Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 73


__ADS_3

Hari sudah sore. Bella lebih dulu bangun dari tidurnya. Dan ternyata Barra juga ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya . Karena Barra sudah mewanti wanti Reno untuk tidak mengganggunya ketika sedang berlibur dengan Bella . Jika ada pekerjaan yang mendesak bisa minta tolong kepada Bianca juga Ayah Arga . Barra juga menggunakan kesempatan ini untuk istirahat . Dan Barra juga memanfaatkan waktu satu minggu ke depan ini sebaik mungkin .


Bella menatap Barra sebentar . Barra terlihat damai dalam tidurnya . Bella tidak ingin menganggu waktu tidur suaminya itu lalu memutuskan untuk membersihkan tubuhnya . Setelah berendam sebentar Bella memutuskan untuk berganti pakaian . Dan setelah membuka koper , betapa terkejutnya Bella . Di dalam koper itu hanya ada baju haram saja .


" Hah. Yang benar saja . Bagaimana bisa semua bajuku berubah seperti ini . Gila ini pasti kerjaan Bianca " ucap Bella kesal .


Lalu Bella mengambil ponselnya dan menghidupkannya . Dan terdapat pesan dari adik iparnya itu


Kak i'm sorry . Ini demi kelangsungan hidup yang damai . Hehe


tadi chaca salah masukin koper .


selamat bersenang senang .


semoga sukses buat debaynya supaya aku cepat jadi aunty .


Ya itulah isi pesan dari bianca . Bella menghela nafasnya kasar .Sungguh tega adik iparnya itu .


" Dasar bocah . Bisa bisanya ngerjain orang , awas kalau pulang " kesal Bella .


Bella lalu kembali membuka koper satunya lagi . Berharap akan ada baju barra yang bisa di pakai . Dan bersyukur Barra membawa kaos yang cukup besar jika di pakai Bella . Meskipun panjang kaos itu hanya sebatas paha .


" Kamu sudah bangun? " tanya Barra yang mencoba mengumpulkan kesadarannya .


" hemm .Kamu sudah bangun ? " tanya balik Bella .


" Apa kamu mencoba menggodaku ? " tanya Barra kepada Bella yang terlihat lebih seksi itu .


" Ini gara gara adik mu itu . Dia menukar koperku dengan baju haram " ucap Bella lalu menutup mulutnya .


" Bukankah itu lebih bagus " ucap Barra lalu menarik Bella kedalam pangkuannya . Dan Bella bisa merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana . Barra mencium leher jenjang Bella , mencium wangi tubuh Bella yang membuatnya nyaman jika di dekat Bella .


" Sayang jangan seperri ini " ucap Bella dengan suara yang seperti menahan sesuatu .


" Sebentar saja sayang " ucap Barra dengan serak dan suara beratnya .


Ya bagaimanapun mereka sudah dewasa dan sudah sah sebagai suami istri . Dan terlebih lagi mereka harus menunda karena tamu bulanan Bella yang datang di waktu yang tidak tepat .


Bella membiarkan suaminya melakukan yang dia mau . Bella juga tidak ingin mengecewakan suaminya yang begitu sabar menghadapinya .


Barra lalu melepaskan Bella . Barra juga tidak ingin tergesa gesa , Mereka juga Baru saja melewati perjalanan yang jauh . Mereka butuh tenaga untuk melewati malam nanti .


" Aku mandi dulu sayang , kamu tunggu di sini " ucap Barra lalu mengecup seluruh wajah Bella.


" Mandilah aku sudah siapkan air hangat untukmu " ucap Bella .


" Mau makan apa biar aku buatkan " ucap Bella sebelum Barra masuk ke dalam kamar mandi .


" Tugasmu di sini hanya melayaniku di kamar ini . Selain itu sudah ada yang mengurus " ucap Barra lalu masuk ke dalam kamar mandi


Pipi Bella lalu panas karena ucapan Barra yang tidak ada filternya itu .

__ADS_1


" Aih yang benar saja " ucap Bella lalu memegang kedua pipinya dengan ke dua tangannya .


Bella lalu melihat ke arah keluar jendela . Dari kamarnya saja bisa melihat hamparan laut luas yang sangat indah . Dan lebih bagusnya dia bisa melihat mata hari terbenam hanya dari kamarnya . Bella lalu keluar dari kamarnya dan menuju balkon kamarnya . Benar benar tempat yang indah , sepi tidak ada satu orangpun di pulau itu . Pulau yang bersih terawat . Bahkan viewnya juga bagus , pemilihan tempat yang sangat pas untuk bulan madu .


Cukup lama Bella berada di balkon sambil menunggu suaminya selesai mandi .


" Kamu sedang apa di sini ? " tanya Barra yang menghampiri istrinya dan memeluknya dari belakang


" Ini indah sayang . Bahkan dari sini kita bisa melihat matahari terbenam " ucap Bella lalu bersandar di dada bidang suaminya yang masih hanya menggunakan jubah mandinya


" Kamu suka ? " tanya Barra .


Bella mengangguk cepat .


" Ini untukmu . Kamu bisa kapan saja datang ke sini " ucap Barra yang masih memeluk Bella dari belakang.


" Serius ? " Bella lalu membalikkan tubuhnya ke arah suaminya . " Aku bisa mengajak Sis ke sini ? " tanya Bella antusias .


" Hem. . Siapapun boleh . Kecuali laki laki " ucap Barra tegas .


" Oke . Berarti aku juga tidak boleh mengajak kamu ke sini dong " ucap Bella lagi


" Itu beda sayang kita suami istri " ucap Barra dengan mencubit hidung Bella pelan .


Cup.


" Terima kasih suamiku " ucap Bella tulus .


" Katakan sekali lagi " ucap Barra yang merasa senang di panggil seperti itu .


" Sudah ayo makan dulu , nanti kita lanjut lagi " ucap Barra lalu mengusap bibir basah Bella .


plak .


" Ngomongnya "


" Kenapa memang ? Tujuan kita di sini untuk itu " ucap Barra tanpa rasa malu .


Bella lalu menutup mulut suaminya itu dengan tangannya . Sungguh jika ada orang yang mendengar pasti sangat memalukan .


" Sudah cukup ayo makan " ajak Bella .


Bella lalu masuk ke dalam kamarnya .


" Tunggu . Di sini tidak ada orang selain kita. lalu bagaimana kita bisa makan kalau aku tidak masak ? " tanya Bella penasaran .


" Sudah ayo "


Barra lalu mengajak Bella untuk duduk di sofa kamarnya . Dan tidak keluar kamar . Barra lalu memencet bel di dekatnya dan tidak lama ada seorang pelayan yang mengantar kan makanan untuk mereka .


" Di mana orang orang itu tinggal jika dari tadi di sini hanya ada kita berdua . Jika tinggal di beda tempat di mana mereka tinggal ? " tanya Bella .

__ADS_1


" Aa.. " Barra menyuapi makanan ke dalam mulut Bella .


" Kenapa kamu sekarang jadi cerewet sekali . Makanlah dulu . Dan kumpulkan tenagamu jangan buang buang tenaga hanya dengan pertanyaan tidak penting " ucap Barra tegas .


Bella lalu mengerucutkan bibirnya kesal dengan Barra yang kadang kadang menjengkelkan itu .


Mereka memakan makanan mereka dengan hening .


" Sayang apa malam ini kita akan jalan japan sebentar " tanya Bella setelah mereka selesai makan .


" Enggak . Kita tidak ada waktu untuk itu " ucap Barra .


" Mana bisa . Kita punya waktu satu minggu , bisalah kita jalan jalan " protes Bella .


" Sayang kita bisa lain kali ke sini lagi " ucap Barra lembut .


" Terserah " ucap Bella lalu menuju balkon tempat di kamarnya .


Barra mengikuti Bella dan memeluknya . Dagu Barra di letakkan di pundak Bella


" Masuk sayang di sini dingin " ajak Barra .


" Sebentar . Aku hanya ingin melihat lihat sebentar " ucap Bella .


" Baiklah " Barra kembali mengendur leher jenjang Bella . Bella merasakan sensasi berbeda dari perlakuan Barra . Bella hanya pasrah menerima sentuhan Barra .


Barra lalu pindah mencium bibir ranum Bella .Keduanya saling bertukar Silva . Ciuman Barra saat ini terasa berbeda dari sebelumnya , lebih lembut tapi juga menuntut .


Barra menggendong tubuh Bella seperri koala . Barra lalu membawa tubuh Bell kedalam . Karena angin di luar sudah mulai menusuk sampai ke tulang.


Barra lalu duduk di tepi ranjang . Kaos yang di pakai Bella sudah mulai tersingkap. Ciuman itu masih berlangsung . Hingga tubuh keduanya sudah sama sama polos . Kini Bella sudah di bawah kungkungan Barra .


Bella merasa malu karena Barra menatap Bella dengan tatapan yang entah ,


" Sayang jangan di lihatin " ucap Bella .


" Kamu cantik kalau seperti ini " barra lalu kembali mencium bibi Bella lagi .Tangan Barra sudah tidak tinggal diam lagi .


" Sayang aku mulai ya " ucap Barra .


Bella mengangguk dengan pipi yang sudah memerah dan juga takut sebenarnya .


" Jangan takut , Aku tidak akan menyakitimu " ucap Barra lembut mencoba menenangkan istrinya itu .


Dan terjadilah hal yang sudah lama di inginkan dan di nanti oleh Barra . Kelanjutannya hanya mereka berdua yang tahu .


Ketika sudah beberapa jam pergulatan panas itu terjadi . Barra berbaring di samping Bella . Barra lalu menutup tubuh polos bella .


" Apa masih sakit ? " tanya Barra


" sedikit " ucap Bella yang sudah lelah . karena Barra memiliki stamina yang entah datang dari mana

__ADS_1


" Tidurlah dulu , Nanti kita bisa lanjut lagi " ucap Barra menggoda bella . Ya sebenarnya barra masih bisa , tapi karena melihat istrinya yang sudah terlihat lelah Barra tidak ingin membuat istrinya kesakitan ataupun kelelahan .


" Terserah . Aku mau tidur " sebenarnya dalam hati bella menggerutu . Bagaimana bisa baru saja melakukan tapi Barra sudah membahasnya lagi .


__ADS_2