
Bella dengan langkah gontai nya berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum , karena air minum yang berada di kamarnya kosong . Inem yang melihat Bella turun segera menghampirinya .
" Nyonya butuh apa ? " tanya Inem , tapi ketika melihat tanda merah di leher Bella dan juga di atas dadanya Inem lalu menutup mulutnya .
Apa nyonya muda sudah di gigit oleh Tuan . batin Inem .
" Tidak bi , saya hanya mau minum saja kok " ucap Bella lalu melangkahkan kakinya kembali ke atas menuju kamarnya .
" Ya Allah lindungilah nyonya dari Tuan muda yang akan memakannya . Amin " ucap Inem seakan berdoa .
Totok yang memperhatikan istrinya akhir-akhir ini terlihat berbeda , bahkan ketika dia mendekati istrinya juga terlihat ketakutan .
" Kamu ini kenapa to ? Kok malah ngomong sendiri " tanya Totok seraya menempelkan punggung tangannya ke kening sang istri .
" Opo to pak . Aku ki sehat " ucap Inem sedikit sewot .
" Lagian ibuk itu dari kemaren kalau bapak deketin pasti alesan mau ini mau itu . Jane ono opo to bu ? " tanya Pak Totok yang sudah penasaran .
" Enggak biasa saja " ucap Inem lalu membersihkan dapur .
" Baru juga ngomong sudah pergi lagi . Ya sudah lah mending kerja " ucap Totok .
***
__ADS_1
Bianca dengan senang hati berjalan ke sana dan ke mari . Bianca benar-benar ingin menghabiskan uang Jordan . Ya dia memang sudah biasa seperti itu dengan Jordan maupun dengan Reno . Ke dua pria dewasa yang tak lain juga sahabat Barra itu sudah menganggap Bianca seperti adiknya sendiri .
" Wah indahnya dunia ini " ucap Bianca dengan riang mencari hal-hal yang sebenarnya tidak penting .
" Hay Oma Bianca di sini " teriak Bianca yang melihat Oma Rahma datang bersama seorang wanita yang tak lain pelayan yang selalu melayani Oma .
Oma tersenyum melihat Bianca yang begitu semangat dan juga begitu menyayanginya bahkan sudah seperti cucunya sendiri . Gadis yang polos dan periang itu selalu membuat Oma terhibur .
" Oma maaf ya , Bianca tidak bisa jemput . Bianca baru kepikiran setelah sampai sini " ucap Bianca merasa bersalah.
" Enggak papa nak . Oma juga sudah ada yang mengantar " ucap Oma mencoba menenangkan Bianca
" Mbak bisa pulang dulu nanti biar Oma saya yang antar " ucap Bianca .
Perempuan itu menatap ke arah Oma untuk meminta persetujuannya . Oma lalu menganggukkan kepalanya .
" Kamu sudah beli banyak barang ? Kita mau kemana lagi " ucap Oma
" Oma mau kemana ? Bianca yang bayar " ucap Bianca semangat
" Oma pengen menonton drama korea " ucap Oma .
" Astaga Oma . Oma suka drakor ?" ucap Bianca terkejut
__ADS_1
" Ya Oma suka menonton karena Bella suka menonton drama-drama seperti itu " ucap Oma .
" Oke baiklah . Kita akan menonton . Sesuai permintaan Oma " ucap Bianca semangat .
" Nanti kalau Oma capek bilang sama Caca ya Oma " ucap Bianca lagi .
" Iya , Pasti . Tapi Oma paling suka di ajak jalan-jalan seperti ini . Apalagi geratis " ucap Oma dengan senyum di wajah keriputnya .
" Betul , caca juga suka yang geratis " ucap Bianca .
Lalu kedua perempuan beda generasi itu tertawa bersamaan .
Setelah selesai menonton , Ona dan Bianca memutuskan untuk mencari makan .
" Bagaimana Oma ? Oma suka ?" tanya Bianca .
" Tentu . Apalagi aktornya ganteng . Oma harus bisa bertemu dengan dia " ucap Oma .
" Ya betul nanti biar Caca yang temani " ucap Bianca .
" Kamu yakin ?" ucap Oma dengan sumringah .
" Ya tentu . Oma harus persiapkan diri untuk ke sana . Sekitar satu minggu lagi kita ke sana , gimana Oma ?" ucap Bianca .
__ADS_1
" Setuju " semangat Oma .
Lalu keduanya setelah lelah berjalan-jalan memutuskan untuk pulang ke rumah . Oma juga lebih dulu di antar oleh Bianca terlebih dahulu .