
Hari libur kerja kantor sangat ditunggu-tunggu bagi pekerja dan banyak yang memanfaatkan untuk kumpul keluarga ada juga yang memanfaatkan waktu untuk bersantai, atau refresing melepas penat setelah dihadapkan dengan setumpuk kertas-kertas berharga. Tak jauh beda dengan gadis yang satu ini yang berbaring di atas kasur king sizenya membaca novel kesayangan. Melepas sedikit penat yang dirasakan.
drt drt drt
dering ponsel Bella
" Siapa sih ganggu aja " gerutunya seraya meraba ponsel yang berada di nakas
" ya hallo " jawab Bella tanpa melihat siapa yang menghubunginya
" Sayang aku kangen. kamu lagi dimana? ngapain ?" rengek Barra dari seberang sana
" Aku lagi tiduran ajh sambil baca novel. Kamu lagi ngapain ? "
" Lagi kangen "
" gombal "
" sayang waktu kemaren aku ngajak kamu nikah aku gak bercanda aku serius. Kamu mau kan ?"
" em gimana ya.. takut sakit hati lagi akunya " jawab Bella pura-pura berfikir
" Gak sayang. Kan kamu juga tau alasannya kemaren apa . Kalau kamu gak mau aku perko** . " Ancam Barra
" kok gitu"
__ADS_1
" biar kamu hamil terus kita nikah " otak Barra sudah tercemar oleh perkataan Jordan
" sayang kamu gak usah ngaco ya. Ijin baik-baik sama papi , diomongin . Aku gak mau kalau kamu kayak gitu ,aku gak mau ketemu kamu "
" Oke artinya kamu mau nikah sama aku. Ya udah sayang aku mau melanjutkan pekerjaanku lagi. I love you "
" Iya. love you too "
" Dasar aneh " gerutu Bella setelah Barra memutuskan sambungan telponnya
Dibelahan sudut kota yang lain. hihi. Barra sedang berkutat dengan beberapa pekerjaannya. Sebenarnya dia berkata seperti itu hanya untuk tahu jawaban Bella . Apakah Bella mau menikah dengannya atau tidak ? Dan memikirkan cara untuk mendekati sang calon papi mertua.
" Kalau gue gak direstuin , gue ajak kawin lari saja anaknya " monolog Barra dengan dirinya sendiri seraya terkekeh. Merasa lucu dengan perkataannya sendiri.
hahhahahha
" Kayak lo tau aja " sahut Barra
" Ya liat doang sih "
" Serah lo. Nih kerjain gue mau mikirin gimana caranya buat bisa kawin. Ups nikah maksud gue " kata Barra sambil berlalu begitu saja. Sedangkan Reno cengo setelah mendengar perintah Barra. Dia di hari libur di suruh menyelesaikan pekerjaan Barra. Padahal tadi menelponnya untuk bermain PS untuk melepas segala masalah yang berada dipundaknya . ceelah lebay..
" Ya allah Ya Tuhanku ampunilah dosa-dosaku di masa lampau . Kenapa hamba mempunyai sahabat seperti mereka ya Allah " keluh Reno . Reno berjalan gontai menatap tumpukan kertas putih berisikan angka-angka yang berjumlah besar itu. " Sialan lo Bar " teriak Reno meluapkan kekesalannya. " Gak gue kerjain ngancem lo gue pecat " gerutu Reno seraya menirukan gaya bicara Barra
" Gue tau lo kesel sama gue.. Awas lo potong bonus " teriak Barra yang mendengan keluhan Reno
__ADS_1
" Ngancem aja terus. Untung lo Bos gue " Setelah itu Reno mengerjakan pekerjaannya. dengan hati yang terus menggerutu karena dikerjai Barra.
Sedangkan Barra sedang bersiap-siap untuk menemui Bella di kediamannya. menggunakan baju berwarna biru navy lengan panjang tapi lengannya digulung sampai siku dan dipadukan dengan celana panjang hitam dan sepatu casualnya.
" Wah tampannya. Tapi sayang ditolak jadi mantu " ucap Barra seraya menghela nafasnya. " Gue mau pergi dulu " pamit Barra kepada Reno
" Mau kemana lo?"
" Mau deketin mertua "
Sesampainya di mobil Barra mengemudikannya dengan perlahan sambil menengok kanan dan kiri siapa tau ada pohon cemara hehe bukan penjual martabak telor maksud author. Karena papi Bella sangat menyukai martabak telor bebek. Melihat ada penjual Martabak Barra menghentikan mobilnya.
" Misi bang. Martabaknya jumbo 5 kotak ya" pesan Barra kepada penjual martabak tersebut
" Baik mas " jawab mamang penjual martabak. Cukup lama Barra menunggu pesanannya karena cukup ramai. Orang-orang yang menantri untuk membeli Martabak memperhatikan Barra. Tampan. Tajir. Mobil mewah. Sempurna. Ya begitulah kira-kira yang dipikirkan mereka. Barra yang di tatap merasa biasa saja ya karena memang itu sudah menjadi hal biasa. Dan mungkin Barra adalah manusia cuek di muka bumi tapi tidak jika dengan Bella. Dia akan menjadi seperti anak kecil, karena dia kan selalu manja jika dengan Bella tapi hanya dalam situasi tertentu. Tapi dibalik itu Barra akan bersikap tegas.
Setelah pesanan Barra sudah jadi, Barra kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Darmawan. Karena menurut info yang terpercaya hari ini Om Darmawan berada di rumah diwaktu sore. Maka dari itu Barra segera melancarkan aksinya mengejar hati mertua.
*ting tong ting tong
kira-kira seperti itu suara bel pintu berbunyi*
" Silahkan masuk den Barra, tambah kasep pisan aden " ucap mbok sum yang juga mengenal Barra.
" Iya bi . Terima kasih "
__ADS_1
" kamu juga ada disini..