
Johan kini sudah berada di dalam apartemennya. Dia merebahkan tubuhnya , dia menikmati setiap ruangan yang kini masih menjadi miliknya . Namun dia teringat oleh Raya , wanita yang rela menemaninya meskipun dalam keadaan susah . Tapi dia begitu tega memintanya bekerja di club meskipun berbadan dua . Kini tinggal penyesalan yang di rasakan oleh Johan .
" Maafkan aku Ray . maafkan aku " ucap Johan seraya larut dalam isak tangisnya .
Cukup lama Johan merenungi setiap kesalahannya , hingga tanpa sadar Johan terlelap dalam tidurnya .
" Enak sekali hidupmu . Malah enak-enakkan tidur " teriak Anes .
Johan yang merasa terkejut lalu duduk seketika . Karena teriakan Anes yang cukup kuat dan melemparnya mengunakan bantal .
" Kapan lo balik ?" tanya Anes .
" Bukan urusan lo " ucap Johan lalu mengambil segelas air untuk di minum .
" Oke . Lihat saja nanti " kesal Anes lalu pergi meninggalkan Johan .
Johan hanya menoleh sekilas lalu memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum melakukan apa yang sudah di minta oleh Jack .
Sementara di luar sana Anes mengumpat kesal karena Johan sudah tidak takut dengannya .
" Sialan kamu Johan jangan harap kamu bisa lolos begitu saja " ucap Anes seraya memukul stir kemudinya .
Anes lalu menghubungi orang suruhannya .
" Kamu akan hancur Johan " ucap Anes tertawa bahagia .
__ADS_1
Tok tok tok
" Siapa?" tanya Johan .
" Anda harus meninggalkan apartemen ini . Karena sekarang apartemen ini milik nona Anes " ucap Pria berjas itu .
" Oke " ucap Johan tanpa perlawanan . Dia sudah tahu jika kejadiannya akan seperti ini .
Johan segera mengemasi barang yang di perlukan nya saja . Setelah itu Johan meninggalkan apartemen itu meskipun dengan berat hati .
Johan segera mencari kontrakan kecil di tempat yang tidak akan mudah di ganggu oleh Anes. Johan sudah benar-benar tidak ingin berurusan lagi dengan wanita itu . Dia sudah kehilangan banyak hal dari istri dan juga anak , karier .
Bruk
" maaf saya tidak sengaja" ucap Johan
" Mas Johan "
" Fika "
Mereka secara bersamaan .
" Maaf aku tidak sengaja "ucap Johan .
" Kamu mau kemana mas ?" tanya Fika
__ADS_1
" Aku hanya ingin jalan-jalan saja " ucap Johan berbohong .
" Oh oke . Aku duluan " ucap Fika lalu pergi meninggalkan Johan .
" Iya hati-hati " ucap Johan lirih .
Johan tersenyum kecut menatap sang mantan istri , tapi dalam hati dia senang karena kehidupan mantan istrinya baik-baik saja . Lalu bagai mana dengan anaknya . Baru saat ini dia memikirkan anaknya . Kemana dia dulu ? . Ya Johan bergelut dengan pikirannya sendiri .
" Permisi , apakah disini ada kontrakan kosong ?" tanya Johan kepada seorang ibu-ibu
" Ada , kemaren masih ada satu sepertinya " ucap Ibu tersebut .
" Boleh saya lihat dulu ibu ?" tanya Johan
" Boleh mari " ucap Ibu tersebut ramah .
Kontrakan tersebut terlihat biasa saja , bahkan jauh dari kesan mewah . Namun dengan uang yang masih dia punya itu , dia harus pergunakan dengan baik .
" Bagaimana mas ? " tanya ibu tersebut karena Johan terlihat hanya diam saja .
" Hah . Iya bu , saya mau " ucap Johan .
" Baiklah , mas boleh tinggal di sini . Semoga suka dan nyaman " ucap ibu tersebut lalu meninggalkan Johan .
" Ini ibu saya bayar dulu kontrakannya " ucap Johan .
__ADS_1
" Iya mas terima kasih " ucap ibu itu lalu meninggalkan Johan .
Johan segera merapikan ruangan kontrakan itu. Kontrakan yang kini akan menjadi tempat berteduhnya . Kehidupan yang dulu bergelimang harta kini harus merasakan kehidupan yang sulit .