
" lepaskan aku !!!" teriak Anes yang saat ini sedang di bawa oleh Jack .
Barra sudah tidak mau ikut campur dengan wanita satu itu . Tidak mau berlama-lama , Barra segera menyerahkan Anes ke kantor polisi . Dan Barra hanya meminta Jack dan juga Jordan untuk mengurus semua masalah Anes . Barra saat ini hanya mau fokus untuk anak yang baru saja hadir dalam perut Bella dan juga Bella yang saat ini begitu manja kepadanya . Padahal dulu Bella pada dasarnya jarang sekali merengek untuk ini itu . Bella adalah wanita mandiri yang tidak ingin menyusahkan orang terdekatnya .
" Sudah diamlah . Telingaku sakit dari tadi mendengar teriakan mu " kesal Jordan yang memang dari tadi Anes selalu meronta untuk di lepaskan .
Bukti sudah di depan mata , semua bukti sudah dapat dipastikan bahwa Anes memang bersalah . Bahkan Anes juga terlibat dalam kejahatan lainnya . Dan semua itu begitu rapat Anes menutupinya .
Ayah Anes juga sudah berada di sana ketika mendengar jika anaknya masuk kedalam penjara . Tadinya sang ayah sempat tidak terima jika anaknya masuk kedalam jeruji . Tapi hakim sudah menjelaskan beserta bukti yang ada . Dan semua itu Anes tidak bisa lagi mengelak .
Kecewa ? tentu . Itu yang dirasakan Ayah Anes saat ini . Anak yang begitu dia banggakan ternyata dengan mudahnya menyakiti orang . Dan berniat merebut suami orang .
Setelah memasukkan Anes kedalam sel . Jordan dan Jack segera pergi dari sana . Menghadapi wanita itu sudah membuatnya muak dan lelah .
" Hari ini kita akan mengadakan pesta di hotel jogja milik Bella . Besok kita semua akan berangkat pagi " ucap Jordan .
Barra mengapresiasi kinerja orang-orangnya dengan mengadakan pesta kecil untuk mereka . Sebagai ucapan terima kasih .
" Ini pasti akan menyenangkan " ucap Mike .
" Barra sudah mengatur semuanya . Sebagai rasa terima kasih kepada kalian semua " ucap Jordan mewakili sahabatnya .
Mereka mengangguk mengerti . Bekerja dengan keluarga sultan membuat mereka selalu dalam keadaan cukup . Bahkan kedua keluarga besar itu sama sekali tidak memandang jika mereka itu bawahannya . Yang ada mereka selalu menganggap mereka itu keluarga mereka .
***
__ADS_1
Sisil dari tadi menghubungi Bella , karena hanya Bella yang tahu dimana Reno . Barra suami Bella adalah sahabat Reno pasti dia tahu kemana tujuan Reno .
Sedangkan di sebrang sana , sepasang suami istri sedang beradu dalam kehangatan cinta mereka .
" Sayang ponsel kamu dari tadi berbunyi " ucap Barra ketika dia sudah merebahkan tubuhnya di samping Bella yang juga masih sama po*os nya .
" Tolong ambil kan sayang . Aku capek " ucap bella yang masih memejamkan matanya . Tubuh Bella saat ini hanya di tutupi oleh selimut .
Barra lalu mengambilkan ponsel Bella yang berada di nakas . Bella lalu menerimanya . Bella segera mengecek siapa yang menghubunginya .
" Sisil " lirih Bella .
" Kenapa ?" tanya Barra yang memeluk tubuh pol*s Bella .
" Nggak tahu . Aku baru mau menanyakannya " ucap Bella .
" *Bella !! Lo dari mana aja sih . Gue butuh lo " ucap Sisil dengan nada paniknya .
" Lo ada masalah ?" tanya Bella yang juga ikut merasa khawatir dengan sahabatnya itu .
" Lo tahu Reno dimana ?" tanya Sisil tanpa basa-basi .
" Memangnya kenapa . Gue nggak tahu . Setahu gue dia mau balik ke Amsterdam " jelas Bella .
" Oke . Gue rasa sekarang Reno mau berangkat sekarang Bell. Gue tutup ya . Thanks " ucap Sisil lalu segera menutup ponselnya* .
__ADS_1
Bella tertegun dengan ucapan Sisil . Kenapa Reno pergi Sisil yang panik . Duh Bella kenapa jadi lemot sih ..
" Kenapa ?" tanya barra karena setelah menerima telpon dari Sisil istrinya tiba-tiba hanya diam saja .
" Sisil , nanyain Reno kemana . Kenapa Sisil jadi panik sayang ?" ucap Bella merasa aneh .
Barra menggelengkan kepalanya melihat istrinya yang jadi rada lemot . Padahal biasanya koneknya Bella cukup kuat sinyal .
" Sisil suka kali sama Reno . Dia nyesel , baru sadar dia kalau memiliki rasa sama Reno " ucap Barra yang kembali mengecup istrinya dengan gemas .
" Sayang ayo mandi . Aku mau nemenin Sisil " ucap Bella segera berlalu ke kamar mandi meski masih dalam keadaan pol*s .
Barra tersenyum melihat kelakuan istrinya yang semakin hari semakin susah di tebak . Tapi Barra juga ikut berlalu ke kamar mandi sama seperri Bella . Tanpa sehelai benang pun .
" Kenapa ikut masuk?" tanya Bella heran seraya mengerutkan keningnya .
" Tadi kamu yang ajak . Ayo mandi . Ya udah ayok aku mah " ucap Barra penuh semangat.
" Aku nggak lagi bercanda sayang " ucap Bella kesal .
" Aku juga nggak ngelawak sayang " ucap Barra .
" Terserah . Mandinya buruan . Kasian Sisil . Kalau kamu lama aku tinggal " ucap Bella sungguh-sungguh .
" Oke " Barra juga menganggukkan kepalanya dan mengikuti istrinya mandi dengan singkat .
__ADS_1
Apa wanita hamil seperti ini batin Barra bergejolak .