
Setelah melakukan tes di rumah sakit dan akhirnya hasilnya Bella positif hamil . Setiap mereka melangkahkan kakinya , hanya ada tatapan kagum dan juga iri bagi kaum hawa yang mengidolakan Barra . Tapi ada juga yang merasa kalau mereka itu cocok . Pasangan yang imbang yang satu cantik yang satu lagi tampan . Barra menggandeng tangan istrinya dengan erat . Semenjak mengetahui Bella hamil Barra akan menjadi pria yang posesif untuk istrinya . Mami maya begitu senang melihat kedua anaknya begitu saling menyayangi . Meskipun mereka harus melewati berbagai masalah yang harus mereka hadapi .
Mami hanya bisa berharap setelah ini hanya akan ada kebahagiaan yang berada di sekeliling rumah tangga kalian . ucap dalam hati mami maya .
" Mau langsung pulang sayang ?" tanya Barra
" Iya . Aku capek " ucap Bella , Bella lalu menyandarkan kepalanya di kursinya .
Mami maya mengelus lembut kepala Bella . Anak semata wayangnya kini sudah menjadi istri orang dan sekarang sudah akan menjadi seorang ibu .
Cepat sekali kamu dewasa sayang , semoga kamu selalu bahagia. batin mami maya .
" Kalian ini pergi kok nggak ngasih tahu sih " ucap Papi Edo yang duduk di teras rumahnya menunggu kedatangan Istri dsn anak-anaknya .
" Ini pi , Bella tadi mual-mual saat mau makan . Katanya bau ayam gorengnya " ucap mami maya .
" Cuma gitu doang kok di bawa ke rumah sakit , memangnya apa lagi yang kamu rasakan nak ?" tanya papi Edo .
" Bella pusing pi dan kata dokter Bella.. Bella ...
" Kamu kenapa nak ? Kamu sehatkan sayang ? Barra apa yang terjadi ?" ucap papi Edo khawatir .
" Bella ham...emmpt
__ADS_1
Bella menutup mulut suaminya , karena Bella ingin dia yang mengatakan kepada papinya .
" Kenapa ?" tanya papi Edo sedikit kesal
" Papi sekarang tambah tua dan naik pangkat panggilannya jadi opa " ucap Bella .
" Opa?" tanya papi Edo mencoba untuk memahami setiap kata yang Bella ucapkan .
" Iyes . Papi jadi Opa dan mami jadi Oma . Dan Oma jadi eyang buyut " ucap Mami maya
" Alhamdulillah , kamu hamil nak ? " tanya Papi Edo memastikan .
Bella mengangguk dengan semangat . Papi Edo lalu memeluk sang putri semata wayangnya dengan kasih sayang .
Barra berdehem merasa tidak terima jika istrinya dipeluk oleh orang lain , eits ini bukan orang lain tapi papinya sendiri .
" Ini ansk gue , nggak usah deham dehem buat nyindir " ucap Papi Edo .
Barra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
Kini semuanya sudah berada di dalam rumah . Ayu datang menghampiri saudaranya itu . Kalau Oma entahlah bilangnya tidur .
" Kamu kenapa Kak ?" tanya Ayu .
__ADS_1
" Aku di hamili " ucap Bella seraya memakan es krim yang tadi sempat gagal dia nikmati .
" Sama siapa kak ?" tanya Ayu heran . Ya sebenarnya itu pertanyaan yang tidak perlu di jawab .
Bella dan lainnya yang mendengar ucapan Ayu memincingkan matanya . Heran sekali dengan pertanyaan Ayu
" Ya suaminya dong yu , siapa lagi ?" ucap mami maya .
" Oh iya ya , kan kakak sudah nikah " ucap Ayu kikuk .
" Nggak jelas degh nanyanya " ucap Bella
" Ya kan nggak tahu " ucap Ayu asal .
" Kalau nggak sama Barra sama siapa Ayu . Cicak hah atau tokek " ucap Bella .
" Iya ya " ucap Ayu lagi lalu memilih pergi .
" Ck dasar aneh . Apa dia mulai tidak waras "ucap Bella .
" Sayang ngomongnya " ucap Barra memveri peringatan .
" Maaf " ucap Bella .
__ADS_1
" Ya sudah aku mau siap-siap dulu , Reno mau ke sini " ucap Barra seraya mencium kening Bella dengan sayang . Dan yang akan menjadi kebiasaan baru Barra adalah mencium juga perut Bella .