Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 46


__ADS_3

Di sebuah taman hiburan seorang adik kakak juga bersama seorang pria sedang bermain permainan yang berada di tempat hiburan tersebut . Gelak tawa terdengar dari kedua gadis itu karena berhasil mengerjai pria tersebut .


" Sudah ku bilang aku tidak mau naik permainan itu lagi . Sungguh perutku saat ini terasa mual " keluh Dimas .


Ya kini Bella , Ayu dan juga Dimas sedang berada di taman hiburan yang ada di jogja .


" Ini sangat seru . Kamu saja yang tidak bisa di ajak untuk bersenang senang " ucap Bella dengan gelak tawa karena geli melihat Dimas yang terlihat lemas.


" Sudah aku mau pulang " kesal Dimas


" Lalu kita bagaimana? Bagaimana jika ada yang menculik kita " ucap Bella mencoba menahan Dimas agar tidak pulang.


" Tidak ada yang berani . Sudah ayo pulang " ajak Dimas berjalan menjauh dari permainan kora kora itu .


" Bagaimana kalau makan dulu di sini ada jajanan yang sangat menggiurkan aku sangat ingin. Anggap saja ini liburan setelah melihat kertas kertas yang membuat tertekan dan mata sakit itu . Ayok ! " Bella lalu menarik tangan Dimas dan juga Ayu .


Bagi Dimas apapun yang di minta oleh Bella pasti akan di turuti dan susah untuk menolaknya . Tak berbeda juga dengan Sisil karena mereka bertiga begitu dekat .


" Ini namanya gudeg mercon . Enak tahu kamu harus coba " ucap Bella kepada Dimas


" hemmm " Dimas hanya menjawab dengan dehemannya , karena lelah di tarik kesana dan kemari oleh Bella .


" Tiga ya bu " pesen Bella


" iya mbak , Minumnya apa ? " tanya penjual itu


" Teh panas aja ya bu " jawab Bella


Mereka bertiga kemudian memilih tempat duduk yang nyaman . Di kota jogja semakin malam semakin ramai , orangnya juga ramah ramah . Bella sebenarnya lebih suka berada di tempat neneknya , karena banyak hiburan . Jika di jakarta dia tidak sempat untuk berlibur yang ada hanya kertas kertas yang selalu menantinya . Maka Bella selalu memanfaatkan waktunya selama di kediaman sang Oma .


" Wahh . Ini enak sekali , pedess " ucap Dimas yang kembali pada mode on


" Gimana suka kan ? Nanti oma juga bugkus satu yu, tapi yang biasa jangan yang mercon " ucap Bella kepada Ayu


" Iya Bel . Oma pasti suka " Ucap Ayu

__ADS_1


Mereka menyantap makanannya dengan lahap , pedas manis bercampur jadi satu dan nikmat yang di rasakan . Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk pulang . Dimas pulang ke rumah sang kakek nenek juga yang berada di sana . Padahal dia juga memiliki rumah tapi dia memutuskan untuk menginap di sana karena dia akan kembali ke Surabaya .


" Kamu gak mampir dulu ? " tanya Bella


" Enggak udah malam . Gue pulang aja, salam buat Oma " Dimas lalu melajukan mobilnya


Di kediaman Oma sudah larut malam tapi kenapa lampu masih terang dan begitu ramai . Terdengar gelak tawa sang Oma yang begitu nyaring . Biasanya juga Oma sudah berada di kamarnya dan istirahat pikir Bella.


" Kenapa Oma belum tidur juga ?" tanya Bella kepada Ayu .


" Aku juga tidak tahu kak . Biasanya Oma jam segini sudah tidur . Ini kenapa malah ketawa gitu . Sama siapa ? " tanya balik Ayu yang juga merasa heran


" Ya udah ayok masuk " ajak Bella


Keduanya berjalan dengan cepat . Begitu penasaran kenapa sang Oma malam malam malah belum tidur . Ketika sudah mulai dekat detak jantung Bella terpompa begitu cepat . Seperti mendengar suara yang tak asing baginya .


Langkah Bella terhenti ketika melihat sosok yang beberapa bulan ini tidak bertemu . Ada rasa senang dan juga kesal sebenarnya . Kenapa baru sekarang . Bella menghentikan langkahnya . Ayu heran kenapa Bella berhenti setelah melihat pria tampan yang sedang mengobrol dengan Omanya itu .


" Hahahah .. Dasar kamu inj " ucap Oma dngan tawanya .


" Iya Oma kita baru sampai .Oma kenapa belum tidur ? " tanya Ayu yang berjalan mendekat kepada Omanya .


Pria yang sedang mengobrol dengan Omanya itupun ikut menoleh . Dilihatnya Wanita cantik yang selama ini di rindukan . Ingin rasanya berlari dan memeluknya tapi Barra harus menahan itu karena ada Oma Bella.


" Ayo sini " ucap Oma karena Bella masih berdiri di tempatnya .


Bella lalu berjalan mendekat . tapi tatapan matanya masih menatap Barra .


" Oma sudah mengantuk , Oma mau tidur dulu . Ayok kita istirahat , antar Oma ke kamar " Oma mengajak Ayu masuk beralasan mengantarkannya ke kamar , padahal biasanya juga masuk sendiri. Ayu yang paham lalu berdiri dan memapah sang Oma untuk naik ke kamarnya .


" Sayang " ucap Barra


" Ngapain ke sini ? " tanya Bella dingin


" Maaf . Aku baru bisa menyelesaikan sekarang . Maaf " ucap Barra

__ADS_1


" Ya udah aku ngantuk mau tidur " ucap Bella mau masuk ke kamar namun tangannya di cekal oleh Barra.


" Tunggu dulu . Apa kamu gak kangen sama aku ? hem ? " tanya Barra lembut


Tentu saja . Pertanyaan bodoh apa itu .batin Bella


Bella tak menjawab pertanyaan Barra , dia hanya diam tapi matanya menatap Barra .


Barra lalu menarik Bella ke dalam pelukannya seakan melepas rindu yang sudah di ubun ubun . Bella tidak menolak juga tidak membalas pelukan Barra.


" Aku minta maaf . Karena keteledoranku semua jadi seperti ini . Kita balik ke jakarta ya ? " ucap Barra lembut .


" Aku belum ingin " ucap Bella malas


" Kita akan segera menikah . Aku juga sudah meminta ijin kepada kedua Orang tuamu . Dan mereka setuju " padahal kedua Orang tua Bella belum mengatakan kalau mereka menyetujuinya .


" Apa kamu bilang ?! Mana ada . Harusnya tanya aku terlebih dahulu . Belum tentu aku mau " ucap Bella fengan kesal


" Apa kamu bilang ? Kamu nggak mau ? " ucap Barra lalu melepaskan genggaman tangannya kepada Bella .


" Ya " ucap Bella tegas


" Tapi waktu aku melamar mu kamu bilang ya . Jadi tidak ada penolakan . Kalau tidak aku masih punya cara lain "


" Apa itu ? "


" Kamu harus hamil sekarang juga " bisik Barra di telinga Bella .


Bella merinding mendengar bisikan Barra yang terdengar sangat tidak masuk akal itu .


Plak


" Aw . KDRT kamu sayang " ucap Barra lalu mengusap lengannya yang di pukul Bella


" Dasar pria mesum " ucap Bella lalu meninggalkan Barra begitu saja lalu masuk ke kamarnya .

__ADS_1


Barra terbengong sendiri di sana . Ditinggal sendiri , untung Oma Rahma sudah bilang kalau Barra bisa tidur di ruang tamu . Kalau boleh Barra ingin tidur di kamar Bella .


__ADS_2