
Anes kesal karena Johan ternyata begitu mudahnya meninggalkan apartemennya , padahal apartemen itu adalah harta yang dia miliki saat ini .
" Sialan , dasar pria brengsek . Tidak tahu diri " ucap Anes
" Aku harus cari tahu dimana pria itu tinggal sekarang . Dia tidak boleh lolos begitu saja " ucap Anes .
Anes segera menghubungi orang suruhannya untuk mencari keberadaan Johan sekarang .
Johan kini berada di kontrakan yang berada di dalam gang gang sempit dan itu terbilang ya sedikit kumuh . Johan di sana juga mulai akrab dengan tetangga di sana dan bergotong royong yang bahkan tidak pernah dia lakukan sebelumnya .Dan di sana juga ada pengawasan dari orang-orangnya Jack . Jadi Johan merasa aman . Jack benar-benar menepati janjinya .
" Ya hallo " ucap Johan ketika dia menerima sambungan ponsel dari jack
" Lo tahu dimana biasanya dia pergi " tanya Jack .
" Dia biasanya kalau lagi seperti ini pasti akan ke mall menghabiskan uang ayahnya " ucap Johan .
" Dia saat ini juga pasti sedang sibuk mencari keberadaan mu . Aku sudah meningkatkan keamanan selama lo masih bisa di ajak kerja sama " ucap Jack
" Lo tenang saja . Gue seneng hidup seperti ini . Hidup sederhana banyak juga tetangga dan ramah " ucap Johan.
__ADS_1
" Syukurlah . Lo juga cari bukti lainnya kalau Anes dalang dari penculikan Bella "ucap Jack .
" Oke " ucap Johan .
Sambungan ponsel itu lalu terputus .
***
Di kediaman Darmawan , keluarga besar itu lalu membuat syukuran atas kehamilan Bella . Dan itu merupakan cucu pertama dari kedua keluarga itu . Oma yang terlihat paling semangat dari yang lain. Oma turut membantu menyiapkan acara untuk calon buyutnya itu . Kedua orang tua Barra juga sudah berada di kediaman besannya . Hanya Bianca yang masih berada di kantor , tapi sepulang kantor dia di minta untuk pulang ke rumah papi Edo . Bianca juga tidak di beri tahu alasannya kenapa dia di minta untuk pulang ke rumah papi Edo . Jika di beritahu pasti Bianca akan langsung pulang saat itu juga .
Barra saat ini masih berada di ruang kerja papi Edo bersama dengan Reno .
" Ren lo tahu kalau sebentar lagi gue bakal jadi daddy ?" ucap Barra dengan semangat
" Oke setujui saja . Saat ini gue mau pekerjaan selesai dengan cepat . Supaya saat anak gue lahir kerjaan kita sudah tidak sepadat ini " ucap Barra yang tumben menyetujui kliennya . Biasanya Barra tidak akan mudah berubah jika mengenai sebuah kesepakatan kerja .
" Kehamilan Bella memang membawa berkah " ucap Reno
" Gimana lo sama Sisil ada peningkatan ?" tanya Barra yang tumben juga mau bergosip dan mencampuri urusan percintaan sahabatnya biasanya dia akan cuek saja . Ya karena itu bukan urusannya .
__ADS_1
" Gila gila gila . Lo baru mau jadi calon daddy tapi lo berubah seratus delapan puluh derajat " ucap Reno .
Barra mengangkat bahunya acuh .
" Gue sama dia ya masih lempeng-lempeng bae . Padahal orang tuanya udah oke sama gue tapi anaknya sok jual mahal " ucap Reno .
" Lo minta dia ke sini aja , biar bisa lebih dekat" ucap Barra
" Mau jadi mak comblang lo " ucap Reno tersenyum miring .
" Ya siapa tahu " ucap Barra
" Lo tolong cariin gue kedondong dong Ren , Pengen banget gue " ucap Barra .
" Ogah beli sendiri lo . Di sini tadi lo nyuruh gue buat ngomongin kerja sama . Sekarang di ajak gosip sama di suruh cari kedondong . Enggak gue mau ke kantor aja , sama ayang cicil " ucap Reno lalu merapikan kertas-kertas berisi Angka semua itu .
" Gue pecat kalau lo nggak mau " ucap Barra .
" Ngancem mulu lo . Kalau kayak gitu gue nggak punya pilihan lain " ucap Reno kesal .
__ADS_1
" Makanya lo kembali ke rumah bokap lo " ucap Barra .
" Gue pergi " ucap Reno yang tidak mau membahas itu lagi .