Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 118


__ADS_3

" Mirip siapa ?" tanya mami Ayu


" Mirip Barra semua . Padahal aku yang mengandung dia . Lihat deh mi , yang mirip aku cuma mata sama bibir deh kayaknya . Yang lainnya bapaknya semua " kesal Bella .


plak


" Jangan ngomong gitu ! Yang penting anaknya sehat . Ganteng lagi . Oh iya siapa namanya ? " tanya Mami Ayu .


" Siapa sayang ?" tanya Bella kepada Barra yang dari tadi fokus kepada bayi yang berada di gondongan nya kini .


Bersyukur . Itulah kata yang tepat untuk Barra saat ini . Istri yang cantik dan body aduhai . Kini mereka di karuniai seorang putra yang tampan .


" Sayang ?" tanya Bella seraya sedikit menggoyangkan baju Barra


" Apa sayang ?" jawab Barra


" Namanya siapa sayang ?" tanya Bella dengan gemas .


" Brian Demian Alexander . Gimana ? " tanya balik Barra .


" Oke .. Cocok buat anak ganteng mommy " ucap Bella .


Setelah berada di rumah sakit selama dua hari akhirnya Bella sudah di perbolehkan pulang . Sebenarnya Barra masih kasian dengan istrinya yang masih merasa sakit kerika bergerak akibat jahitannya .


Di kediaman Barra dan Bella , rumah itu kini di sulap sebagai acara penyambutan baby B . Semua keluarga berkumpul dan para sahabat dekat Barra maupun Bella .

__ADS_1


" Wah terima kasih semuanya sudah membantu dan menyiapkan acara buat aku " ucap Bella seraya menirukan suara anak kecil .


Padahal bayi itu kini sedang tidur pulas berada dalam dekapan mommy nya . Bahkan jarang rewel kecuali kalau malam hari . Pasti baby itu akan terjaga . Dan semua itu biasa bagi bayi yang baru lahir .


" Kamu lihat boy , itu semua dari Aunty okey . Aunty Bianca , jangan lupa nama Aunty . Ihh kamu ganteng banget sih " gemes Bianca kepada keponakannya itu .


" Apaan sih " gerutu Bianca ketika tangannya di geplak oleh kakaknya .


" Tangan lo jauhin . Banyak kuman " ucap Barra .


" Dasar pelit . Liat aja ya kalau pelit , aku culik baby B nya . Biar kalian buat lagi " ucap Bianca .


" Bocil kalau ngomong . Kayak tau cara buatnya aja " ucap Jordan nyambung .


" Kamu ini udah gede juga " ucap Bunda


Malam harinya , Baby B masih tidur bersama kedua orang tuanya jika malam hari . Jika siang dia akan pindah ke kamarnya yang berada di samping kamar Barra dan Bella .


Bella saat ini ingin fokus dengan anaknya . Jadi dia tidak ingin memperkerjakan baby sister . Menurut Bella , mengurus sendiri lebih menyenangkan . Dan dia bisa tahu perkembangan anaknya .


Barra hanya bisa menyetujui keputusan istrinya yang penting itu tidak membuat Bella kelelahan.


Barra saat ini sedang duduk di sofa dengan memangku laptopnya . Barra sebenarnya lelah tapi dia juga tidak ingin nanti pekerjaannya semakin menumpuk .


Bella ikut tertidur ketika bayi kecilnya tidur . Jika nanti bayinya bangun setidak nya dia tidak terlalu lelah .

__ADS_1


Barra melirik sekilas pemandangan yang sangat indah itu . Baginya ini adalah kebahagiaan ter besarnya .


Tiba-tiba saja kaki Barra melangkah dan mendekati dua orang tercinta Barra itu . Dan ternyata Bella belum menutup salah satu gunung tempat asi baby B berasal .


Barra segera menutupnya dengan perlahan . Dan mencium kening anak dan juga istrinya . Barra lalu membaringkan tubuhnya di samping anaknya . Tapi belum sempat Barra memejamkan matanya bayi kecil itu terbangun .


" Wah anak daddy bangunya . Sttt jangan nangis oke . Kita pindah ke sofa ya , biar gak bangunin mommy " ucap Barra perlahan


Barra berbicara dengan baby B seakan bayi tampan itu mengerti ucapan daddy nya . Namun bayi mungil itu tersenyum seakan apa yang di ucapkan daddy-nya dia mengerti.


" Anak daddy senyum , kamu tahu daddy ngomong apa ya . Pinter kamu "


Barra kini duduk di sofa di dalam kamarnya dan Barra melihat jam yang ada di ponselnya .


" Ternyata hampir jam sebelas malam , pantesan anak ganteng daddy bangun . Kita mainnya di sini saja ya " ucap Barra lagi .


Barra mengajak bayi kecil nya bermain hingga entah jam berapa sampai akhirnya mereka tertidur di sofa yang cukup luas itu .


Bella terbangun dan terkejut karena meraba anaknya yang tadinya berada di sampingnya tidak ada . Bella segera bangun dan mencari keberadaan suaminya yang juga tidak ada di sana . Bella ingin memastikan apakah anaknya bersama daddy nya atau tidak .


" Huhhh... Ternyata kalian tidur di sini " lirih Bella . Bella melihat jam dinding pukul setengah tiga pagi .


" Sayang bangun yuk . Kita pindah , kasian kamu nanti tidak nyaman . Baby juga udah bobo " Bella mencoba membangunkan suaminya .


" Hem " jawab Barra .

__ADS_1


__ADS_2