
Barra mengendarai mobilnya dengan perlahan . Karena saat ini di dalam perut istrinya sudah ada penghuni baru . Bukan lagi nasi dan teman-temannya . Namun seorang anak yang melengkapi kehidupannya .
" Bar , kamu itu nyetirnya niat gak sih?" kesal mami maya .
" Memangnya kenapa mi ?" tanya Barra tanpa rasa bersalah .
" Kamu itu mengendarai mobil cuma kayak jalan kaki tahu nggak . Bella itu nggak papa , dia itu hamil . Memang harus berhati-hati tapi juga nggak kayak gini juga . Mending jalan kaki ini mah " ucap Mami maya.
" Baiklah nyonya , saya akan menambah kecepatan . Kamu nggak papakan sayang " ucap Barra .
" Kamu ini gak usah berlebihan deh . Aku hamil sayang , nggak papa " ucap Bella .
" Oke " ucap Barra lalu menambah laju kendaraannya .
Setelah melalui berbagai drama akhirnya mereka sampai di rumah sakit BR yaitu milik keluarga Barra . Dan Bella sudah mewanti-wanti untuk tidak memakai dokter perempuan tadi yang datang ke kediamannya
Barra lalu mengajak Bella masuk ke dalam ruangan yang sudah ada seorang dokter perempuan juga , karena Barra tidak ingin sang istri di tangani oleh dokter pria . Tapi berbeda dengan dokter tadi yang ini lebih keibuan alias sudah berkeluarga dan usianya sekitar 40 an .
" Selamat pagi Tuan dan nyonya , senang sekali bisa langsung bertemu dengan istri pemilik rumah sakit ini " sapa dokter sari ,nama dari dokter tersebut .
__ADS_1
" Iya dok " ucap Bella tersenyum ramah .
" Tolong periksa istri saya , Jordan sudah mengatakannya kepada anda kan dok ?" tanya Barra yang sudah tidak sabar dengan hasil tes istrinya .Barra ingin segera tahu apakah istrinya hamil atau tidak. Dan jika hamil dia begitu penasaran dengan jenis kelamin anaknya .
" Baik Tuan , Mari nyonya silahkan berbaring terlebih dahulu " pinta sang dokter
Bella lalu menurutinya , Perut Bella di beri gell dan di periksa oleh dokter . Dan ternyata Bella benar-benar hamil . Dan di monitor juga terlihat bentuk dari embrio hasil kerja keras Barra .
" Ini ya Tuan anak anda , memang baru berbentuk biji tapi janinnya sehat dan semuanya bagus " ucap sang dokter menjelaskan .
" Anak saya seperti itu ?" tanya Barra ragu-ragu .
Bella tersenyum mendengar pertanyaan aneh suaminya . Tapi dia juga penasaran sama seperti Barra .
" Kamu ini aneh-aneh saja " ucap Mami Maya .
" Kamu dulu juga begitu , sekarang juga udah bisa bikin yang begitu " tambah mami maya lagi .
Barra lalu menganguk-anggukkan kepalanya .
__ADS_1
Setelah dokter selesai memeriksa kondisi Bella dan janinnya , Dokter sari memberikan beberapa vitamin untuk Bella .
" Em , dok " ucap Barra ragu-ragu .
" Iya Tuan " ucap dokter sari .
" Jenis kelaminnya apa ya " ucap Barra .
" Tuan , jenis kelamin anak itu bisa terlihat jika usia kandungan sudah menginjak 5 bulan " jawab dokter sari .
" Ada lagi Tuan yang di tanyakan ?" dokter sari dengan sabar .Karena pertanyaan seperti itu wajar bagi pemula .
" Ini dok .
Pertanyaan Barra lebih dulu di putus oleh Mami maya .
" Tidak ada dok .Nanti semakin ke sini pertanyaannya semakin nyleneh . Terima kasih dok . Permisi " ucap mami maya
Bella masih larut dengan kebahagiaannya sendiri . Di dalam perutnya kini sudah ada makhluk hidup.
__ADS_1
Oke nggak papa , gue bisa tanya Jordan batin Barra yang masih banyak pertanyaan di benaknya .