
Operasi yang di lakukan oleh Barra berjalan dengan lancar . Bella dan Barra di berikan ruang yang sama atas permintaan Jordan . Sahabat yang pengertian bukan ? Bella dengan setia menunggu Barra, Bella duduk di kursi roda . Dia duduk di samping ranjang Barra dimana Barra masih memejamkan matanya .
" Tidurlah dulu, lo butuh istirahat . Jika nanti Barra bangun gue akan membangunkan lo " ucap Reno yang melihat mata letih Bella .
" Iya tidurlah dulu nanti kita yang akan menjaga Barra " ucap Jordan yang juga masih berada di sana . Berbeda dengan Jack dia juga harus istirahat juga meskipun di ruangan berbeda . tapi masih bersebelahan dengan kamar milih Barra dan Bella .Penjagaan masih di lakukan . Meskipun Johan sudah di tangkap bisa saja masih ada orang yang ingin mencelakai Bella .Entah apa motif mereka melakukan itu dan kenapa Bella , mungkin karena dendam di masa lalu .
" Tapi aku ingin di sini . Aku mau nungguin Barra bangun " ucap Bella .
" Tapi lo juga harus istirahat Bell . Kalau Barra bangun dan lo kurang baik pasti akan membuat Barra merasa bersalah " ucap Sisil .
" Ayo gue bantu " tambah Sisil .
Bella hanya menuruti teman-temannya itu. Ada benarnya juga , dia butuh istirahat jika dia tidak istirahat bagaimana dia akan menjaga Barra .
Pagi harinya di ruangan Barra , Barra yang semalam sudah sadarkan diri tidak membangunkan Bella . Dia membiarkan istrinya itu terlelap .Barra juga merasa bersalah tidak bisa menjaga istri tercintanya .
Reno dan Jordan tidur di sofa begitu juga dengan Sisil . Sisil dan Reno juga bertambah dekat dengan kejadian ini .
Kedua keluarga besar Darmawan dan juga Alexander sudah berada di sana . Mereka segera menghampiri di mana Bella berada .
" Sayang " ucap Mami Maya dengan derai air mata yang membasahi pipinya.
" Sudah mi , jangan menangis nanti anakmu bangun " ucap Papi Edo menenangkan istrinya .
" Bagaimana keadaan kamu Bar? " tanya Bunda Hanna .
" Baik bun . Barra nyesel bun , Barra gak becus jagain Bella " ucap Barra menyesal .
" Kamu ini ngomong apa . Ini kecelakaan , tidak ada yang meminta kejadian seperti ini " ucap Bunda .
" Tapi jika Barra mengijinkan Jun dan Jin menemani Bella mungkin tidak akan seperti ini bun " ucap Barra .
" Ini sudah terjadi yang penting Bella tidak apa-apa . Kamu juga lekas sehat . Bunda dan ayah sudah menyiapkan kepulangan kalian . Kita pindah ke rumah sakit kita . Di sana alatnya juga sudah canggih " ucap Bunda .
" Bagaimana keadaanmu Bar ? " tanya Mami Maya .
" Maafin Barra mi , Barra gak bias jagain Bella " ucap Barra lalu meneteskan air matanya .
" Kamu ini , tidak ada yang mau seperti ini. Tapi ini musibah , Bella perempuan yang kuat kamu tidak usah khawatir " ucap Mami Maya .
" Iya tante . Bella menghajar Johan dalam sekali pukul langsung pingsan " ucap Jordan takjub .
Mami Maya hanya tersenyum menjawab Jordan . Ya dia tidak heran lagi jika putrinya bisa bela diri . Dulu waktu kecil sang papi ingin mengajari bela diri tapi mami Maya menolak . Tapi beruntung Bella dan juga Papi Edo tetap diam-diam melakukan latihan bela diri . Sebagai perempuan dan juga bisnis sang papi yang juga pasti akan memiliki banyak musuh . Bella perlu memiliki keahlian sendiri.
Sisil juga tersenyum mendengar keterkejutan Jordan .Reno yang ada di samping Sisil merasa pasti Sisil juga bisa melakukan bela diri .
" kamu juga bisa ? " tanya Reno .
" Hem " ucap Sisil mengangguk .
" Wah . Kayak gini harus gue halalin " ucap Reno .
" Makanya , segera lamar Sisil nya " ucap Mami Maya .
" Sudah tante , tapi dia gak mau " adu Reno .
__ADS_1
" Kenapa ? " tanya Mami Maya .
Sisil hanya tertunduk lesu .
" Yang lalu biarlah berlalu , tidak semua pria itu sama " wejangan dari Mami Maya .
" Iya Mi " ucap Sisil .
Reno tersenyum senang karena mendapat lampu hijau juga dari Mami Maya .
" Kesambet lo " ucap Jordan .
" Sialan lo " ucap Reno kesal . Sahabatnya itu selalu menganggu kesenangannya .
Bella yang merasa terganggu tidurnya karena mendengar suara berisik di sekelilingnya lalu membuka matanya .
" Kamu sudah bangun sayang " ucap Mami Maya .
" Iya mi . Barra sudah sadar mi ? " ucap Bella .
" Sadar emangnya aku salah apa sayang ? " tanya Barra yang berada di samping Bella .
" Kamu sudah bangun ? " Bella lalu beranjak dari tidurnya .
" Sakit gak . Mana yang sakit ? " ucap Bella memeriksa Barra .
" Aku gak papa sayang . Maaf ya , aku belum bisa jagain kamu " ucap Barra .
" Gak papa . Udah gak usah di pikirin " ucap Bella lalu memeluk Barra karena bahagia akhirnya Barra sudah bangun .
" Maaf sayang , sakit ya " ucap Bella dengan raut wajah khawatir .
" Enggak kok gak papa " ucap Barra .
" Kamu gak papa sayang ? " tanya Bunda Hanna .
" Hlo bunda juga ada di sini ? " tanya Bella yang belum menyadari jika di ruangan itu sudah banyak orang .
" Iya sayang " ucap Bunda
" Makanya kamu kalau bangun kumpulin dulu nyawa . Lihat ada Papi juga Ayah kamu . Ada ayu juga Dimas " jelas Mami Maya .
" Ya maaf " ucap Bella nyengir .
" Permisi Tuan Nyonya . Kami akan mengecek kondisi Tuan Barra terlebih dahulu sebelum pindah ke rumah sakit di kota " ucap Dokter Puri yang merawat Barra .
" Silahkan " ucap Mami Maya .
Setelah berbagai pemeriksaan , Barra akhirnya di pindahkan ke rumah sakit ibu kota dan juga termasuk rumah sakit keluarga besar Alexander . Bella juga sudah membaik kondisinya . Jika Barra memang di haruskan untuk istirahat dulu . Sebenarnya Barra menolak meminta untuk di rawat di kediamannya saja .
" Ke rumah saja pak " ucap Barra kekeh untuk tidak di bawa ke rumah sakit jika mereka ke rumah sakit pasti akan banyak yang tahu kondisi Barra saat ini . Dan itu tidak Baik untuk pebisnis seperti Barra , pasti akan banyak yang mengambil untung .
" Aku mohon . Aku baik-baik saja . Setelah di rumah aku akan menuruti semua perkataan mu . Percaya padaku " ucap Barra kepada sang istri yang diam hanya menatapnya .
" Baiklah . Begitu juga baik " ucap Bella . Bella juga menyadari jika di rumah sakit pasti akan banyak yang memanfaatkan kondisi Barra . Yang nantinya akan mempengaruhi perusahaan juga .
__ADS_1
Kedua orang tua mereka yang berada di belakang sudah tidak kaget lagi melihat Barra yang memilih untuk di rawat di rumah .
Jordan yang tahu ini akan terjadi , sudah meminta orang rumah sakit untuk menyiapkan keperluan Barra di rumahnya .
Setelah sampai di kediaman Barra , Oma juga sudah menunggu di rumah bersama Bianca .
" Kalian langsung istirahat saja " ucap Oma .
" Iya Oma " ucap Bella lalu mendorong kursi roda suaminya dan naik menggunakan lift .
Jordan sudah menata ruangan di sebelah kamar Barra untuk di jadikan tempat istirahat Barra .
" Biar gue cek dulu " ucap Jordan
" Gue udah gak papa " ucap Barra menolak .
" Bawa ke rumah sakit aja kalau gak mau di periksa " ucap Bella
" Baiklah nyonya . Silahkan periksa saya dokter cabul " ucap Barra .
" Wah ngajak berantem lo . Kalau lo gak lagi sakit udah gue bikin muka ganteng lo gak keliatan ganteng " ucap Jordan
" Kok bukan lo yang melakukan operasi " tanya Barra .
" Males gue , cuma tembakan gitu doang masa gak lancar " ucap Jordan .
" Sialan lo . Gue cabut tugas lo di rumah sakit gue . Jadi pengangguran lo " ucap Barra kesal .
" Gue lihat lihat dokter puri suka sama lo " ucap Jordan yang ngomongnya tak di saring dulu .
" Wah ngajak war lo " ucap Barra .
" Kalau dia suka sama kamu ya gak papa . Berarti kamu mengalahkan para jomblo jomblo yang belum laku ini " ucap Bella .
" Wah .. Bini lo ngajak berantem nih " ucap Jordan pura-pura kesal .
" Sini kalau berani " ucap Bella menantang Jordan .
" Sorry nih sebelumnya ya bel . Bukannya gue takut sama lo atau Barra . Gue cuma menghargai aja lo kan cewek , ya kali gue berantem sama cewek . Masak ntar jambak jambakkan kan gak lucu " ucap Jordan .
" Dasar pengecut " ucap Bella keluar dari kamar rawat Barra .
" Sayang mau kemana ? " tanya Barra .
" Mandi . Ikut ? " ucap Bella mengedipkan matanya .
" Ikut " bukan Barra yang menjawab melainkan Jordan .
" Lo emang udah bosan hidup " ucap Barra berdiri tegak di hadapan Jordan .
" Gue bercanda elah . Lagian bini lo . Ahh sudah lah . Istirahat yang bener kalau gak gue aduin ke bini lo " ucap Jordan yang ikut berjalan keluar dari ruangan Barra .
" Mau kemana lo ? " tanya barra .
" Mau nyusul bini lo mandi " teriak Jordan lalu bergegas menutup pintu kamar Barra supaya tidak kena amuk Barra lagi .
__ADS_1
Jordan di luar sana tertawa geli melihat ekspresi kesal Barra . kapan lagi bisa mengerjai Barra yang sedang lemah itu .