
Di sebuah club malam yang cukup terkenal di kota jakarta . Wanita dengan perut yang sudah mulai membuncit sedang melayani pria pria kehausan dan mungkin juga karena kurang bersyukur dengan apa yang di miliki . Ya , dia adalah Raya . Perempuan yang sedang hamil itu kini sudah menikah dengan mantan produser dan juga mantan kakak ipar fadli . Johan ya nama dari produser gagal itu . Kini kehidupannya menjadi susah semenjak dia berpisah dari Fika , mantan istri yang selalu mendukungnya dan juga berkat dialah Johan bisa menjadi terkenal seperti saat itu . Dan semenjak gosip dan aibnya tersebar luas , tentang dia yang suka bermain wanita dan memanfaatkan model modelnya hanya demi kepuasannya saja . Saat itu juga karirnya mulai turun dan banyak yang sudah tidak mau bekerja sama dengan Johan .
Johan menerima Raya di sebabkan hanya Raya yang bersamanya saat ini . Bahkan kedua orang tuanya sudah tidak menganggap Johan sebagai anak . Malu , karena sudah banyak yang mengetahui perilaku buruk anaknya itu . Bahkan begitu tega berselingkuh dari istri yang mendukungnya dari nol , dari Johan belum mempunyai apa-apa .
Dan di sinilah keduanya bekerja . Raya bersedia ikut bekerja di sana juga atas permintaan Johan . Tapi Raya tidak boleh sampai lebih dalam melayani pelanggan hanya sebatas menemani minum meskipun tidak iku minum . Dan Johan juga meminta Raya untuk menggoda pria kaya kesepian .
" Aku sudah lelah Johan . Perutku rasanya kram , Ijinkan aku istirahat untuk malam ini saja ya " pinta Raya dengan wajah yang sudah lelah dan sedikit pucat .
" Oke , Tapi kamu harus ingat , besok kamu harus mendapatkan uang yang lebih . Kita butuh biaya lahiran dan juga biaya untuk bayar kontrakan . Jangan malas malasan lagi " ketus Johan lalu pulang bersama Raya .
***
Di ruang kerja Barra , ke tiga pria tampan itu masih berada di sana . Seperti mengenang masa muda mereka . Karena kesibukan masing masing mereka semakin jarang berkumpul .
" Siapa dalang dari masalah proyek kita bersama janda itu ? " tanya Reno .
" Gue juga belum tahu pasti sih . Cuma gue mikir itu dia " ucap Jordan .
" Kalau belum pasti jangan ngomong dulu ogeb " kesal Reno .
" Ya gue udah yakin kalau itu dia tapi gue juga belum terlalu yakin " ucap Jordan .
" Ngeselin lo " Reno
" Oh iya , Sisil mau pindah di perusahaan Bella kayaknya " ucap Reno
" Kenapa mendadak ? " tanya Barra .
__ADS_1
" Dia udah gak tahan kerja sama lo . Lo kejam kalau kerja , lo jadiin dia robot . Gitu katanya " ucap Reno menjelaskan .
Barra menganggukkan kepalanya .
" Kalian pulang gih . Gue mau tidur " ucap Barra .
" Ya elah baru juga pukul 11 " keluh Jordan
" Iya lo . Mentang mentang punya bini " tambah Reno .
" Udah pulang pulang " usir Barra lalu meninggalkan ke dia sahabatnya itu .
" Kalau enggak tidur di sini juga gak papa , pilih kamar sendiri . Tapi gue saranin pilih kamar di bawah aja . Takut denger suara merdu bini gue " ucap Barra
" Sialan lo " kesal Jordan .
" Gila lo " ucap Reno lalu berdiri dari tempat duduknya dan mengikuti Barra yang keluar kamar . Begitu pula dengan Jordan .
" Gue ikut lo " ucap Jordan .
" Ngikut aja lo " kesal Reno .
Barra lalu ikut masuk ke dalam selimut sang istri . Bella benar benar tidak terusik oleh kedatangan Barra . Mungkin lelah di sebabkan perjalanan yang di lalui mereka cukup memakan waktu .
Pagi harinya , Bella mulai terusik oleh suaminya yang mulai aktif itu .
" Sayang aku mau bangun " rengek Bella
__ADS_1
" Sebentar sayang " ucap Barra .
Dan terjadilah sesuatu yang bikin gerah di pagi hari , dan juga suara yang bisa bikin merinding .
Bella begitu kesal bahkan di kamar mandi Barra juga meminta lagi . Jadi Bella saat ini hanya bisa menyiapkan roti dan susu untuk sarapan suaminya .
" Sayang jangan cemberut dong . Kan jadi jelek " ucap Barra yang tengah duduk di kursinya .
" Hem " dehem Bella .
" Sayang nanti ada pembantu baru kata Bunda " ucap Barra .
" Aku sudah bilang sayang gak usah gak papa " ucap Bella .
" Itu hanya untuk mengurus pekerjaan yang lain sayang . Tapi untuk urusan perutku itu hanya boleh kamu yang urus " tegas Barra
" Ya terserah " jawab singkat Bella .
" Itu biar kamu tidak capek-capek . Tugas kamu hanya untuk melayaniku " ucap Barra yang memang meminta Bundanya untuk mencarikan pekerja untuk bersih bersih .
Bella hanya mengangguk patuh .
" Aku mau pembantunya itu sudah tua bukan muda lagi . Ya setidaknya jangan yang ganjen ganjen lah aku gak suka " ucap Bella . Dia tidak mau ribet mengurus orang seperri itu .
" Baiklah nyonya alexander . Oke , nanti aku bilang sama Bunda . Aku berangkat ya " ucap Barra lalu mengecup kening dan bibir Bella .
Bella mengantar Barra sampai di pintu masuk depan . Hingga mobil suaminya sudah tidak terlihat lagi .
__ADS_1
" Permisi apa betul ini rumah Pak Barra ?" tanya seorang perempuan .
Bella lalu menoleh ke arah sumber suara .