Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 23


__ADS_3

" Sayang kamu di mana ?" teriak Barra


" Apa aku dari kamar mandi " sahut Bella berjalan menghampiri Barra yang berdiri di dekat ranjangnya


" Kamu mandi lagi ? " tanya Barra yang melihat rambut basah Bella. Bella hanya mengangguk sebagai jawaban.


" Sayang mana baju ganti ku dari bibi tadi " ucap Bella yang tidak ingin kejadian terulang kembali takut kebablasan


" Itu di sofa . Ya sudah aku mandi dulu " kata Barra lalu berjalan ke kamar mandi tapi sebelum masuk ke dalam kamar mandi Barra melanjutkan perkataannya. " Atau mau lanjut yang tadi ? " tanya Barra sambil menaik turunkan alisnya mencoba menggoda kekasihnya lagi.


" Dasar pria mesum " teriak Bella seraya melempar bantal namun bantal itu lebih dulu di tangkap oleh Barra.


" Ini semua gara gara bibi . Kenapa sih ganggu saja mana tanggung lagi " gerutu Barra berjalan meletakkan kembali bantal yang di lempar oleh Bella dan berhenti di hadapan Bella dan mencium bibir Bella .


" Dasar Barra mesum. Kamu sekarang sudah jadi pria mesum ya " kesal Bella sambil memukul lengan Barra , merasa aneh dengan kekasihnya itu bisa bisanya dia mengatakan itu.


" Sakit sayang stop iya iya maaf, udah dong " rengek Barra memelas pura pura menahan sakit , padahal pukulan Bella tidak berarti apa apa.


" Lagian kamu tuh sekarang jadi pria mesum tahu gak " kesal Bella lalu berjalan ke ruang ganti mengakhiri perdebatannya dengan Barra yang tidak akan ada habisnya.


Barra melanjutkan masuk ke dalam kamar mandinya yang sempat tertunda akibat perdebatannya dengan Bella. sekitar 20 menit Barra melakukan ritual mandinya. Barra keluar kamar mandi hanya melilitkan handuk hingga sebatas lutut.


" Sayang aku gak punya baju ganti ya " tanya Barra pada Bella. Bella menoleh ke arah sumber suara betapa terkejutnya ketika melihat Barra yang hanya menggunakan handuk sebatas lutut memperlihatkan perut kotak kotaknya , padahal Bella sudah melihatnya tapi masih merasa malu. Mana tetesan air sisa mandi Barra masih menetes di sekitar tubuh Barra hingga berkesan seksi. Setelah sadar Bella memalingkan wajahnya karena malu melihat tubuh Barra.

__ADS_1


" Aku sudah memesankan pakaian baru untukmu, mungkin sebentar lagi sampai " jawab Bella tanpa menoleh ke arah Barra. Bella kembali fokus mengeringkan rambut basahnya. Barra yang menyadari keanehan Bella segera mendekatinya dan memeluk Bella dari belakang. Barra mencium leher jenjang Bella yang terbuka.


" Kenapa ? Apa kamu malu ? " tanya Barra karena Bella sejak tadi tidak berani menatapnya.


" Memangnya aku kenapa ? " tanya balik Bella menutupi kegugupannya. " Sayang udah geli . Liat nih ulah kamu aja banyak banget gini gimana nutupi nya kan malu kalau keluar di liat sama orang orang " Gerutu Bella . Bagaimana tidak sekarang lehernya penuh dengan tanda merah milik Barra seperti orang alergi saja.


" Bagus tahu sayang. kamu tambah seksi dan gak akan ada yang deketin kamu. Karena kamu milik aku " Ucap Barra


" Tapi kan gak gini juga sayang . Udah ach aku mau makan lapar " kesal Bella lalu bangkit dari meja riasnya akan keluar kamar . Tapi belum sempat keluar Barra menariknya kedalam pelukannya. Hingga Bella menabrak dada bidang milik Barra.


" Aku gak mau kehilangan kamu lagi " kata Barra dengan tulus di sela pelukan mereka.


" Aku tadi bertemu Raya saat di restoran " ucap Bella seraya sedikit melonggarkan pelukan mereka . " Tadi dia memberikan aku sebuah foto dan sebuah foto usg dan dia bilang itu adalah anak kamu dan juga Raya . Apa kamu dan Raya sudah melakukannya ? " tanya Bella hati hati yang sebenarnya takut menanyakan hal itu . jika itu benar apa yang harus dia lakukan .


" Dan kamu percaya begitu saja ? " tanya Barra seraya menatap mata Bella penuh cinta.


" Heii. Apa kamu percaya sama aku ? " tanya Barra seraya mengangkat wajah Bella yang mulai sendu . " Jangan sampai kita salah faham lagi hanya karena wanita ular itu . Dia itu licik sayang , dia pasti akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan yang dia inginkan " jelas Barra yang tidak ingin masa lalu terulang kembali hanya karena kecerobohannya.


" Apa kamu pernah tidur dengannya ? " tanya Bella lagi yang kini berani menatap mata Barra dalam.


" Aku berani bersumpah sayang , aku tidak pernah tidur dengan siapapun apa lagi dengan wanita itu " tegas Barra . " Kenapa kamu bertanya seperti itu ? Apa karena sebuah foto yang di perlihatkan okeh wanita itu ? hemm " tanya Barra lembut , sungguh Barra takut jika Bella pergi lagi dari hidupnya.


" iya " Bella menatap Barra dalam seakan mencari kebohongan di mata Barra namun tidak ada.

__ADS_1


" Sayang aku akan mencari tahu yang kebenarannya. Kamu harus percaya kepadaku oke " tegas Barra yang tak ingin Bella salah paham kepadanya.


" Aku dingin sayang , peluk aku " Ucap Barra kembali menarik Bella kedalam pelukannya lagi . Bella hanya tersenyum melihat tingkah konyol Barra yang begitu manja jika dengannya.


tok tok tok


" Permisi Tuan , Nona . Pakaian pesanan Nona sudah sampai " kata pelayan itu takut takut jika Tuan dan Nona nya sedang yahh begitulah.


" Sayang aku ambil baju kamu dulu katanya kamu kedinginan " ucap Bella seraya melepaskan pelukannya dari Barra .


" Aku tahu sayang biar bisa cepet panas " kata Barra sambil mengedipkan sebelah matanya...


" Kamu sekarang memang sudah berubah tau gak. Mesum " teriak Bella lalu berjalan keluar mengambil pesanannya. Sedangkan Barra tertawa bahagia melihat Bella yang tidak murung lagi.


Barra masih memikirkan bagaimana bisa wanita jadi jadian itu sampai berbuat sebegitu keji. Apa masih belum cukup yang dia lakukan selama ini. Dan apa tujuannya.


" Sayang pakai dulu baju mu . Aku tunggu kamu bawah " ucap Bella yang sudah merasa lapar


" Tunggu aku, Kita turun bersama sama " titah Barra lalu berjalan menuju ruang ganti di kamar itu.


Setelah Barra mengganti pakaiannya , kini keduanya turun menuju meja makan . Hari semakin larut keduanya makan dengan tenang.


" Sudah malam menginap saja di sini . Lagian jalan menuju kota cukup jauh " jelas Barra

__ADS_1


" Tapi nanti papi pasti akan mencariku . Aku betul siapa papi, meskipun dia membiarkan aku bekerja atau pergi keluar pasti akan ada orang yang mengawasi ku. Karena aku pernah melihatnya secara tidak sengaja. Seperti sekarang pun mungkin papi tahu kalau aku sedang bersama kamu di sini " jelas Bella . Ya memang dia tahu jika papi nya menyuruh seseorang untuk menjaganya dari jauh tapi Bella membiarkan itu , karena itu juga demi kebaikannya.


berarti papi juga tahu kalau wanita itu menemui ku dan memperlihatkan foto itu kalau Barta tidur dengan wanita itu. Kenapa aku baru menyadarinya percuma saja menyuruh jack untuk tidak memberi tahu papi. Bodohnya aku. batin Bella yang mengkrutukki kebodohannya.


__ADS_2