayak gini . Apalagi kalian baru saja lamaran ya meskipun belum resmi . Tapi masalah yang dulu lo bisa buat pelajaran " nasehat Dimas
" Lo kayak baru kemaren aja kenal papi , gue belum sempat nolak udah siap semua keperluan kabur gue " jelas Bella bersungut sungut
" Ya terserah lo . Barra juga saat ini tidak pernah ke kantor semenjak lo ngilang . Kemaren sebelum gue mutusin untuk ke sini gue lebih dulu datang ke apart milik Barra , kasian juga dia "ucap Dimas seraya tersenyum kecil
" Gue harus gimana ? " tanya Bella merasa kasian juga dengan Barra
" Lo harus ...
" Suruh masuk saja mbok " ucap Oma yang sebenarnya dari tadi menguping pembicaraan ke dua sahabat kecil ini
" Baik nyah , kulo nuwun pamit " ucap mbok jum undur diri
Dimas cukup penasaran dengan pak Lurah ini yang tak lain sahabatnya dulu . Karena sama sama menyukai Bella keduanya menjadi renggang . Dimas tahu jika Bisma menjadi lurah di sini , karena Omanya yang memberi tahu .
" Selamat malam semuanya " sapa Bisma ramah
" Ada apa ya kak "
plak
" Aww ... Oma kok di geplak sihh . Kdrt deh " keluh Bella
" Lagian kamu ini , di suruh duduk juga belum udah tanya arep nopo , ra sopan " omel Oma Rahma
" Dih ra sopan opo , orang Bella cuma tanya " bela Bella sendiri
" Wes meneng . Duduk dulu nak Bisma , jangan di hiraukan cucu Oma "ucap Oma ramah
" Iya Oma , tidak apa apa " jawab Bisma sopan.
Bisma sedikit terkejut ketika melihat Dimas yang juga berada di sana . Karena tadi Bisma belum melihat Dimas di karenakan posisi duduk Dimas membelakangi Bisma.
__ADS_1
" Gimana kabar lo " sapa Dimas lalu menyalami Bisma .
Dimas lebih dulu menyapa karena baginya itu hanya masa lalu . Lagian saat ini hati Bella sudah untuk Barra sepenuhnya . Meskipun jika nanti Barra kembali menyakiti Bella , Dimas orang pertama yang akan melindungi Bella .
" Baik " jawab singkat Bisma yang masih merasa sedikit canggung .
Apa mereka pacaran batin Bisma , yang sejak melihat Dimas yang juga berada di sana bergelut dengan pikirannya sendiri .
Dimas menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tanpa ada niatan untuk bertanya lagi.
" Mbok tolong ambilkan minum ya " pinta Oma
" Njeh nyah "
Oma tahu kecanggungan di antara ke tiga anak muda ini .
" Ada perlu apa nak lurah ? " tanya Oma karena malam malam begini datang ke rumah . Dan di jam kantor entah beralasan untuk mengecek data sensus atau hal lainnya pasti berkunjung kerumah , di karenakan ada Bella di sini . Oma menyadari hal itu , tapi ya bagaimana lagi biarlah itu urusan anak muda .
" Saya sebenarnya ingin meminta ijin untuk mengajak Bella keluar Oma . Tapi sepertinya Bella sedang ada tamu " jelas Bisma .
" Bella sudah ada janji sama saya , iya kan Bel ? " ucap Dimas.
Padahal Dimas dan Bella sama sekali tidak ada janji. Bahkan keduanya baru saja bertemu . Bella menoleh ke arah Dimas seakan memprotes pernyataan Dimas tadi .
Dimas acuh dan tenang seakan abai dengan Bella yang melihat ke arahnya . Karena masih banyak pertanyaan dan juga hal yang harus segera di luruskan .
" Emm .. Ya . Gue udah ada janji sama Dimas " ucap Bella sedikit gagap .
" Baiklah mungkin lain kali saja " ucap Bisma seraya memaksakan senyumnya.
" Oma saya dan Bella pergi keluar sebentar apa boleh " ijin Dimas
" Silahkan tapi jangan terlalu malam pulangnya " ucap Oma memberi ijin
" Tunggu , Bella ganti baju dulu . masa keluar pakai baju kek gini " karena Bella memakai piyamanya .
" Selamat malam semua " Teriak Ayu yang baru saja pulang .
" Kok kamu baru pulang ?" tanya Bella yang tadinya hendak naik ke atas untuk berganti pakaian .
" Iya lembur , Wah ada kak Dimas juga . Kapan sampai ? " tanya Ayu lalu berjalan menghampiri Dimas yang menunggu Bella untuk berganti baju .
" Baru sampai . Kenapa lembur ? " tanya Dimas
" Iya soalnya ada pengiriman barang yang harus segera di ekspor ke luar negeri " jelas Ayu seraya merenggangkan ototnya karena di rasa lelah .
" Mandilah dulu , setelah itu turun dan makan bersama nak Bisma dan Oma "
" Kok bertiga , terus kak Bella mau kemana ? Terus kak Dimas " tanya Ayu penasaran
" Mereka mau makan di luar sepertinya . Biarkan mungkin karena lama tidak bertemu " tutur Oma lembut .
" Maaf Oma sepertinya saya pulang saja . Karena ini juga masih ada pekerjaan yang belum selesai " tolak Bisma lembut .
__ADS_1
" Gimana kalau kita keluar berempat saja " putus Ayu