
Karena Brian selalu merengek untuk di berikan adik . Oma dan opa nya dengan senang hati mendukung jagoan yang selalu mengisi rumah besar Barra . Brian kadang akan tidur di rumah bunda Hanna maupun di kediaman mami Maya . Brian juga menurut saja , tapi berbeda dengan Bella dia justru merasa kesal dengan suaminya . Bagaimana tidak , suaminya selalu membuatnya tidak tidur setiap malam .
Barra juga sudah mendatangkan dokter yang tak lain sahabatnya sendiri . Tapi dia meminta Jordan untuk membawa dokter wanita . Barra tentu tidak akan rela istrinya di sentuh oleh pria lain . Bagi Barra setelah memiliki anak aura kecantikan istrinya tambah terlihat . Dia kerap mendengar itu dari mulut sahabatnya sendiri . Siapa kalau bukan Jordan , jomblo cassanova yang sudah insaf .
" Kenapa cemberut ?" tanya Barra seraya memeluk istrinya yang masih dalam keadaan polos .
" Tanya saja pada dirimu sendiri " ketus Bella lalu memejamkan matanya .
Sudah lelah menghadapi suaminya yang tidak ada bosannya kalau masalah ranjang .Seperti mendapat kesempatan karena anaknya di cilik oleh oma dan opa nya . Dan itu juga karena akal-akal Barra saja yang selalu mencuci otak anaknya .
" Daddy katanya mau bikin dede bayi?" rengek Brian
" *Sayang kalau mau punya dede bayi , Brian jangan ganggu daddy sama mommy . Brian bobo di rumah aunty Bianca , oke "
" Oke , tapi daddy janji nanti dede bayinya harus jadi " ucap Brian polos .
Barra lalu menggendong anaknya dengan gemas .
" Iya , tapi semua butuh proses . Brian harus sabar . Nanti kalau punya dede bayi harus janji sama daddy buat jagain dede nya nanti " ucap Barra sungguh-sunggu .
Brian lalu mengangguk patuh . Brian sungguh sepeeti dirinya , meskipun usianya masih kecil tapi sudah bisa di bilang memiliki pemikiran dewasa* .
"Jangan marah dong ini juga permintaan anak kita " ucap Barra lembut .
__ADS_1
" Loh kok nangis ? Maaf sayang , aku tadi terlalu kasar ya . Apa sakit ini nya ?" tanya Barra seraya menyentuh inti milik Bella
Bella justru memukul dada bidang suaminya seraya tersenyum tapi juga semakin kencang menangisnya .
" Kok malah tambah kenceng . Sini coba aku lihat "
Barra segera memposisikan dirinya untuk melihat inti Bella
" Aku kangen Brian sayang " ucap Bella masih dengan tangisnya .
" Besok kita ketemu Brian sayang .Biasanya diantar papi kalau nggak kita yang jemput " Kini Bella sudah berada di pelukan Barra .
" Aku nggak mau anak kita tidur di rumah mami sama bunda lagi . Biarin Brian tidur di rumah , kasian " Bella tambah menangis
" Tahu ah .. Kamu jahat sama anak sendiri " Bella lalu memunggungi Barra .
" Jangan marah , nggak baik kalau tidur sambil marah " bujuk Barra .
" Awas jangan peluk-peluk . Kalau kamu peluk aku tidur di kamar Brian " ancam Bella .
Barra dengan cepat mengangkat kedua tangan seperti orang yang tertangkap .Dia hanya bisa menuruti istrinya yang sedang kesal . Tidak ingin membuat mood istrinya semakin buruk Barra memilih untuk tidak lagi menganggu istrinya .
" Selamat tidur sayang mimpi indah " Barra mencium kening Bella terlebih dahulu .
__ADS_1
………………………………
Di beda kota . Kini sedang berkumpul dua keluarga besar dari Ayu dan juga Bisma . Bisma melamar Ayu , itu atas keinginan orang tuanya yang sudah ingin memiliki cucu . Bisma selalu di kejar dan di berondong pertanyaan oleh mamanya kapan dan kapan . Sedangkan Bisma tidak memiliki kekasih . Dia hanya dekat dengan Ayu .
Bisma juga menyadari jika sejak lama Ayu memiliki perasaan terhadapnya tapi dia hanya menyukai Bella saat itu .
" Kita adakan saja satu bulan lagi " ucap mama Bisma yang memang paling begitu antusias dalam pernikahan Ayu dan anaknya .
Ayu adalah anak baik . Apalagi dari keluarga Oma Rahma yang bisa di bilang keluarga terpandang di desanya .
" Bagaimana nak ?" tanya ayah Ayu dengan lembut .
Mereka tidak ingin memaksakan anak-anaknya . Tidak ingin nantinya akan berakibat yang tidak baik .
" Aku nurut sama ayah aja bagaimana baiknya " jawab lembut Ayu dengan senyum malu-malunya .
Apakah mereka bahagia ?
Bagaimana kelanjutannya ?
Ikuti terus nya .
tinggalkan jejak plissssss ..
__ADS_1