
" Apa lo gak punya tata krama . Permisi dulu kalau masuk rumah "
Barra dan Jordan menatap ke arahnya . Ya karena Jordan yang mengatakan itu . Padahal Tuan rumahnya sendiri biasa saja .
" Lo gak sadar ? Lo sendiri di sini juga cuma bikin rusuh . Pergi deh lo , katanya mau ke amrik . Gak usah balik sekalian. Udah cukup gue nampung lo " ucap Barra .
" Sialan lo . Gue juga kerja lagi bar . Jahat banget lo ma temen sendiri " ucap Jordan memelas
" Lo mau balik ke rumah bokap lo ?" tanya Reno ikut duduk dan mengambil piring lalu mengisi nasi dan juga teman-temannya
Bella hanya menggelengkan kepalanya melihat ke dua sahabat suaminya itu .
" Hem " jawab Jordan .
" Lo tadi mau ngomong apa? Katanya ada kabar . Apaan ? " tanya Jordan mengalihkan pembicaraan .
" Gue tadi habis dinner sama kedua orang tua Sisil " ucap Reno bangga .
" Gitu doang ?" ucap Bella yang dari tadi diam saja . Bella menyahut karena ini juga menyangkut sahabatnya
" Tidak " jawab Reno berubah lesu .
__ADS_1
" Ahhh rasanya aku sudah tidak nafsu makan lagi " ucap Jordan .
Bella memelototkan matanya . Karena Jordan sudah makan dua piring dan sekarang tidak nafsu . Ya jelas , karena sudah terlalu kenyang perutnya .
" Ya jelas sudah tidak nafsu . Semua makanan yang ada di meja ini sudah berada dalam perutmu semua " ketus Barra . Jengah menatap Jordan seraya mengelus perut kotaknya yang hampir buncit itu .
" Tidak ? " tanya Bella .
" Tentu saja juga ada Sisil dan juga mantannya yang selalu muncul di manapun aku dan Sisil berada . Oh Tuhan rasanya aku ingin membunuh pria tidak tahu malu itu " kesal Reno .
" Lalu Sisil ?" tanya Bella yang penasaran .
" Bersabarlah " ucap Bella .
" Gue sudah pesen tiket untuk ke Amerika . Gue pamit , sampaikan ke Bunda . Kalau gue gak bisa pamit langsung sudah malam " ucap Jordan yang sebenarnya merasa berat jauh dari orang terdekatnya . Tapi saat ini dia juga tidak bisa terus-terusan egois dan tidak mengalah . Jadi kali ini dia tidak akan menyerah untuk membuktikan siapa wajah asli istri barunya itu . Dan semua itu juga berkat Barra yang mengumpulkan banyak informasi tentang mamanya Raya .
" Gue ikut " teriak Reno .
" Sekalian antar ke bandara " ucap Jordan .
" Gue ikut " ucap Barra .
__ADS_1
" Terima kasih bos besar atas perhatiannya . Tapi tidak mengantar juga tidak apa . Yang terpenting tolong , ini " ucap Jordan seraya menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan nomor rekening Jordan sendiri .
Barra lalu merobek kertas itu .
" Sayang mau ikut ?"tanya Barra
" Tentu " ucap Bella .
***
Johan masih berada di ruang gelap itu , bahkan sudah dua hari Johan tidak di beri makan. Mereka melakukan itu untuk membuat Johan buka suara . Karena sudah beberapa hari ini Johan masih belum buka suara .
" Apa yang membuatmu takut ? " tanya Jack yang baru saja turun untuk melihat Johan .
" Apa kamu lebih memilih mati dari pada bersama keluarga mu ? " tanya Jack seraya memperlihatkan vidio anak kecil dan juga seorang wanita bermain di sebuah taman .
" Jangan sentuh mereka " teriak Johan .
" Wawww . Apa kamu lebih memilih bungkam dan mati sia-sia. Apa kamu tidak ingin melihat tawa anak laki-lakinu itu ? " ucap Jack seraya menyeringai .
" Yang menyuruhku adalah .
__ADS_1