Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 119


__ADS_3

Baby B kini sudah 6 bulan , bayi itu sangat lincah . Bahkan sekarang sudah duduk dan mulai memakan mpasi . Hari ini adlah kali pertama bayi kecil itu mencoba makanan baru selain asi .


" Sayang ayo aaaa ... " ucap Bella mencoba menyuapi baby Brian yang sedang berada di pangkuan daddy nya .


" Sayang pernikahan Sisil tinggal sebentar lagi ya ?" tanya Barra kepada istrinya .


" Iya .. Ternyata dia mengadakan pernikahan dengan menunggu Brian lahir karena mau merepotkan ku . Dia meminta aku mengurus semua acara nya .. Dia itu " kesal Bella .


" Yang penting kamu jangan capek-capek ya " ucap Barra .


Dua bulan kemudian .


Acara ijab kabul Sisil dan Reno akan di laksanakan hari ini . Dan malam harinya akan di lanjutkan dengan resepsi .


" Bell ,, gue gugup " ucap Sisil yang kini sedang menyentuh tangan Bella .


" Gila dingin banget tangan lo . Udah lo tenang ajah , ini hari bahagia lo . Dan gue berharap setelah ini yang ada bahagia aja yang datang pada lo . Gue juga seneng lo udah buka hati lagi buat yang lain . Meskipun dia cinta pertama lo , tapi dia hanya memberi luka . Dan sekarang lo harus bahagia ' ucap Bella mencoba menenangkan .


" Thanks ya Bell . Lo sahabat terbaik gue " ucap Sisil seraya berkaca-kaca .


" Owh jadi cuma Bella doang . Gue enggak " sahut Dimas yang baru saja sampai karena dia dari surabaya .


" Lo juga abang gue . The best pokoknya " ucap Sisil .


" Selamat ya Sil , semoga lo bahagia " ucap Dimas .


Persahabatan mereka memang murni sahabatan dan tidak ada saling suka satu sama lain . Bagi Dimas , Bella dan Sisil itu adalah adiknya . Begitu pula dengan Bella dan Sisil , Dimas adalah kakak bagi mereka . Karena pada dasarnya mereka sama-sama anak tunggal . Dan di situlah keakraban mereka bisa terjalin dari kecil .


" Kapan anda menyusul pak ?" tanya Bella


" Sebentar lagi kalau ada yang pas " ucap Dimas .


" Sayang Brian mau nen*n " ucap Barra menghampiri istrinya .

__ADS_1


" Hay ganteng ku . Kamu kenapa tambah ganteng sih " ucap Sisil menganggu baby Brian yang sepertinya memang sedang kehausan .


" Acara sudah mau di mulai ayo keluar " ajak Barra kepada yang lain . Setelah Di rasa Brian juga sudah kenyang .


Acara yang ijab kabul berjalan dengan lancar . Tamu undangan memberi selamat kepada pengantin baru itu .


Sisil dan Reno kini sedang berada di rumah Sisil . Karena acara ijab kabul diadakan di rumah Sisil . Tapi untuk resepsi nanti malam akan di adakan di hotel Barra .


" Mandilah dulu " ucap Reno memecahkan keheningan di kamar pengantin itu .


" Iya " ucap Sisil


" Apa mau melakukannya dulu ?" tawar Reno .


" Jangan ngaco degh " kesal Sisil lalu masuk ke dalam kamar mandi .


" hahahha . gini ya rasanya punya bini . Kamar cewek " ucap Reno seraya mengamati setiap sudut ruang kamar Sisil .


Cukup lama Reno menunggu Sisil keluar kamar mandi , Reno merebahkan tubuhnya karena cukup lelah akhir-akhir ini . Mempersiapkan pernikahan dan juga cabang perusahaan yang baru saja di bangun oleh kedua orang tua Reno di negara ini . Karena mereka memutuskan untuk pindah lagi le negara kelahiran mereka . Dan mereka akan menjadikan perusahaan di sini juga sebagai kantor pusat mereka ..


Sisil keluar kamar mandi dengan tubuh yang sudah segar . Sisil menatap Reno yang tertidur di ranjangnya . Terlihat lelah . pikir Sisil .


Sisil membiarkan suaminya itu istirahat . Karena memang mereka sangat sibuk akhir-akhir ini . Ya dengan bantuan Bella juga tentunya .


Hari sudah mulai gelap . Kedua orang tua Sisil membangunkan kedua pengantin yang masih terlelap di kamar mereka .


" Ayo sayang bangun dulu " teriak sang mama karena juga merasa tidak enak jika langsung masuk . Sedangkan yang di bangunkan malah saling memberi kehangatan satu sama lain


" Pah . Tolong dong bantu bangunin . Ini sudah setengah enam . Kita harus sampai di hotel dan mereka juga harus bersiap " ucap Mamanya Sisil


" Mungkin mereka sedang .


ceklek

__ADS_1


" maaf ma, pa . Kami ketiduran " ucap Reno yang mendengar ribut-ribut di luar kamarnya .


Reno segera membangunkan istrinya dan segera menuju ke hotel yang memang di persiapkan untuk mereka .


Pengantin baru itu kini sudah kembali terlihat cantik dan tampan . Tamu undangan juga sudah berdatangan .


Malam resepsi pun berakhir dengan lancar . Bella dan juga keluarga sudah kembali ke kamar mereka . Mereka memutuskan untuk menginap di hotel . Karena hari sudah larut .Dan bayi kecil itu sudah terlelap .


" Apakah kita juga melakukan apa yang akan di lakukan oleh Reno dan Sisil " bisik Barra kepada istrinya .


" Kamu ini " ucap Bella dengan malu-malu .


" Kita juga butuh sayang . Ayo selagi Brian sudah tidur " ucap Barra lagi .


" Tapi nanti dia merasakan ada gempa gimana ?" tanya Bella yang tidak ingin anaknya mendengar dan merasa tidur anaknya terganggu .


" Kita di sana " ucap Barra seraya menggendong tubuh istrinya .


Bella hanya pasrah jika suaminya sudah meminta . Dia juga tidak mau menjadi istri durhaka .


" Sayang terima kasih telah menerimaku menjadikan ku suamimu . Maaf untuk yang telah terjadi , aku janji akan selalu memberimu kebahagiaan begitu juga anak-anak kita nanti " ucap Barra tulus .


Bella tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca . Barra jarang sekali mengungkapkan perasaannya . Barra hanya akan menunjukkan sikapnya kepada Bella jika memang Barra begitu mencintai Bella .


" Aku juga berterima kasih . Karena kamu telah menjadikan aku orang yang sangat beruntung karena cintamu ke aku begitu besar . Menjadikan aku ratu di setiap tindakanmu . Kamu jarang sekali mengungkapkan perasaan mu , tapi aku sudah merasa cukup dan bahagia menjadi istrimu " ucap Bella seraya menatap manik mata Barra penuh cinta .


Tamat.


Terima kasih sebanyak-banyaknya untuk para readers setia ku . Terima kasih telah setia menunggu ceritaku . Ini novel pertamaku , Saya yakin masih sangat banyak kekurangan di dalam novel saya ini .


Tunggu novel othor yang berikutnya ya .


Terima kasih. 😊

__ADS_1


__ADS_2