Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 92


__ADS_3

Bella dengan langkah gontai nya berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum , karena air minum yang berada di kamarnya kosong . Inem yang melihat Bella turun segera menghampirinya .


" Nyonya butuh apa ? " tanya Inem , tapi ketika melihat tanda merah di leher Bella dan juga di atas dadanya Inem lalu menutup mulutnya .


Apa nyonya muda sudah di gigit oleh Tuan . batin Inem .


" Tidak bi , saya hanya mau minum saja kok " ucap Bella lalu melangkahkan kakinya kembali ke atas menuju kamarnya .


" Ya Allah lindungilah nyonya dari Tuan muda yang akan memakannya . Amin " ucap Inem seakan berdoa .


Totok yang memperhatikan istrinya akhir-akhir ini terlihat berbeda , bahkan ketika dia mendekati istrinya juga terlihat ketakutan .


" Kamu ini kenapa to ? Kok malah ngomong sendiri " tanya Totok seraya menempelkan punggung tangannya ke kening sang istri .


" Opo to pak . Aku ki sehat " ucap Inem sedikit sewot .


" Lagian ibuk itu dari kemaren kalau bapak deketin pasti alesan mau ini mau itu . Jane ono opo to bu ? " tanya Pak Totok yang sudah penasaran .


" Enggak biasa saja " ucap Inem lalu membersihkan dapur .


" Baru juga ngomong sudah pergi lagi . Ya sudah lah mending kerja " ucap Totok .


***

__ADS_1


Bianca dengan senang hati berjalan ke sana dan ke mari . Bianca benar-benar ingin menghabiskan uang Jordan . Ya dia memang sudah biasa seperti itu dengan Jordan maupun dengan Reno . Ke dua pria dewasa yang tak lain juga sahabat Barra itu sudah menganggap Bianca seperti adiknya sendiri .


" Wah indahnya dunia ini " ucap Bianca dengan riang mencari hal-hal yang sebenarnya tidak penting .


" Hay Oma Bianca di sini " teriak Bianca yang melihat Oma Rahma datang bersama seorang wanita yang tak lain pelayan yang selalu melayani Oma .


Oma tersenyum melihat Bianca yang begitu semangat dan juga begitu menyayanginya bahkan sudah seperti cucunya sendiri . Gadis yang polos dan periang itu selalu membuat Oma terhibur .


" Oma maaf ya , Bianca tidak bisa jemput . Bianca baru kepikiran setelah sampai sini " ucap Bianca merasa bersalah.


" Enggak papa nak . Oma juga sudah ada yang mengantar " ucap Oma mencoba menenangkan Bianca


" Mbak bisa pulang dulu nanti biar Oma saya yang antar " ucap Bianca .


Perempuan itu menatap ke arah Oma untuk meminta persetujuannya . Oma lalu menganggukkan kepalanya .


" Kamu sudah beli banyak barang ? Kita mau kemana lagi " ucap Oma


" Oma mau kemana ? Bianca yang bayar " ucap Bianca semangat


" Oma pengen menonton drama korea " ucap Oma .


" Astaga Oma . Oma suka drakor ?" ucap Bianca terkejut

__ADS_1


" Ya Oma suka menonton karena Bella suka menonton drama-drama seperti itu " ucap Oma .


" Oke baiklah . Kita akan menonton . Sesuai permintaan Oma " ucap Bianca semangat .


" Nanti kalau Oma capek bilang sama Caca ya Oma " ucap Bianca lagi .


" Iya , Pasti . Tapi Oma paling suka di ajak jalan-jalan seperti ini . Apalagi geratis " ucap Oma dengan senyum di wajah keriputnya .


" Betul , caca juga suka yang geratis " ucap Bianca .


Lalu kedua perempuan beda generasi itu tertawa bersamaan .


Setelah selesai menonton , Ona dan Bianca memutuskan untuk mencari makan .


" Bagaimana Oma ? Oma suka ?" tanya Bianca .


" Tentu . Apalagi aktornya ganteng . Oma harus bisa bertemu dengan dia " ucap Oma .


" Ya betul nanti biar Caca yang temani " ucap Bianca .


" Kamu yakin ?" ucap Oma dengan sumringah .


" Ya tentu . Oma harus persiapkan diri untuk ke sana . Sekitar satu minggu lagi kita ke sana , gimana Oma ?" ucap Bianca .

__ADS_1


" Setuju " semangat Oma .


Lalu keduanya setelah lelah berjalan-jalan memutuskan untuk pulang ke rumah . Oma juga lebih dulu di antar oleh Bianca terlebih dahulu .


__ADS_2