
Malam harinya Barra mengajak Bella keluar dengan alasan untuk makan malam peresmian hotel yang kini di pegang oleh Bella sendiri . Barra meminta Bella menggunakan gaun yang tadi sudah di coba oleh Barra .Bella tidak mau memakai gaun lainnya lagi selain pilihan Bella tadi , karena Barra tadinya tidak ingin Bella menggunakan gaun yang sedikit terbuka itu . Tapi apalah daya Barra sudah tidak ingin berdebat dengan sang kekasih , jadi Barra memilih menuruti kekasihnya itu .
" Kenapa rumah ini sepi ? " tanya Bella ketika tidak ada penghuni rumah lainnya .
" Apa Oma bukan manusia ? " tanya Oma yang datang dari belakang mereka .
" Oma mau kemana ? Kenapa cantik sekali ? " Oma mau keluar sebentar dengan teman teman Oma . Kalian mau kemana ? "
" Aku dan Barra mau makan malam di hotel . Kata Barra di sana ada acara makan malam peresmian hotel " jelas Bella
" Baiklah . Kalian hati hati di jalan , Oma berangkat dulu " Oma lalu berjalan keluar .
" Tapi Mami kemana ? Apa Mami sudah balik jakarta ? " tanya Bella heran tidak biasanya kedua orang tua Bella tidak pamit terlebih dahulu kepadanya .
" Aku juga tidak tahu . Ayo berangkat , tidak enak jika kita terlambat nantinya " ajak Barra kepada sang kekasih lalu memintanya untuk menggandeng tangannya . Bella hanya mengangguk patuh .
Cup
" Cantik " Barra mencium bibir Bella sekilas .
" Dari dulu juga cantik " ucap Bella cemberut .
" Ya . Kamu yang tercantik " ucap Barra lalu keduanya tersenyum bersamaan .
Kini mereka berada di dalam mobil . Barra meminta supir untuk mengantarkan mereka . Karena sebenarnya Barra sedikit gugup . Tapi masih mencoba menyembunyikannya .
Barra menggandeng Bella untuk turun dari mobil mereka . Banyak tamu undangan yang menghadiri acara mereka di hotel itu . Ada juga tamu undangan dari investor dari luar negeri juga dan orang penting lainnya .
" Selamat malam Tuan Barra " sapa klien Barra yang bule itu .( Ngomongnya pakai bahasa Inggris ya )
" Ya Tuan Andreas selamat malam . Terima kasih atas kehadiran anda malam ini "
" Tidak masalah . Saya sangat senang bisa hadir dalam acara penting anda malam ini. Wanita cantik ini pasti adalah calon istri Tuan Barra ? " ucapnya Ramah .
__ADS_1
" Dia adalah bidadari saya Tuan Andreas . Wanita terbaik dalam hidup saya setelah ibu saya " Ucap Barra menatap Bella penuh cinta
" Ya . Dia adalah gadis yang sangat cantik seperti bidadari " Jawab Tuan Andreas membalas ucapan Barra .
" Anda terlalu berlebihan Tuan " Jawab Bella dengan tersenyum ramah .
" Wahhh . Jika tersenyum bahkan sangat cantik " pujinya lagi .
" Ya . Maka dari itu saya tidak bisa berpaling darinya . Baik saya tinggal dulu . Silahkan dinikmati hidangannya " ucap Barra yang tidak ingin berlama lama dengan pria yang suka menikmati keindahan yang ada pada Bella .
" Dasar buaya darat . Tidak bisa melihat yang bening " umpat Barra lirih. Bella tersenyum mendengar keluhan Barra , Bella lalu mengelus lembut lengan Barra untuk menenangkannya .
" Ya memang senyummu sangat cantik . Aku mencintaimu" ucap Barra sungguh sungguh
" Aku juga mencintaimu " lalu Bella tersenyum sangat manis .
" Aihh jika tidak ada orang rasanya aku ingin ..
" Ingin apa hahh " tanya Papi Edo yang berada di belakang mereka
" Awas saja jika macam-macam "
" Sudah acara sebentar lagi di mulai ayo kita ke sana " ajak Mami Maya yang juga menghampiri mereka
" Tunggu dulu . Kenapa Mami sama Papi masih ada di sini ? " tanya Bella
" Sudah ayo . Jangan cerewet " ucap sang Mami.
Bella lalu memanyunkan bibirnya sebagai ungkapan protesnya . Barra mengelus punggung tangan Bella lembut . Dan juga tersenyum lucu melihat tingkah Bella yang manja jika dengan kedua orang tuanya juga dengan dirinya .
Jika tidak ada orang sudah aku cium bibir mu itu batin Barra
Semua para tamu undangan yang menghadiri acara malam ini adalah kolega bisnis dari keluarga Alexander juga dari keluarga Darmawan .
__ADS_1
" Selamat malam semua hadirin . Saya Reno selaku pembawa acara disini dan juga tangan kanan Tuan Barra . Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak juga Ibu semua di sini dalam Rangka peresmian hotel Bella Yuna . Ya nama hotel ini sekarang sudah di ganti menjadi Bella Yuna yang tak lain pemilik dari hotel ini saat ini , yaitu Nona Bella Ayuna Darmawan " ucapan Reno .
" Mari kita undang Nona Bella silahkan memberikan sambutan untuk peresmian hotel Bella Yuna . Untuk waktunya kami persilahkan " tambah Reno lagi
Bella naik ke atas panggung yang telah di sediakan . Terlihat sangat anggun dan memikat para tamu khususnya para kaum Adam di sana yang memuji kecantikan Bella .
" Selamat malam semuanya . Terima kasih atas waktu yang ........... Demikian dari saya terima kasih . Ya kurang lebih seperti itu sambutan dari Bella . Bella lalu turun dari sana dan juga di bantu oleh Barra yang selalu setia menemaninya .
"Dan acara yang paling ditunggu dari acara ini adalah pertunanagan keluarga besar yaitu keluarga Alexander dan keluarga Darmawan . Wah yang satu pangeran tampan dan yang satu lagi putri yang sangat cantik, saya jadi tidak sabar untuk menimang keponakan " ucap Reno mendapat anggukan setuju dari semua tamu undangan di sana .
Bella menoleh ke arah Barra terkejut juga bahagia . Padahal tadi Barra hanya mengatakan hanya untuk peresmian hotel yang kini menjadi miliknya .
" Silahkan untuk Tuan Barra dan Nona Bella untuk naik ke atas "
Bella menatap ke arah kedua orang tuanya sang Mami mengangguk tanda menyetujuinya . Bella juga ikut tersenyum .
Kini mereka naik ke atas panggung dan juga saling bertukar cincin . Semua para tamu undangan bertepuk tangan tanda ikut bahagia atas pertunangan kedua keluarga besar itu . Mereka berdua bak putri dan raja tampak anggun dan juga berwibawa .
Setelah selesai keduanya turun dari panggung . Dan berbincang dengan keluarga besar mereka juga rekan bisnis mereka . Hingga tiba tiba ada seorang lelaki paruh baya mendatangi dimana Barra dan Bella tengah berbincang dengan rekan bisnisnya yang lain .
" Selamat atas pertunangan kalian . Pantas saja kamu saja jodohkan dengan anak saya tidak mau . Ternyata sudah ada wanita cantik di samping kamu " ucapnya
" Terima kasih " jawab Barra singkat .
" Papa " ucap seorang wanita yang menghampiri mereka .
" Sini sayang , ucapkan selamat kepada Barra juga calon istrinya " ucap sang ayah
" Selamat kak Barra dan juga kak Bella . Kalian sungguh serasi " ucap Anes yang kala itu merengek kepada sang ayah untuk ikut hadir di acar pertunangan Barra .
" Iya , terima kasih " bukan Barra yang menjawab melainkan Bella .
Barra justru merengkuh pinggang Bella dengan posesif seakan tidak peduli dengan orang disekitarnya terlebih gadis di depannya ini .
__ADS_1
Anes tersenyum kecut menyaksikan Barra yang begitu perhatian kepada Bella .
" Permisi Tuan saya ke sana dulu " ucap Barra meninggalkan ayah dan anak itu . Sang ayah mengangguk sebagai jawaban sedangkan sang anak masih dengan pemikirannya sendiri .