Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 47


__ADS_3

Pagi hati di kediaman Oma Rahma . Semua isi rumah masih di kamar masing-masing , tapi tidak untuk para maid di rumah Oma . Semuanya tengah sibuk menyiapkan masakan untuk sarapan para penghuni rumah .


" Selamat pagi Oma " sapa Barra yang tengah duduk di taman belakang Barra tidak bisa tidur karena terusr mikirkan Bella.


" Pagi " jawab Oma singkat .


" Di sini sangat nyaman Oma . Semuanya masih banyak yang alami " kata Barra sambil menatap lingkungan sekitar rumah Oma.


" Iya . Dulu waktu kecil Bella selalu bermain di taman ini . Taman ini juga yang membuat Bella kecil . Dia sangat menyukai tanaman , dan juga bunga mawar makanya kebanyakan di sini bunga mawar " tutur Oma lembut dengan senyum di wajahnya , sakan menerawang Bella waktu kecil.


" Dia gadis yang pandai , penurut , mandiri dan tidak pernah menyusahkan dari kecil . Jika dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri maka dia tidak akan bercerita dengan siapapun . Jikapun dia bercerita dia pasti tidak secara gamblang menceritakan semuanya hanya sebagian kecilnya saja . Dia sangat tertutup . Apalagi semenjak kehilangan kakeknya . Bella sangat sedih , karena dulu dia dan kakeknya sangat dekat . Bercerita dulu juga hanya dengan kakeknya , ya karena kakeknya itu sangat memanjakan cucunya yang satu ini . Karena kakeknya menyukai kepribadian Bella yang mandiri meskipun dulu dia masih kecil " tambah Oma lagi


Kini mereka sedang duduk di taman belakang rumah yang di buat oleh Bella .


" Iya . Dia gadis yang sangat mandiri , gadis yang apa adanya meskipun memiliki segalanya . Maka dari itu saya sangat mencintainya " ucap Barra tulus .


" Jagalah dia . Dia memang agak keras kepala tapi sebenarnya dia itu hanya ingin memberi waktu luang untuk dirinya sendiri . Dia akan bertindak jika dia sudah beberapa kali menimbang mana yang baik dan tidak . Jika dia sudah menerimamu mungkin itu sudah yang terbaik menurutnya "


" iya Oma . Saya akan menjaga dia melebihi apapun . Maafkan saya terlebih dari apa yang sudah saya perbuat, karena sudah menyakiti cucu Oma " ucap Barra dengan hati


Oma hanya menjawab dengan senyuman .


" Permisi nyah .. Sarapannya sudah siap " ucap mbok yem


" Baiklah . Panggil juga kedua cucuku " ucap Oma


Barra dan Oma berjalan menuju meja makan . Semua masakan sudah tertata rapi di atas meja tinggal menunggu Ayu maupun Bella .


" Pagi Oma " ucap Ayu lalu mencium pipi kanan dan kiri sang Oma.


" Dimana kakakmu ? " tanya Oma sambil menatap ke belakang Ayu


" Aku tidak tahu Oma , kan kita beda kamar " jelas Ayu


" Iya Oma tahu . Apa kamu tidak melihat ke kamarnya ? " tanya Oma lagi


" Tidak . Lagian nanti juga bangun sendiri " ucap Ayu yang masih belum sadar jika ada Barra di sana .


" Kamu ini . Calon suaminya menunggu dari tadi untuk sarapan "


" Calon suami dari Hongkong " ucap Ayu sambil memasukkan roti kedalam mulutnya

__ADS_1


plak


" Aww .. Oma ihh . Sakit tahu , main geplak aja deh sukanya " gerutu Ayu dengan mulut yang masih penuh


" Kamu ini . Main makan saja Oma sama Barra saja dari tadi duduk di sini belum makan bisa bisa main makan " kesal Oma


" Barra ? Mantannya Bella yang dulu ninggalin Bella ?!" tanya Ayu .


Karena penampilan Barra sekarang lebih dewasa dan macho , Berkarisma , yang jelas tambah tampan dan matang .


" Husss . Mulutnya " Ucap Oma


" Yaaa.. ini kak Barra ? " tanyanya lagi .


" Tambah ganteng ya " ucap Ayu polos


Barra hanya tersenyum sebagai jawaban . Barra dulu hanya mengenal Ayu sekilas jadi mereka tidak terlalu dekat .


" Permisi nyah . Non Bella tidak ada di kamar " ucap mbok yem


" Kemana dia ?"


" Paling juga joging sama kak Bisma " ucap Ayu lalu menyalami tangan sang Oma. Ayu mencoba memanasi Barra


Barra yang mendengar nama laki-laki merasa panas . Ingin sekali Barra lari dari sana dan mencari Bella saat itu juga . Tapi Barra masih menghormati Oma .


Oma melihat Barra tenang tapi ada rasa kesal . Oma merasa senang juga karena Ayu mengatakan hal itu .


" Makanlah dulu nanti baru cari anak itu " ucap Oma


" Baik Oma " ucap Barra patuh


Padahal Oma hanya mengerjainya saja melihat apakah Barra menurutinya atau segera pergi .


" Oma maaf saya mau keluar sebentar untuk mencari Bella " ucap Barra setelah menghabiskan makanannya


" Dia biasanya ada di taman dekat sini " ucap Oma memberi tahu


" Baik Oma terima kasih "


Barra segera melajukan mobilnya menuju taman yang di sebutkan oleh Oma tadi . Ada perasaan takut jika Bella pergi dengan laki laki lain .

__ADS_1


" Awas aja kamu sayang kalau macam macam " kesal Barra


Setelah sampai di taman tempat Bella joging , Barra lalu mencari kesana kemari . Dan yang di cari ternyata sedang menyantap bubur ayam tak jauh dari Barra berada . Ketika Barra akan berjalan menghampiri Bella sudah lebih dulu ada sosok pria yang mendekatinya dan memberikan sebotol minuman mineral .


" Siapa pria itu ? " tanya Barra pada dirinya sendiri .


Beraninya mendekati wanitaku. batin Barra


" Sayang ! " teriak Barra saat dia sudah lebih dekat dengan Bella.


Semua yang ada di sana menatap ke arah Barra dengan kagum . Karena visual Barra yang bisa menghipnotis kaum hawa dalam sekejab . Karena saat ini banyak gadis gadis yang melakukan joging .


Bella kesal melihat tatapan haus para wanita itu . Tapi Bella menahannya supaya Barra tidak ke gr an .


" Kamu, aku cariin dari tadi malah di sini . Harusnya kamu jalannya nunggu aku " ucap Barra tapi matanya menatap tajam Bisma.


Bisma merasa kesal tiba-tiba ada pria yang menghampiri Bella . Dan apa tadi sayang ? Bikin panas kuping saja.


" Kamu ini kan lagi hamil jangan capek capek sayang , nanti anak kita kenapa-kenapa bagaimana ? " ucap Barra seraya mengelus perut rata Bella.


Bella cengo dengan apa yang dikatakan Barra baru saja . Bagaimana bisa Barra mengatakan hal seperti itu .


Bisma pasti mengira aku hamil duluan . Dasar Barra gila batin Bella kesal .


" Bella kamu dan dia ?" tanya Bisma bingung


" Saya suaminya . Ayo sayang kita pulang " Barra lalu menarik tangan Bella membawanya pulang .


Bisma terbengong melihat Bella di bawa oleh pria yang mengaku suaminya . Bisma tidak bisa berbuat apa -apa karena jika dia mengejar Bella pasti namanya akan jelek .Apalagi saat ini ada banyak orang yang sedang joging .


Barra dan Bella pulang ke kediaman rumah Oma dengan menggunakan satu mobil . Bella sebenarnya tidak mau tapi Barra lebih dulu menggendongnya .


Sungguh menyebalkan pikir Bella


" Kamu ini kenapa sih harus ngomong kalau aku lagi hamil . Bisma pasti mikir kalau aku hamil di luar nikah " kesal Bella


" Itu bisa terjadi kalau kamu gak mau nurut " ucap Barra tegas .


" Ini bukan jalan ke rumah Oma " ucap Bella yang menyadari mobil yang di tumpangi mereka tidak menuju kediaman Oma Rahma .


Barra hanya diam tidak menjawab pertanyaan Bella . Hanya fokus ke depan di jalanan .

__ADS_1


__ADS_2