
" Om Edo " ucap Barra sedikit terkejut karena tadi dia habis mengumpat kesal .
" Papi " ucap Papi Edo
" Iya maksud saya itu " ucap Barra seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Siapa sayang ? " tanya Bella berjalan menghampiri suami juga Papi nya setelah selesai membereskan perhiasan di kepalanya .
" Papi sayang " jawab Barra .
Bella melirik sekilas ke arah Barra , lalu tersenyum jahil.
" Sayang tadi bukannya kamu bil.. hemmt
Barra sudah lebih dulu membungkam mulut istrinya itu . Dia takut jika nanti Bella sampai mengatakan hal itu kepada Papinya .
" Kalian ini kenapa ? " tanya Papi Edo heran .
" Enggak kok pi " Jawab Barra yang masih membungkam mulut istrinya .
" Lepaskan tangan kamu dari anak saya . Baru jadi suami sudah kdrt " kesal Papi Edo .
Barra lalu menarik tangannya dari mulut Bella . Barra melirik ke arah Bella seakan mengatakan , jangan bilang macam macam .
Bella tersenyum saja tanpa rasa bersalah dan seolah olah tidak mengerti maksud dari tatapan Barra .
" Papi ada apa ke sini ? " tanya Bella .
" Papi sama Oma akan pulang sebentar karena ada yang kelupaan " Ucap Papi Edo .
" Mami gak ikutkan ? " tanya Bella .
Ya bagaimanapun Papi Edo masih belum bisa melepaskan Bella begitu saja . Karena dia dan Bella selalu bersama dan dekat . Dan juga Bella adalah anak satu satunya .
" Iya mami mu masih di sini , dia ditemani Ayu . Ya sudah " Papi Edo lalu pergi meninggalkan keduanya .
" Jaga anak saya , jangan di sakiti apalagi sampai kdrt seperti tadi " ucap Papi Edo mengingatkan Barra .
" Iya pi " jawab Barra kikuk .
Bella lalu tertawa terbahak bahak melihat ekspresi suaminya yang terlihat lucu .
" Kamu senang ya melihat suamimu di marahi Papi mu " Barra pura pura kesal .
" Sini aku akan menunjukkan kdrt yang sesungguhnya " Barra lalu menggendong Bella dan membawanya masuk .
Aaaaa... teriak Bella karena Barra mengangkatnya tanpa aba aba .
__ADS_1
Barra lalu menidurkan Bella di atas ranjang . Barra lalu menindih tubuh Bella . Bella yang melihat reaksi Barra terkejut . Takut takut jika Barra akan melakukannya saat ini juga .
" Sayang jangan seperti ini . Nanti malam kita masih ada pesta pernikahan kita " ucap Bella tanpa menatap mata Barra . Karena sebenarnya Bella takut jika Barra memintanya saat ini juga .
" Jangan nething dulu " ucap Barra lembut seraya mengelus lembut pipi Bella . Bella lalu memejamkan matanya .
Barra lalu mencium lembut bibir Bella. Wanita yang sangat dia cintai kini sudah menjadi miliknya seutuhnya . Wanita yang beberapa hari ini tidak dia jumpai karena mereka menaati adat seperti yang di katakan oleh kedua orang tuanya . Dan sebenarnya mereka bisa saja melakukan sambungan vidio call , tapi dengan sengaja Bella menolah seperti sengaja mengerjai Barra .
Barra masih mencium bibir Bella , Bella juga membalas ciuman itu . Bella juga merindukan pria yang kini telah menjadi suaminya itu . Ciuman Barra juga di balas oleh Bella . Keduanya saling melepas rindu , bibir itu terus beradu hingga terdengar kecapan demi kecapan dalam ciuman itu .
Barra menghentikan ciuman itu . Barra menatap lekat wanita yang kini berada dalam kungkungannya itu.
" I love you " ucap Barra .
" I love you too " jawab Bella dengan tersenyum lembut .
" Mandilah , aku takut jika nanti bisa membuat kamu tidak bisa berjalan nanti malam " ucap Barra lalu bangkit dari atas tubuh Bella .
Bella lalu juga ikut bangun dan sebelum masuk kedalam kamar mandi Bella lebih dulu mencium bibir Barra sekilas lalu mengedipkan matanya . Dan melanjutkan langkahnya untuk ke kamar mandi .
" Mau sekalian mandi ? " tawar Bella dari balik pintu kamar mandi .
Barra hendak berdiri namun Bella lebih dulu menutup rapat pintunya . Dan dia tertawa bahagia bisa mengerjai Suaminya itu .
Barra hanya bisa tersenyum melihat tingkah jahil istrinya itu . Bahkan sekarang sudah berani menggodanya lebih dulu .
" Sudah mandinya ? " tanya Barra tapi matanya fokus ke layar komputernya .
" Sudah .Mandilah dulu , setelah itu istirahatlah . Kenapa harus bekerja ? Inikan hari pernikahan kita . Biar semua itu di urus Reno dan Sisil " keluh Bella yang melihat Barra fokus dengan laptopnya .
" Iya , sedikit lagi . Karena ini membutuhkan aku dan harus aku yang menyelesaikannya " jelas Barra .
" Ya sudah terserah " Bella hendak berdiri dan meninggalkan Barra . Namun tangannya di cekal oleh Barra sehingga membuat Bella terhuyung dan kembali duduk di samping Barra .
" Sebentar saja . Setelah itu aku akan mandi dan menemanimu istirahat . Kamu istirahatlah dulu , karena malam nanti akan menjadi malam yang panjang maka persiapkan dirimu " ucap Barra lembut .
Bella hanya mencebikkan bibirnya karena perkataan Barra yang terlalu terbuka . Atau itu hanya pikiran Bella saja , entahlah . Bella lebih memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan istirahat . Tadi saja begitu banyaknya tamu apa lagi nanti malam pasti akan sangat melelahkan . Untung saja Bella menolak jika pernikahan mereka akan di liput . Itu pasti akan tambah melelahkan . Lagian Bella sangat tidak suka jika harus di hadapkan dengan kamera . Berbeda dengan Barra yang sudah sering masuk televisi .
Barra segera menyelesaikan pekerjaannya , karena sebenarnya dia juga merasa lelah . Jika tidak mendesak maka Barra tidak akan mengerjakannya sekarang .
Setelah selesai dengan pekerjaannya Barra segera masuk kedalam kamar mandi . Melihat istrinya yang sudah terjaga Barra lebih dulu mendaratkan kecupan di kening Bella sebelum masuk ke dalam kamar mandi .
Barra keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar . Barra lalu mengenakan pakaiannya sebelum masuk ke dalam mimpi bersama sang istri .
" Cantiknya istriku " Barra mencium sekilas kening Bella dan ikut istirahat .
Sekarang jam menunjukkan pukul enam sore . Kedua insan yang kini baru saja resmi menjadi suami istri itu masih terlelap dalam tidurnya . Bella terlihat nyaman berada dalam pelukan Barra .
__ADS_1
*tok tok tok
Tok tok tok*
Beberapa kali pintu di ketuk tidak juga mendapatkan jawaban . Mami Maya masih berdiri di depan pintu kamar pengantin baru itu .
" Sayang ayo bangun , Kalian harus bersiap siap " teriak Mami Maya .
" Hlo jeng mereka belum bangun juga ? " ucap Bunda Hanna yang juga berniat membangunkan anaknya itu .
" Belum Han , padahal dari tadi aku panggil tapi tidak ada jawaban " jelas Mami
" Apa kita minta kunci cadangan saja kepada pelayan untuk membuka pintu mereka ? " usul Bunda .
" Kamu ini. Bagaimana kalau mereka habis mencetak cucu untuk kita . Kita coba untuk membangunkan seperti ini saja " ucap Mami .
" Owh iya ya .. Kamu benar , rasanya aku sudah tidak sabar menanti cucu untuk kita ya jeng " ucap Bunda
" Maka dari itu kita harus sabar jeng . Nanti kalau kita minta kunci mereka jadi malu lagi " ucap Mami lalu menerawang jauh dan tersenyum lucu .
" Sayang ayo bangun dulu , nanti malam lanjut lagi " teriak Mami seraya tersenyum geli.
Sedangkan di dalam kamar Bella mengerjapkan matanya sedang mengumpulkan nyawanya yang sedang berlarian belum berkumpul . Bella seperti mendengar teriakan dari balik pintu kamarnya
" Sayang bangun sepertinya ada Mami sama Bunda " Bella mencoba membangunkan Barra . Namun yang di bangunkan justru malah memeluknya semakin erat .
" Sayang lepas dulu . Kalau kamu gak mau bangun tidurlah lagi . Aku mau bukain pintu " Bella mencoba melepaskan pelukan Barra .
" Hemmt " dehem Barra lalu melepaskan pelukannya .
Bella segera bangun setelah Barra melepaskan pelukannya .
" Mami , Bunda " ucap Bella dengan mata yang masih mengantuk .
" Barra mana sayang ? Belum bangun ya ? " tanya Bunda
" Iya bund " jawab Bella .
" Ayok bangunkan dulu , karena kalian harus bersiap dulu " ucap Mami .
Bunda dan Mami ikut masuk kedalam kamar Bella . Bunda lalu menghampiri Barra yang masih tertidur pulas .
" Sayang bangun , acaranya sepuluh menit lagi di mulai " ucap Bunda seraya menepuk pipi Barra .
Barra yang notabennya mudah untuk di bangunkan lalu bangkit dan duduk . Barra sebenarnya tadi mendengar teriakan dua ibunya itu . Tapi karena Bella masih tertidur pulas maka Barra membiarkan saja .
" Sayang kalian habis " ucap Bunda seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
__ADS_1
Bella dan Barra ikut melihatt kearah mata pandang Bunda . Barra terlihat lesu sedangkan Bella terkejut dan menatap wajah sang Suami .