Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 87


__ADS_3

Di sebuah ruangan gelap . Seorang pria di sekap dengan tangan terikat dan mulut tertutup . Di kelilingi oleh penjagaan yang ketat oleh pengawal Bella .


" Apa dia masih belum sadar ? " tanya jack yang sudah mulai bisa berjalan setelah beberapa hari ini .


" Sudah tapi tidur paling " jawab Mike asal .


Jack hanya menatap Mike lalu menggelengkan kepalanya .Partnernya itu selalu bercanda supaya tidak terlalu tegang .


" Bangunkan dia " titah Jack .


" Baik " ucap pengawal di sana .


Pria berbaju hitam itu menyiram Johan dengan air es . Hingga membuat Johan terkejut .


Johan menatap tajam pria berbaju hitam di hadapannya itu .


" Apa lo lihat lihat emangnya gue pisang monyet lo " ucapnya lalu berlalu dari hadapan Johan .


" Apa di sini isinya hanya pria-pria gila " ucap Jack .


" Hahahaha" Gelak tawa Mike terdengar .


" Tingkatkan Markus . Itu hiburan untuk kita fi sini " ucap Mike .


" Terima kasih Mike . Tuan Jack , saya selama 2 hari ini tidak di beri makan oleh Mike apa saya boleh makan sedikit makanan " ucap Markus memelas .


" Cih . Akting mu itu sangat buruk " ucap Jack .


" Makanlah " ucap Jack lagi .


" Terima kasi Tuan Jack yang terhormat " ucap Markus lalu berlalu dari sana dan tersenyum mengejek kepada Mike .


" Saya juga lapar Tuan Jack . Apakah saya juga boleh makan ?" tanya Mike ikut meminta istirahat seperti yang di lakukan Markus.


" Silahkan " ucap Jack .


" Wah . Anda yang terbaik " ucap Mike lalu dengan bersiul hendak keluar dari ruangan itu .


" Setelah itu jangan pernah kembali lagi ke sini " ucap Jack .


" Ck . Sudah ku duga " ucap Mike lirih .


" Apa tujuan lo menculik Nona Bella " tanya Jack


" Buka dulu mulutnya Jack , gimana mau menjawab kalau mulutnya belum di buka " ucap Mike .


" Oh iya , saya lupa " ucap Jack lalu tersenyum , menertawakan dirinya .


Apa di sini semua orang tidak ada yang waras batin Johan


" Ayo jawab . Mulutmu sudah bisa di gunakan untuk menjawab " ucap Mike .


" Saya hanya kesal karena Barra tidak menikahi Raya . Dan saya yang harus bertanggung jawab atas wanita itu " ucap Johan .


" Kamu yang menghamili dan kamu meminta Barra yang tanggung jawab ? Wah ku rasa otakmu sudah geser " ucap Jack seraya tertawa tapi tertawa itu terdengar menyeramkan .


" Bella juga dulu pernah menolak ku . Aku juga tidak terima , wanita mana yang bisa menolak ku , tapi wanita sombong dan angkuh itu justru mempermalukan ku di tempat umum " ucap Johan .


" Hey , jangan mengarang cerita . Aku juga di sana saat kau mencoba melecehkan Bella " ucap Jack .

__ADS_1


" Apa lo pikir gue bodoh " ucap Jack kesal lalu memukul Johan .


" Tolong lepaskan saya , saya berjanji tidak akan melakukan gal seperti ini lagi " ucap Johan memohon . Tubuhnya terasa remuk akibat amukan dari Barra belum lagi dari orang-orang dari keluarga Darmawan .


" Sudahlah di sini dulu . Kita belum selesai bermain-main " ucap Jack .


Kemudian Mike membuka sebuah pintu dan ternyata di dalamnya terdapat seekor buaya yang cukup besar . Johan terkejut lalu menendang-nendangkan kakinya berusaha kabur dari sana .


" Tenanglah . Dia tidak akan menggigit " ucap Jack .


" Selamat bersenang-senang " ucap Mike lalu mengikuti Jack yang keluar dari ruangan gelap itu .


" Aaaaaa.. Tolong .. tolong .. lepaskan aku .. Aku mohon . Aku tidak akan mengulanginya lagi . aku mohon . Jangan tinggalkan aku sendiri bersama binatang buas ini " teriak Johan .


Jack dan Mike tidak menghiraukan teriakan Johan . Ini adalah akibat jika mau bermain-main dengan keluarga Darmawan . Itu masih untung buayanya tidak di lepas masih berada di dalam kandang .


Barra yang sebenarnya sudah bisa masuk ke kantor tapi oleh sang istri masih di minta untuk bekerja di rumah .


" Sayang , lihat aku sudah sehat . Bahkan membuatmu mendesah semalaman aku sudah bisa " ucap Barra merengek minta ijin untuk ke kantor


" Kamu sudah berjanji akan menuruti ucapan ku . Kalau kamu lupa aku akan ingatkan " ucap Bella lalu mengambil ponselnya dan memutar sebuah rekaman sewaktu Barra mengatakan janjinya di dalam mobil saat perjalanan pulang .


" Bagaimana? sudah tidak amnesia lagi ?" tanya Bella .


" Iya sayang aku ingat . Tapi hari ini ada meeting penting sayang " ucap Barra kembali memohon .


" Kamu lakukan saja di rumah " ucap Bella lalu memanggil Inem untuk menyiapkan ruangan di dekat ruang kerja Barra untuk meeting Barra .


" Tolong segera ya bi " ucap Bella .


" Baik Nyonya muda " jawab Inem


" Kamu mau kemana ? " tanya Barra .


" Aku mau menyiapkan makanan untuk kalian meeting . Jika tidak mau di rumah kamu bisa meeting online " ucap Bella lalu benar-benar pergi dari sana .


" Meeting ini penting harus tatap muka . Karena ada orang jepang juga yang akan ke sini sayang " ucap Barra berjalan mengikuti sang istri berharap bisa di bujuk .


" Silahkan . Setelah itu aku tidur di kamar sendiri dan kamu bisa tidur di kamar lain . Atau bisa pulang ke rumah Bunda " ucap Bella .


Barra lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


" Oke . Aku meeting di rumah . Minta tolong Inem atau yang lain untuk merapikan rumah " ucap Barra mengalah .


" Sudah beres sayang . Kamu tinggal bersiap diri untuk menyambut tamu undangan mu " ucap Bella tersenyum penuh kemenangan .


" Terima kasih sayang . sepertinya nanti malam kita sudah bisa program bikin anak lagi " ucap Barra mencium bibir Bella lembut .


Ciuman itu berlangsung cukup lama . Seakan mereka hanya tinggal berdua saja . Beruntung Inem sedang merapikan ruangan meeting Barra . Kalau melihat pasti akan mencari suaminya dan ikut seperti pasangan muda itu .


" Sudah aku mau masak dulu . Nanti malam kita lembur " ucap Bella lirih menggoda Barra .


" Sekarang kalau tidak ada meeting sudah aku makan kamu " ucap Barra sedikit keras .


" Walah Tuan , opo yo iso ngono hlo makan Nyonya muda " sahut Inem yang tiba-tiba berada di belakang Barra .


" Bisa . Kamu juga bisa di makan sama Totok " ucap Barra asal lalu meninggalkan Inem dengan pikirannya yang masih bertanya-tanya .


" Tuan iki ngomong opo to ? Masak mas Totok makan aku . Wah Tuan muda ternyata kanibal . hiii " ucap Inem lalu begidik ngeri sendiri .

__ADS_1


Barra yang mendengar gumaman Inem tertawa terbahak bahak .


" Hii . Tuan muda malah tertawa sendiri . Mending ikut Nyonya muda saja dari pada di makan sama Tuan Barra . Walah ganteng-ganteng jebul ora waras " ucap Inem mempercepat jalannya .


" Wah pembantu kurang ajar malah ngatain gue gak waras " ucap Barra yang keluar lagi ingin menghampiri Bella untuk menanyakan dasinya .


Inem berjalan dengan cepat mencari keberadaan Bella . Inem ingin segera mengatakan apa yang Barra katakan kepadanya dan dia dengar . Dia ingin melindungi Bella supaya tidak di makan oleh Barra .


" Nyonya muda . Nyonya muda " teriak Inem .


" Iya saya di dapur ada apa ? " ucap Bella juga sedikit teriak .


" Kamu ini hlo buk . Di rumah orang ini itu jangan teriak-teriak ndak sopan " ucap Totok mengingatkan istrinya .


Inem hanya diam saja tidak menjawab ucapan suaminya . Perkataan Barra tadi masih terngiang di kepala Inem .


Tuan Barra tadi bilang kalau suamiku juga bisa memakan aku . Aku harus hati-hati dengan suamiku . Apa mereka sudah berubah jadi jombi batin Inem lalu begidik ngeri .


Totok melambaikan tangannya di hadapan istrinya itu . Diajak bicara tidak menjawab malah melamun .


" Ibuk ini kenapa to . Diajak bicara kok malah diam saja to " ucap Totok .


" Itu anu pak .. Emm ya sudah ya, tak cari nyonya muda dulu " ucap Inem gelagapan sendiri .


" Pie to iki " ucap Totok .


Bella yang berada di dapur lalu menyiapkan segala bahan untuk membuat hidangan untuk tamunya nanti . Inem sampai di dapur dengan sedikit ngos-ngosan .


" Kamu ini habis lari maraton ? Gitu doang ngos-ngosan " ucap Bella seraya tangannya terus membuat adonan kue .


" Nyonya saya mau menyampaikan sesuatu " ucap Inem .


" Iya ngomong aja" jawab Bella menoleh sekilas ke arah Inem .


" Itu nyonya ..


Ucapan Inem terpotong oleh Barra .


" Sayang dasi aku yang warna biru navy dimana ? Aku cari dari tadi gak ada " ucap Barra .


Inem yang melihat Barra lalu beringsut mundur di dekat Bella .Bella yang melihat keanehan Inem menatap Barra seakan bertanya kenapa . Tapi yang ditanya hanya mengangkat bahunya acuh .


" Sudah ayo carikan dulu " ucap Barra .


" Ada di laci biasanya sayang " ucap Bella


" Ayo buruan . Atau aku makan di sini juga " ucap Barra mencoba menggoda Inem .


" Kamu ini kalau ngomong " ucap Bella .


Inem wajahnya sudah mulai pucat dan ketakutan .


" Ayo " ucap Bella .


Barra tersenyum geli sendiri karena sudah mengerjai pembantunya yang kelewat polos itu .


" Waduh pie iki , aku harus gimana . Nanti kalau nyonya muda di makan Tuan muda gimana . Ngomong sama mas Totok nanti kalau aku juga di makan gimana iki " ucap Inem panik .


" Kamu kenapa bi " ucap seseoarang yang tiba-tiba datang menepuk bahu Inem .

__ADS_1


" Aaaaaaaaa


__ADS_2