
Pagi hati di kediaman Oma Rahma . Semua isi rumah masih di kamar masing-masing , tapi tidak untuk para maid di rumah Oma . Semuanya tengah sibuk menyiapkan masakan untuk sarapan para penghuni rumah .
" Selamat pagi Oma " sapa Barra yang tengah duduk di taman belakang Barra tidak bisa tidur karena terusr mikirkan Bella.
" Pagi " jawab Oma singkat .
" Di sini sangat nyaman Oma . Semuanya masih banyak yang alami " kata Barra sambil menatap lingkungan sekitar rumah Oma.
" Iya . Dulu waktu kecil Bella selalu bermain di taman ini . Taman ini juga yang membuat Bella kecil . Dia sangat menyukai tanaman , dan juga bunga mawar makanya kebanyakan di sini bunga mawar " tutur Oma lembut dengan senyum di wajahnya , sakan menerawang Bella waktu kecil.
" Dia gadis yang pandai , penurut , mandiri dan tidak pernah menyusahkan dari kecil . Jika dia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri maka dia tidak akan bercerita dengan siapapun . Jikapun dia bercerita dia pasti tidak secara gamblang menceritakan semuanya hanya sebagian kecilnya saja . Dia sangat tertutup . Apalagi semenjak kehilangan kakeknya . Bella sangat sedih , karena dulu dia dan kakeknya sangat dekat . Bercerita dulu juga hanya dengan kakeknya , ya karena kakeknya itu sangat memanjakan cucunya yang satu ini . Karena kakeknya menyukai kepribadian Bella yang mandiri meskipun dulu dia masih kecil " tambah Oma lagi
Kini mereka sedang duduk di taman belakang rumah yang di buat oleh Bella .
" Iya . Dia gadis yang sangat mandiri , gadis yang apa adanya meskipun memiliki segalanya . Maka dari itu saya sangat mencintainya " ucap Barra tulus .
" Jagalah dia . Dia memang agak keras kepala tapi sebenarnya dia itu hanya ingin memberi waktu luang untuk dirinya sendiri . Dia akan bertindak jika dia sudah beberapa kali menimbang mana yang baik dan tidak . Jika dia sudah menerimamu mungkin itu sudah yang terbaik menurutnya "
" iya Oma . Saya akan menjaga dia melebihi apapun . Maafkan saya terlebih dari apa yang sudah saya perbuat, karena sudah menyakiti cucu Oma " ucap Barra dengan hati
Oma hanya menjawab dengan senyuman .
" Permisi nyah .. Sarapannya sudah siap " ucap mbok yem
" Baiklah . Panggil juga kedua cucuku " ucap Oma
Barra dan Oma berjalan menuju meja makan . Semua masakan sudah tertata rapi di atas meja tinggal menunggu Ayu maupun Bella .
" Pagi Oma " ucap Ayu lalu mencium pipi kanan dan kiri sang Oma.
" Dimana kakakmu ? " tanya Oma sambil menatap ke belakang Ayu
" Aku tidak tahu Oma , kan kita beda kamar " jelas Ayu
" Iya Oma tahu . Apa kamu tidak melihat ke kamarnya ? " tanya Oma lagi
" Tidak . Lagian nanti juga bangun sendiri " ucap Ayu yang masih belum sadar jika ada Barra di sana .
" Kamu ini . Calon suaminya menunggu dari tadi untuk sarapan "
" Calon suami dari Hongkong " ucap Ayu sambil memasukkan roti kedalam mulutnya
__ADS_1
plak
" Aww .. Oma ihh . Sakit tahu , main geplak aja deh sukanya " gerutu Ayu dengan mulut yang masih penuh
" Kamu ini . Main makan saja Oma sama Barra saja dari tadi duduk di sini belum makan bisa bisa main makan " kesal Oma
" Barra ? Mantannya Bella yang dulu ninggalin Bella ?!" tanya Ayu .
Karena penampilan Barra sekarang lebih dewasa dan macho , Berkarisma , yang jelas tambah tampan dan matang .
" Husss . Mulutnya " Ucap Oma
" Yaaa.. ini kak Barra ? " tanyanya lagi .
" Tambah ganteng ya " ucap Ayu polos
Barra hanya tersenyum sebagai jawaban . Barra dulu hanya mengenal Ayu sekilas jadi mereka tidak terlalu dekat .
" Permisi nyah . Non Bella tidak ada di kamar " ucap mbok yem
" Kemana dia ?"
" Paling juga joging sama kak Bisma " ucap Ayu lalu menyalami tangan sang Oma. Ayu mencoba memanasi Barra
Barra yang mendengar nama laki-laki merasa panas . Ingin sekali Barra lari dari sana dan mencari Bella saat itu juga . Tapi Barra masih menghormati Oma .
Oma melihat Barra tenang tapi ada rasa kesal . Oma merasa senang juga karena Ayu mengatakan hal itu .
" Makanlah dulu nanti baru cari anak itu " ucap Oma
" Baik Oma " ucap Barra patuh
Padahal Oma hanya mengerjainya saja melihat apakah Barra menurutinya atau segera pergi .
" Oma maaf saya mau keluar sebentar untuk mencari Bella " ucap Barra setelah menghabiskan makanannya
" Dia biasanya ada di taman dekat sini " ucap Oma memberi tahu
" Baik Oma terima kasih "
Barra segera melajukan mobilnya menuju taman yang di sebutkan oleh Oma tadi . Ada perasaan takut jika Bella pergi dengan laki laki lain .
__ADS_1
" Awas aja kamu sayang kalau macam macam " kesal Barra
Setelah sampai di taman tempat Bella joging , Barra lalu mencari kesana kemari . Dan yang di cari ternyata sedang menyantap bubur ayam tak jauh dari Barra berada . Ketika Barra akan berjalan menghampiri Bella sudah lebih dulu ada sosok pria yang mendekatinya dan memberikan sebotol minuman mineral .
" Siapa pria itu ? " tanya Barra pada dirinya sendiri .
Beraninya mendekati wanitaku. batin Barra
" Sayang ! " teriak Barra saat dia sudah lebih dekat dengan Bella.
Semua yang ada di sana menatap ke arah Barra dengan kagum . Karena visual Barra yang bisa menghipnotis kaum hawa dalam sekejab . Karena saat ini banyak gadis gadis yang melakukan joging .
Bella kesal melihat tatapan haus para wanita itu . Tapi Bella menahannya supaya Barra tidak ke gr an .
" Kamu, aku cariin dari tadi malah di sini . Harusnya kamu jalannya nunggu aku " ucap Barra tapi matanya menatap tajam Bisma.
Bisma merasa kesal tiba-tiba ada pria yang menghampiri Bella . Dan apa tadi sayang ? Bikin panas kuping saja.
" Kamu ini kan lagi hamil jangan capek capek sayang , nanti anak kita kenapa-kenapa bagaimana ? " ucap Barra seraya mengelus perut rata Bella.
Bella cengo dengan apa yang dikatakan Barra baru saja . Bagaimana bisa Barra mengatakan hal seperti itu .
Bisma pasti mengira aku hamil duluan . Dasar Barra gila batin Bella kesal .
" Bella kamu dan dia ?" tanya Bisma bingung
" Saya suaminya . Ayo sayang kita pulang " Barra lalu menarik tangan Bella membawanya pulang .
Bisma terbengong melihat Bella di bawa oleh pria yang mengaku suaminya . Bisma tidak bisa berbuat apa -apa karena jika dia mengejar Bella pasti namanya akan jelek .Apalagi saat ini ada banyak orang yang sedang joging .
Barra dan Bella pulang ke kediaman rumah Oma dengan menggunakan satu mobil . Bella sebenarnya tidak mau tapi Barra lebih dulu menggendongnya .
Sungguh menyebalkan pikir Bella
" Kamu ini kenapa sih harus ngomong kalau aku lagi hamil . Bisma pasti mikir kalau aku hamil di luar nikah " kesal Bella
" Itu bisa terjadi kalau kamu gak mau nurut " ucap Barra tegas .
" Ini bukan jalan ke rumah Oma " ucap Bella yang menyadari mobil yang di tumpangi mereka tidak menuju kediaman Oma Rahma .
Barra hanya diam tidak menjawab pertanyaan Bella . Hanya fokus ke depan di jalanan .
__ADS_1