
tok tok tok
" Permisi saya mau ...
Tiba-tiba saja Sisil berhenti berbicara . Sedangkan lawan bicaranya masih menunggu apa yang akan di sampaikan Sisil . Cukup lama mereka diam masih dengan pemikiran mereka masing-masing .
Kemana dia? Kenapa Jordan yang ada di sini ? batin Sisil
Kenapa cuma diam saja ? Apa dia terpesona oleh ketampanan ku ?Tentu saja , wanita mana yang tidak terpesona oleh karisma ku yang tak akan pernah luntur ini . batin Jordan
" Apa anda akan diam saja di sana ?" tanya Jordan yang berbicara formal ketika di tempat kerja . Karena mereka memang tidak terlalu akrab .
" Oh itu . Saya di minta Tuan Barra untuk menyerahkan berkas ini ke pada Reno tapi.. " ucapan Sisil tidak dia lanjutkan .
" Tapi Reno tidak ada . Dia sudah resign . Dan saya yang akan menggantikan sementara waktu . Jadi persiapkan dirimu untuk pekerjaan yang menumpuk dan lembur kapanpun itu . Dan saya tidak mau berada di dalam pekerjaan yang begitu membuat saya pusing " ucap Jordan.
__ADS_1
" Resign ? Kapan ? Kok saya tidak tahu ?" tanya Sisil berturut .
" Kamu bosnya? Atau kamu pacarnya ?" ucap Jordan yang sebenarnya tahu cerita di antara dua anak manusia ini .
Reno , orang yang jarang mengungkapkan atau mengekspresikan perasaannya terhadap seseorang jika memang dia yakin . Ya seperti yang dia lakukan terhadap Sisil . Bahkan Reno rela berkunjung kerumah kedua orang tua Sisil hanya untuk bisa mendekati Sisil .
Tapi Sisil , wanita keras kepala dan sulit di dekati . Sisil sebenarnya mudah untuk jatuh cinta tapi karena mantan kekasihnya yang kini membuatnya trauma dan sedikit hati-hati jika ada pria yang mencoba untuk masuk lagi ke dalam hidupnya . Padahal ya tidak semua pria seperti Andre. Tapi rasa takut gagal yang lebih dominan sehingga membuat Sisil susah untuk mencoba untuk mempercayai sebuah hubungan .Apalagi dia bersama Andre sudah sejak kuliah dan sudah banyak rencana-rencana indah yang mereka persiapkan . Tapi karena perselingkuhan Andre semua itu hanya sebatas angan-angan .
" Hemm?" Jordan kembali bertanya kepada Sisil yang hanya diam saja..
Jordan hanya membiarkan Sisil pergi . Tapi Jordan kini tahu mungkin ada sesuatu diantara mereka sehingga membuat sahabatnya itu melarikan diri .
Jordan lalu membereskan beberapa pekerjaan yang di berikan oleh Barra . Setelah selesai Jordan memutuskan untuk ke rumah sakit karena akan ada operasi penting sehingga harus dia yang melakukannya .
Jordan berjalan menuju ruangan Barra . Baru saja membuka pintu ruangan Barra sudah terdengar suara yang membuat kelelakian Jordan yang telah lama padam bangkit lagi .
__ADS_1
" Ahhhh sayang ... Pelannhh pelannnhh ...ahh " ******* Bella terdengar di telinga Jordan .
" Iyaa sayang " suara berat Barra terdengar menjawab sang istri .
" Sialan lo Bar . Gue lo kasih pekerjaan dan lo enak-enakkan sama bini lo . Gini nih kalau bukan karena perjanjian sialan itu gue udah cari wanita " ucap Jordan lalu menutup pintu ruangan Barra cukup keras .
Jordan lalu menghampiri meja kerja Sisil untuk memperingatkan kepada siapapun itu untuk tidak masuk ke dalam ruangan Barra .
" Lo , emm siapapun jangan boleh masuk ke ruangan Barra . Kalau tidak paling kalian akan ikut pusing menahan sesuatu " ucap Jordan seraya memperagakan jarinya memutar tanda bahwa saat ini dirinya sedang merasa pusing akibat ulah Barra dan Bella .
Sisil hanya memincingkan matanya tanda tidak mengerti tapi dia menganggukkan kepalanya .
Jordan lalu berlalu dari sana seraya memijit tengkuknya .
" Cuma sabun yang ngerti gue saat ini " ucap Jordan
__ADS_1