Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 103


__ADS_3

Setelah melakukan tes di rumah sakit dan akhirnya hasilnya Bella positif hamil . Setiap mereka melangkahkan kakinya , hanya ada tatapan kagum dan juga iri bagi kaum hawa yang mengidolakan Barra . Tapi ada juga yang merasa kalau mereka itu cocok . Pasangan yang imbang yang satu cantik yang satu lagi tampan . Barra menggandeng tangan istrinya dengan erat . Semenjak mengetahui Bella hamil Barra akan menjadi pria yang posesif untuk istrinya . Mami maya begitu senang melihat kedua anaknya begitu saling menyayangi . Meskipun mereka harus melewati berbagai masalah yang harus mereka hadapi .


Mami hanya bisa berharap setelah ini hanya akan ada kebahagiaan yang berada di sekeliling rumah tangga kalian . ucap dalam hati mami maya .


" Mau langsung pulang sayang ?" tanya Barra


" Iya . Aku capek " ucap Bella , Bella lalu menyandarkan kepalanya di kursinya .


Mami maya mengelus lembut kepala Bella . Anak semata wayangnya kini sudah menjadi istri orang dan sekarang sudah akan menjadi seorang ibu .


Cepat sekali kamu dewasa sayang , semoga kamu selalu bahagia. batin mami maya .


" Kalian ini pergi kok nggak ngasih tahu sih " ucap Papi Edo yang duduk di teras rumahnya menunggu kedatangan Istri dsn anak-anaknya .


" Ini pi , Bella tadi mual-mual saat mau makan . Katanya bau ayam gorengnya " ucap mami maya .


" Cuma gitu doang kok di bawa ke rumah sakit , memangnya apa lagi yang kamu rasakan nak ?" tanya papi Edo .


" Bella pusing pi dan kata dokter Bella.. Bella ...


" Kamu kenapa nak ? Kamu sehatkan sayang ? Barra apa yang terjadi ?" ucap papi Edo khawatir .


" Bella ham...emmpt

__ADS_1


Bella menutup mulut suaminya , karena Bella ingin dia yang mengatakan kepada papinya .


" Kenapa ?" tanya papi Edo sedikit kesal


" Papi sekarang tambah tua dan naik pangkat panggilannya jadi opa " ucap Bella .


" Opa?" tanya papi Edo mencoba untuk memahami setiap kata yang Bella ucapkan .


" Iyes . Papi jadi Opa dan mami jadi Oma . Dan Oma jadi eyang buyut " ucap Mami maya


" Alhamdulillah , kamu hamil nak ? " tanya Papi Edo memastikan .


Bella mengangguk dengan semangat . Papi Edo lalu memeluk sang putri semata wayangnya dengan kasih sayang .


Barra berdehem merasa tidak terima jika istrinya dipeluk oleh orang lain , eits ini bukan orang lain tapi papinya sendiri .


" Ini ansk gue , nggak usah deham dehem buat nyindir " ucap Papi Edo .


Barra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


Kini semuanya sudah berada di dalam rumah . Ayu datang menghampiri saudaranya itu . Kalau Oma entahlah bilangnya tidur .


" Kamu kenapa Kak ?" tanya Ayu .

__ADS_1


" Aku di hamili " ucap Bella seraya memakan es krim yang tadi sempat gagal dia nikmati .


" Sama siapa kak ?" tanya Ayu heran . Ya sebenarnya itu pertanyaan yang tidak perlu di jawab .


Bella dan lainnya yang mendengar ucapan Ayu memincingkan matanya . Heran sekali dengan pertanyaan Ayu


" Ya suaminya dong yu , siapa lagi ?" ucap mami maya .


" Oh iya ya , kan kakak sudah nikah " ucap Ayu kikuk .


" Nggak jelas degh nanyanya " ucap Bella


" Ya kan nggak tahu " ucap Ayu asal .


" Kalau nggak sama Barra sama siapa Ayu . Cicak hah atau tokek " ucap Bella .


" Iya ya " ucap Ayu lagi lalu memilih pergi .


" Ck dasar aneh . Apa dia mulai tidak waras "ucap Bella .


" Sayang ngomongnya " ucap Barra memveri peringatan .


" Maaf " ucap Bella .

__ADS_1


" Ya sudah aku mau siap-siap dulu , Reno mau ke sini " ucap Barra seraya mencium kening Bella dengan sayang . Dan yang akan menjadi kebiasaan baru Barra adalah mencium juga perut Bella .


__ADS_2