Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 88


__ADS_3

Meeting yang di lakukan di kediaman Barra para kolega yang menghadiri meeting sudah berdatangan . Bianca juga turut hadir dalam meeting kali ini karena kondisi Barra yang masih belum fit jadi Bianca mengalah dan mau ikut campur urusan genting kali ini .


" Aaaaa " inem terkejut .


" Bibi lagi ngapain kok ngomong sendiri ? " tanya Jordan yang datang kerumah Barra untuk melihat kondisi Barra .


" Itu anu Tuan dokter . Bibi cuma lagi memikirkan sesuatu saja . Tuan dokter mau ngapain kok ke dapur . Tinggal panggil saya saja kalau butuh sesuatu " ucap Inem .


" Saya cuma mau mengambil air putih " ucap Jordan .


" Oh ya sudah , saya lanjutkan dulu pekerjaan saya " ucap Inem .


Tuan dokter harusnya punya obat untuk menyembuhkan penyakit Tuan Barra . hii . Lebih baik jauh-jauh dulu dari para lelaki . batin Inem..


Bella turut menyambut tamu Barra yang sudah mulai hadir .


" Ini pasti istri Tuan Barra " ucap orang jepang yang bernama Nobita .(berbicara menggunakan bahasa jepang )


" Iya Tuan ini istri saya . Perkenalkan Bella " ucap Barra menyambut ramah koleganya itu . Meskipun dalam hati kesal karena tatapan Nobita begitu memuja istrinya . Kalau bukan rekan bisnis Barra mungkin sudah di ajak gelut .


" Ya . Dia sangat cantik . Anda pandai memilih istri " ucap Nobita .


" Ya. Saya bersyukur memiliki dia . Dan ini adalah adik saya . Perkenalkan Bianca " ucap Barra yang melihat Bianca menghampiri mereka .


" Wah , perempuan indonesia cantik-cantik " ucap Nobita memuji kecantikan kedua wanita di hadapannya itu .

__ADS_1


" Saya permisi dulu Tuan . Semoga senang berada di rumah saya " pamit Bella .


" Tentu . Tentu . Rumah di sini asri " jawabnya .


Barra dan koleganya yang sudah hadir semua lalu memulai meeting . Bella juga kembali lagi ke dapur untuk melanjutkan peperangan nya dengan tepung yang sempat tertunda oleh Barra .


" Bi tolong ambilkan telurnya lagi ya " pinta Bella .


" Ini nyonya " ucap Inem .


Inem yang masih memikirkan tentang ucapan Barra tadi membuatnya maju mundur untuk memberi tahu Bella . Takutnya nanti pengantin baru itu akan saling bertengkar . Tapi kalau tidak bilang nyonya mudanya di makan oleh suaminya.


" Bibi kenapa ?" tanya Bella yang melihat kegelisahan Inem .


" Hah . Apa nyonya muda , maaf saya malah melamun jadi tidak dengar " ucap Inem sedikit gelagapan .


Bilang enggak ya , tapi nanti kalau nggak bilang kasian nyonya muda . Sudah cantik , baik dan gak sombong . batin Inem .


" Tuh , malah diem lagi di tanyain " ucap Bella


" Nyonya muda maaf nih sebelumnya . Saya bukannya gimana-gimana ya . Tapi ini demi nyonya muda , ini soalnya tentang menyelamatkan nyawa orang " ucap Inem .


" Kamu ini ngomong apa sih. Saya nggak ngerti , coba yang jelas lagi ngomongnya " ucap Bella mengerutkan keningnya .


" Saya tadi mendengar Tuan Barra mengatakan kalau Tuan Barra mau memakan nyonyanya muda . Nyonya muda lebih baik hati-hati , Nyonya masih cantik dan juga masih muda " ucap Inem yang semakin aneh .

__ADS_1


" Kamu ini kalau ngomong lama-lama ngelantur " ucap Bella yang tidak menganggap serius ucapan Inem .


" Tuan Barra memang suami nyonya , jadi wajar kalau nyonya tidak percaya . Saya tahu nyonya lebih baik tidak dekat dulu dengan suami nyonya " ucap Inem .


" Terus kalau saya tidak boleh dekat dengan suami saya lalu saya harus dekat dengan siapa ? Suami kamu ? Kamu bolehin ?" tanya Bella begitu gemas dengan Inem .


" Ya jangan Nyonya . Mas Totok juga bisa memakan saya kata Tuan Barra . Apa ... Apa ...


" Apa ? Ngomong yang jelas dong " ucap Bella semakin greget saja dengan pembantunya itu .


" Apa Tuan Barra sebenarnya kanibal nyonya ? " tanya Inem .


" Kamu itu kalau ngomong suka banget ngelantur . Kebanyakan nonton sinetron ya ? " ucap Bella.


" Enggak nyonya , Tadi Tuan Barra bilang kalau mau makan nyonya . Yakin " ucap Inem .


Bella terdiam beberapa saat , akhirnya dia baru paham dengan apa yang di katakan Inem dari tadi. Bella lalu tertawa terbahak bahak.


" Nyonya kenapa juga aneh ? Apa nyonya juga ketularan virus ? " tanya Inem .


" Sudah bi , bibi itu mikirnya kejauhan. Mana ada seperti itu " ucap Bella .


" Tidak nyonya . Ini serius " ucap Inem .


" Ya terserah kamu " ucap Bella .

__ADS_1


Meeting kali ini berlangsung cukup lama . Bella sudah menyiapkan berbagai hidangan untuk tamunya .


__ADS_2