Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 84


__ADS_3

" Tuan wanita ini masih belum sadar apa kita harus membangunkannya ? " tanya pria yang bertugas menjaga Bella .


" Seharusnya dia sudah bangun . Tidak perlu di bangunkan nanti juga bangun sendiri . Kalian keluarlah sebentar aku rasanya ingin mencicipi tubuh wanita cantik ini " ucap pria itu .


Sialan aku tidak akan membiarkan pria brengsek itu menyentuhku sedikitpun . Ya Allah tolong aku . Apa yang harus aku lakukan ? batin Bella gelisah .


" Mau bangun sendiri atau kamu mau pura pura tidur selamanya ? " tanya pria itu .


Bella lalu mengangkat kepalanya seraya menatap tajam pria itu . Pria itu tersenyum smirk , melihat keterkejutan di mata Bella . Meskipun Bella tidak menunjukkannya tapi dapat terlihat oleh Johan .


" Hay sayang , apa kabarmu ? " ucap Johan hendak menyentuh wajah Bella namun Bella menghindarinya .


" Jauhkan tangan kotor mu itu " ucap Sengit Bella .


" Hahahhaha, mulutmu itu sungguh tajam masih sama seperti dulu " ucap Johan .


Bella sangat malas menjawab ucapan pria di hadapannya itu .


" Sepertinya setelah menikah tubuhmu semakin menggoda saja . Saat ini hanya ada kita berdua di sini . Apakah ingin bermain sebentar " ucap Johan dengan nada yang sudah mulai berubah .


Johan dan Bella saat itu bertemu di sebuah bandara ketika Bella turun dari pesawat begitu juga dengan Johan . Dan karena buru-buru waktu itu Johan tidak sengaja menabrak Bella . Dan Johan kagum ketika pertama kali melihat sosok ayu dan anggun dari Bella . Saat itu Johan yang termasuk bisa menjadikan model-model dapat naik daun hingga benar-benar di kenal orang ya dengan iming-iming menjanjikan . Johan waktu itu juga menawarkan kepada Bella dengan bentuk tubuh yang indah dan juga wajah sempurna pasti Bella akan langsung bisa terkenal . Johan tidak tahu saja bahkan tanpa dia jika Bella ingin pasti sudah terkenal .


Johan lalu mengajak Bella mengobrol sebentar di sebuah kafe , hingga Johan bertindak seperti pria kurang ajar terhadap Bella , dan saat itulah Bella tidak ingin lagi bertemu pria seperti itu . Baru juga kenal sudah ngajak tidur , memangnya Bella kekurangan uang .


" Jangan harap kamu bisa menyentuhku " teriak Bella


plak


" Ini untuk perempuan sombong sepertimu . Kamu sekarang mungkin bisa sombong tapi kamu lihat di sini tidak ada suamimu ataupun orang lain . Hanya kita berdua " ucap Johan lirih di telinga Bella .


Johan lalu mendekat ke arah bella hendak mencium Bella .


Brak


" Menjauhlah dari istriku " teriak Barra lalu mendekati Johan menghajarnya hingga membabi buta tanpa ampun .


" Stop Barra kamu akan membunuhnya " teriak Bella dengan berurai air mata . Dia tidak pernah melihat Barra sampai semarah itu .


" Cukup Barra , sudah aku takut . Kamu akan membunuhnya " ucap Bella lagi dengan isak tangisnya karena Barra tidak menghiraukan teriakan Bella .


Ketika melihat sang istri menangis Barra lalu menghentikan aksinya .


Sedangkan diluar sana sudah ada Jordan dan juga jack yang menghabisi lawannya tak tersisa . Bagaimana mungkin mereka bis melawan orang pilihan dari Barra dan juga keluarga Darmawan itu . Namun tiba-tiba


Dor dor dor .


Terdengar suara tembakan dari lantai atas dimana Bella dan juga Barra berada . Jordan dan juga Jack segera lari ke sumber suara . dan juga

__ADS_1


dor


Sebuah tembakan mengenai kaki Jack , ternyata masih ada orang yang masih sadar dan memegang senjata yang dia sembunyikan . Dan Jack terduduk karena tangannya masih berpengangan pada tembok .Sedangkan pria yang menembak Jack lalu di singkirkan oleh pengawal Barra sebelum bertindak yang lebih lagi.


" Kau tidak apa ?" tanya Jordan lalu membantu Jack


" Pergilah dan selamatkan mereka . Aku akan membalut kakiku dulu " ucap Jack .


" Baiklah . Kalian tolong bantu dia dan yang lain ikut aku " ucap Jordan .


" Baik " ucap Para pria baju hitam nan tampan tampan itu . Entah kenapa mereka semua bisa tampan tampan .


Para pengawal jack lalu mendekatinya .


" Tolong ambilkan pisau yang ada di kotak itu . Aku harus segera mengeluarkan peluru ini " ucap Jack .


" Biar aku yang melakukan " ucap Jin yang juga berada di sana .


" Baik lakukan . Sebenarnya aku bisa melakukannya sendiri " ucap Jack .


" Kita sekarang sudah menjadi keluarga. Jadi kita akan saling membantu " ucap Jin sedangkan Jun ikut masuk bersama Jordan .


" Tuan Jack adalah orang yang kuat bahkan dulu dia pernah bertarung dengan seekor singa . Aih jika mengingat itu rasanya sulut di percaya " ucap Mike


" Aku percaya " ucap Jin .


" Sudah segera lakukan " ucap Jack yang tak ingin mendengar cerita tentangnya lagi .


" Jangan mendekat " ucap Jordan dengan wajah yang hampir tidak bisa di kenal i itu .


Jordan dan yang lainnya berada fi depan pintu masuk ruangan itu .


" Jika sampai kalian mendekat aku akan menembak wanita ini " ucap Johan dengan senyum tipisnya .


Bella menangis melihat Barra yang berlumuran darah , bahkan kemeja putihnya kini berubah merah . Bukan karena takut karena di todong senjata tapi takut jika terjadi sesuatu terhadap Barra .


" Sudah jangan menangis aku tidak apa-apa " ucap Barra tersenyum dan juga menahan sakit pada tubuhnya .


Bella hanya mengangguk dan masih dengan air mata yang terus mengalir .


" Hahahah drama yang sangat indah " ucap Johan juga menahan sakit di sekujur tubuhnya karena Barra benar-benar kehilangan akal jika menyangkut Bella .


" Uhuk uhuk " johan terbatuk-batuk .


" Biarkan aku keluar dari sini , dan menyingkirkan . Kalau kalian tidak menyingkir aku akan membunuh wanita ini " Bella di sekap oleh Johan padahal Johan sendiri untuk berjalan saja sulit .


" Jangan macam-macam . Sampai istri gue terluka sedikitpun gue akan bunuh lo saat itu juga " ucap Barra berdiri dengan sempoyongan .

__ADS_1


" Hahaha .. uhuk uhuk uhuk . Lo aja udah hampir mati " Johan lalu mengarahkan pidtol ke arah Barra dan hendak menembaknya .


Bella lalu diam-diam kontak mata dengan Jack yang juga sudah berada di sana . Kakinya dia balut menggunakan bajunya . Keduanya seakan berbicara melalui mata . Jack mengangguk lalu berjalan ke depan .


" Gue bilang stop jangan maju " teriak Johan ketika melihat Jack melangkahkan kakinya . Sehingga pistol yang tadinya mengarah kepada Barra beralih ke arah Jack .


Bella lalu mengunci kaki Johan sehingga Johan ambruk terjatuh . Dan di saat itulah Jack begitu juga lainnya menahan Johan supaya tidak lepas .


" Wanita sialan . Beraninya kamu " Setelah Johan di sekap oleh Jordan dan Jack .Pistol yang tadi di bawa oleh Johan sudah di bawa Jack .


Barra lalu mencekik leher Johan dengan kuat hingga Johan terbatuk-batuk .


" Sudah sayang , Jangan ! Kamu mau menjadi pembunuh ?" tanya Bella lembut . Ikat tali Bella sudah di lepaskan oleh Jun .


Bruk .


Barra terjatuh , darah akibat tembakan itu mengalir terus hingga membuat Barra kehilangan kesadaran .


" Barra bangun Barra . Aku mohon sayang " teriak histeris Bella .


" Jika sampai terjadi sesuatu pada Barra , akan ku bunuh kamu saat ini juga " ucap Bella dingin . Hingga pria-pria yang ada di sana merinding mendengar ucapan Bella .


" Cuih . Wanita sepertimu bisa membunuh ku . Dasar wanita sialan " teriak Johan .


Bella lalu menyerahkan Barra kepada Jun untuk di bawa turun terlebih dahulu .


Bella berdiri dan memukul Johan sampai pingsan . Semua pria itu terperangah dengan tindakan Bella . Tidak untuk Jack juga pengawal keluarga Darmawan . Bella memang ahli dalam bela diri .


" Jack, amankan dia . Ingat jangan sampai lepas " ucap Bella dingin .


" Setelah itu berobatlah . Aku akan menyusul Barra " ucap Bella .


Perjalanan yang ditempuh cukup jauh . Rumah sakit di sana hanya rumah sakit kecil . Tapi peluru pada tubuh Barra harus segera di keluarkan . Bella melepas jaketnya dan membalut lengan Barra begitu juga yang berada di atas dadanya Bella terus menekannya supaya darah itu tidak mengalir begitu banyak . Dengan linangan air mata Bella mencoba untuk kuat . Bella yakin jika Barra adalah pria yang kuat .


" Jangan menangis , ini bukan pertama kalinya Barra mendapat tembakan " ucap Jordan yang duduk di depan sebagai supir dan jack . Sedangkan Johan di urus oleh Mike dan pengawal lain dari keluarga Darmawan .


Bella kaget namun mencoba biasa saja .


" Sudahlah , dia tidak akan mati " ucap jack .


" Jika dia mati aku juga akan membunuhmu untuk menemaninya " ucap Bella yang kesal dengan ucapan jack .


" Kamu ini kalau marah semakin jelek bahkan keriput di wajahmu sudah mulai kelihatan " ucap Jack . Jack sengaja mengatakan itu , supaya Bella tidak terlalu memikirkan dan larut dalam kesedihan .


" Diamlah . Seperti ini kamu juga pernah menyukaiku " ucap Bella tanpa sadar jika ada Jordan dan juga suaminya yang belum sadarkan diri .


Jordan lalu menoleh ke arah Jack dan juga Bella bergantian .

__ADS_1


" Kasian kamu Bar " ucap Jordan kepada sahabatnya itu .


uhuk uhuk uhuk .


__ADS_2