Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 68


__ADS_3

Malam harinya di kediaman Barra dan Bella yang baru saja mereka tempati . Sudah di penuhi oleh orang terdekat dan juga keluarga dari Barra maupun Bella . Acara syukuran hanya di adakan sederhana . Dan di tambah pak rt di komplek itu , jika tetangga hanya yang dekat dari rumah Barra dan Bella saja yang di undang . Untuk yang lain sudah di hantar nasi dan juga makanan .


Acara pun berlangsung dengan hikmat . Para tamu undangan sudah ada yang pulang , tinggal keluarga dan juga sahabat sahabat dari Bella dan Barra .


" Alhamdulillah selesai juga acaranya " Ucap Bunda Hanna .


" Iya . Alhamdulillah semua lancar " ucap Mami Maya .


" Oma istirahatlah dulu di kamar . Ini sudah malam , biasanya Oma sudah istirahat " ucap Bella .


" Iya , sepertinya Oma sudah sedikit lelah " ucap Oma .


" Ayo Oma , Bella antar " Bella lalu berdiri dari duduknya membantu Omanya untuk ke kamar yang berada di atas . Bella mengantar Omanya dengan menggunakan lift . ( Orang kaya 😂)


Setelah kepergian Bella dan Omanya , semuanya melanjutkan mengobrol .


Di kamar sang Oma .


" Barra terlihat sangat mencintaimu dan juga menyayangimu . Dia memperlakukanmu seperti seorang ratu . Jadilah keluarga yang langgeng , damai , selalu bahagia . Jadikanlah rumah tangga kalian itu sebuah kebahagiaan , rumah tangga yang penuh cinta . Meskipun di dalam rumah tangga tidak mungkin jika akan berjalan selalu mulus dan sesuai apa yang kita inginkan . Namun pasti kadang ada kesalahpahaman dan sedikit kerikil yang menghiasi . Tapi Ona selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian berdua " ucap Oma menasehati cucunya itu .


Bella lalu berhambur kedalam pelukan Omanya . Bella menitikan air matanya , merasa sangat beruntung memiliki Oma yang selalu ada untuknya .


" Oma cuma minta satu . Segera buatkan Oma cicit . Oma ingin menggendong cicit Oma " ucap Oma .


" Iya Oma . Doakan ya " jawab Bella dengan sedikit isak tangisnya .


" Sudah sana turun . Pasti sudah di tunggu " ucap Oma seraya mengusap air mata Bella .


" Baiklah . Oma juga harus segera istirahat " ucap Bella lalu berdiri dan menyelimuti Omanya .


" Bella keluar Oma . Kalau butuh sesuatu bilang saja . Ini ada telepon yang bisa langsung terhubung ke Bella atau bibi di rumah ini " ucap Bella .


" Iya nak " ucap Oma Rahma .


Setelah mengatakan itu Bella lalu berjalan keluar kembali berkumpul dengan keluarganya yang lain .


" Bagaimana kalau kita bikin BBQ " usul Bianca .


" Sana yang muda saja . Bunda mengantuk mau tidur " ucap Bunda.

__ADS_1


" Ayo yah . Kita pulang " ajak Bunda


" Tidak menginap di sini saja " ucap Mami


" Enggaklah . Rumah cuma depan masa tidur di sini " ucap Bunda dengan tersenyum lucu .


" Ya gak papa bun . Lagian biar rame . Kalau pulang sepi " ucap Bianca .


" Tuh benar kata Bianca " ucap Mami.


" Iya bun . Ngapain pulang .Tidur sini saja " ucap Bella .


" Mami sama Papi juga tidur di sini " ucap Bella .


" Iya " ucap Mami seraya mengelus lembut pipi anak semata wayangnya itu .


Sebenarnya Mami Maya masih belum menyangka jika gadis kecilnya itu kini sudah berumah tangga .


" Ya sudah Bunda tidur di sini " ucap Bunda menyerah .


" Gitu dong " ucap Bianca .


" Nah kita kalau gitu main catur gimana ? " ucap Ayah Arga .


" Kita ke sana saja . Barra mana catur nya ? " tanya Papi Edo .


" Ini pi " ucap Barra . Yang sebelumnya tadi sudah di minta Papi Edo untuk mengambilkan catur untuknya.


Kedua besan itu lalu bermain catur di ruang keluarga . Sedangkan Bunda Hanna dan Mami Maya memutuskan untuk istirahat lebih dulu .


" Gass BBQ dong " ucap Bianca semangat .


" Kerja aja males malesan . Giliran makan no 1 " gerutu Barra kepada adiknya itu .


" Biarin .Aku kan cuma di suruh bantuin kakak . Kan nanti aku juga jadi ibu rumah tangga . Jadi aku di rumah ngurus anak gak usah mikirin kerjaan. Bikin pusing " keluh Bella .


" Kayak ada yang mau aja " cibir Reno .


" Dih , apaan sih kak , Ya adalah , kalau gak ada , ada kak Reno . Ya kan " ucap Bianca seraya mengedipkan matanya menggoda Reno.

__ADS_1


" Enggak . Gue gak suka bocil " ucap Reno begidik ngeri melihat tingkah adik sahabatnya itu .


" Sudah . Jadi enggak sudah malam ini . Kita ke taman belakang aja " ucap Bella menengahi perdebatan yang tidak akan ada ujungnya itu .


" Jadi dong " ucap Bianca .


Ayu , Sisil dan Reno bertanggung jawab dalam minuman . Barra , Bella , Bianca dan Dimas bertugas untuk menyiapkan makanan atau bagian memanggang .


Di taman belakang itu terdengar canda tawa dan juga obrolan receh mereka .


" Sayang sini biar aku saja " ucap Barra menggantikan Bella yang sedang memanggang .


" Gak papa , Aku aja " ucap Bella yang emang hobby memasak .


" Baiklah . Nanti kalau lelah bilang aku " ucap Barra .


Bella mengangguk seraya tersenyum .


" Dagingnya kalau kamu makan terus habis Ca " kesal Dimas . Karena Bianca dari tadi hanya makan saja .


" Habis Enak masakan kak Dimas " ucap Bianca dengan tersenyum tanpa rasa bersalah .


" Kamu ini cewek biasanya jaga pola makan . Ini dari tadi gak berhenti makan kayak satu tahun gak makan " ucap Dinas lagi .


" Dih jahat ih . Caca tuh suka aja sama masakan kak Dimas." bela Bianca .


" Udah jangan berantem nanti jatuh cinta " Ucap Bella .


" Dih enggak " ucap Dimas dan Barra .


" Kok kamu yang gak mau sayang ? Kamu juga suka sama Dimas . Lagian kamu mau rebutan sama adek kamu gitu " ucap Bella yang mengundang gelak tawa lainnya .


" Ih kakak gak normal ya ? " tanya Bianca polos.


" Iya , Kakak lo jeruk minum jeruk " ledek Reno .


" Sialan lo . Bulan besok lo gak gajian "kesal Barra kepada Reno.


" Bu bos yang terhormat . Yang maha baik dari segala galanya . Tolong katakan kepada pak bos supaya tidak memotong gaji karyawan sesuka hati ' ucap Reno yang meminta bantuan Bella .

__ADS_1


" Sorry gue telat "


Semua yang ada di sana lalu menoleh ke arah sumber suara .


__ADS_2