Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 94


__ADS_3

" Apa lo gak punya tata krama . Permisi dulu kalau masuk rumah "


Barra dan Jordan menatap ke arahnya . Ya karena Jordan yang mengatakan itu . Padahal Tuan rumahnya sendiri biasa saja .


" Lo gak sadar ? Lo sendiri di sini juga cuma bikin rusuh . Pergi deh lo , katanya mau ke amrik . Gak usah balik sekalian. Udah cukup gue nampung lo " ucap Barra .


" Sialan lo . Gue juga kerja lagi bar . Jahat banget lo ma temen sendiri " ucap Jordan memelas


" Lo mau balik ke rumah bokap lo ?" tanya Reno ikut duduk dan mengambil piring lalu mengisi nasi dan juga teman-temannya


Bella hanya menggelengkan kepalanya melihat ke dua sahabat suaminya itu .


" Hem " jawab Jordan .


" Lo tadi mau ngomong apa? Katanya ada kabar . Apaan ? " tanya Jordan mengalihkan pembicaraan .


" Gue tadi habis dinner sama kedua orang tua Sisil " ucap Reno bangga .


" Gitu doang ?" ucap Bella yang dari tadi diam saja . Bella menyahut karena ini juga menyangkut sahabatnya


" Tidak " jawab Reno berubah lesu .

__ADS_1


" Ahhh rasanya aku sudah tidak nafsu makan lagi " ucap Jordan .


Bella memelototkan matanya . Karena Jordan sudah makan dua piring dan sekarang tidak nafsu . Ya jelas , karena sudah terlalu kenyang perutnya .


" Ya jelas sudah tidak nafsu . Semua makanan yang ada di meja ini sudah berada dalam perutmu semua " ketus Barra . Jengah menatap Jordan seraya mengelus perut kotaknya yang hampir buncit itu .


" Tidak ? " tanya Bella .


" Tentu saja juga ada Sisil dan juga mantannya yang selalu muncul di manapun aku dan Sisil berada . Oh Tuhan rasanya aku ingin membunuh pria tidak tahu malu itu " kesal Reno .


" Lalu Sisil ?" tanya Bella yang penasaran .


" Bersabarlah " ucap Bella .


" Gue sudah pesen tiket untuk ke Amerika . Gue pamit , sampaikan ke Bunda . Kalau gue gak bisa pamit langsung sudah malam " ucap Jordan yang sebenarnya merasa berat jauh dari orang terdekatnya . Tapi saat ini dia juga tidak bisa terus-terusan egois dan tidak mengalah . Jadi kali ini dia tidak akan menyerah untuk membuktikan siapa wajah asli istri barunya itu . Dan semua itu juga berkat Barra yang mengumpulkan banyak informasi tentang mamanya Raya .


" Gue ikut " teriak Reno .


" Sekalian antar ke bandara " ucap Jordan .


" Gue ikut " ucap Barra .

__ADS_1


" Terima kasih bos besar atas perhatiannya . Tapi tidak mengantar juga tidak apa . Yang terpenting tolong , ini " ucap Jordan seraya menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan nomor rekening Jordan sendiri .


Barra lalu merobek kertas itu .


" Sayang mau ikut ?"tanya Barra


" Tentu " ucap Bella .


***


Johan masih berada di ruang gelap itu , bahkan sudah dua hari Johan tidak di beri makan. Mereka melakukan itu untuk membuat Johan buka suara . Karena sudah beberapa hari ini Johan masih belum buka suara .


" Apa yang membuatmu takut ? " tanya Jack yang baru saja turun untuk melihat Johan .


" Apa kamu lebih memilih mati dari pada bersama keluarga mu ? " tanya Jack seraya memperlihatkan vidio anak kecil dan juga seorang wanita bermain di sebuah taman .


" Jangan sentuh mereka " teriak Johan .


" Wawww . Apa kamu lebih memilih bungkam dan mati sia-sia. Apa kamu tidak ingin melihat tawa anak laki-lakinu itu ? " ucap Jack seraya menyeringai .


" Yang menyuruhku adalah .

__ADS_1


__ADS_2