Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 81


__ADS_3

Bella sedang menyiapkan makanan untuk makan malam bersama sang suami tercinta . Mbok yem sudah kembali lagi ke kediaman Bunda , karena mulai saat ini ada Inem pembantu baru yang akan membantunya dalam mengurus rumah .


" Nyonya muda kok suami saya sudah magrib belum ke sini ya , apa dia nyasar ya ? " ucap Inem gelisah .


" Kamu ini tadi juga gimana sih mbak . Kok gak sekalian di ajak ke sini " ucap Bella lembut .


" Sebentar coba saya hubungi pos satpam depan " ucap Bella lalu segera menghubungi petugas keamanan komplek yang berada di depan .


" Suami mbak sudah tidak ada di sana katanya . Dia sudah dalam perjalanan ke sini " ucap Bella


" Alhamdulillah semoga tidak terjadi apa-apa nyonya muda . Dia belum pernah ke kota " ucap Inem khawatir .


" Assalamualaikum " ucap Barra yang baru pulang dari kantor .


Bella lalu berjalan untuk menyambut suaminya .


" Waalaikumsalam " jawab Bella dengan senyum termanisnya


Barra lalu mencium kening Bella juga bibir Bella sekilas .


" Astagfirullah . Saya tidak lihat Tuan , sungguh " ucap seorang pria yang juga dengan gaya medoknya .


Bella lalu terkejut dan mendorong sedikit tubuh suaminya .


" Siapa dia ? " tanya Bella kepada Barra .


" Owh . Bapak ini katanya mau ke sini cari istrinya . Dan ya kebetulan tadi ketemu di jalan jadi sekalian bareng " jaeab Barra

__ADS_1


" Hemm . Bapak suaminya mbak Inem ya ?" tanya Bella .


" Iya mbak eh bu " jawabnya .


" Mbak .. Mbak Inem ini suaminya datang " teriak Bella .


" Alhamdulillah pakne , ko ngendi wae to ? " ucap Inem .


" Aku mau nonton bal-balan nk kono ro pak polisi nek pos " jawab Pak Totok dengan nyengir tak bersalah .


" Owalah malah nonton bola ki pie to . Aku ki khawatir hlo " ucap Inem lagi .


" Ya sudah kalian istirahat dulu , setelah itu ajak makan suaminya mungkin belum makan dari tadi " ucap Bella .


" Iya makasih . Ayo pak kita ke belakang " ucap Inem .


" Tadi itu suaminya nyonya Bella yo pak . Ganteng tenan yo . Yang satu cantik yang satu ganteng . Anak e pasti guanteng sama cuantik yo pak " ucap Inem .


" Iyo . Cantik ro ganteng , Mas e tadi ramah tenan " ucap Totok


" Y wes bapak mandi dulu , baru makan " ucap Inem .


" Iya buk "


Di kamar Barra dan Bella , Bella menyiapkan segala keperluan Barra dengan telaten .


" Sayang boleh minta tolong ? " ucap Barra

__ADS_1


" Apa ? " tanya Bella mendekat tanpa curiga .


Barra lalu menarik tangan Bella dan membuat keduanya terhuyung dan jatuh ke dalam bathub .


" Sayang aku sudah mandi " kesal Bella .


" Aku ingin " ucap Barra yang sudah mulai bermain ke sana kemari .


Bella hanya pasrah menerima perlakuan Barra . Barra memang lihai dalam memanjakan sang istri . Hingga tak terasa Bella sudah polos tanpa sehelai benangpun . Dan terjadilah pergulatan diantara ke dua sejoli itu . Suara-suara yang bisa membuat bulu kuduk merinding itu menggema di setiap ruang kamar mandi .


Sekitar satu jam akhirnya selesai juga . Bella lalu mengganti bajunya dengan piyamanya . Begitu juga Barra . Lalu mereka memutuskan untuk turun ke bawah untuk makan malam .


" Lihat itu pak , rambutnya basah . Dasar pengantin baru . Gak sabaran pasti itu yang cowok . Padahal tadi nyonya Bella sudah mandi " ucap Inem lalu tersenyum girang sendiri .


" Kamu ini , biarin orang sudah suami istri . Kita dulu juga begitu to " ucap Totok .


" Bapak ini kalau ngomong suka bener " ucap Inem dengan gaya centilnya .


" Sudah sana " ucap Totok mengusir istrinya , kalau tidak pasti akan kemana mana ngomongnya .


" Iya , eh tapi pak . Nanti malam kita juga itu ya " ucap Inem sebelum menghampiri majikan barunya .


" Kamu ini buk , sudah tua juga " ucap Totok lalu ikut membantu membereskan dapur sedangkan Inem menyiapkan makanan tadi yang belum di tata di atas meja .


" Sayang mau makan apa ? " tanya Bella .


" Sama aja sayang asal kamu yang masak " ucap Barra .

__ADS_1


" Kamu ini " ucap Bella lalu mengambilkan Barra lauk dan juga sayur .


__ADS_2