Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 61


__ADS_3

Di dalam kamar itu Barra dan Bella sudah terlihat rapi dengan balutan gaun yang di coba oleh Bella saat itu . Barra mencoba tersenyum di balik rasa kecewa karena tamu yang tak di undang itu . Bella tersenyum lucu melihat wajah murung Barra .


" Kenapa datangnya sekarang sih " keluh Barra


" Sabar sayang , mungkin ini ujian supaya kamu jadi orang yang lebih sabar " ucap Bella lalu mengelus lembut pipi Barra.


" Sudah mungkin setelah ini kalian langsung di beri momongan . Dan mami akan segera menjadi Oma " ucap Mami Maya yang tiba tiba masuk ke dalam kamar mereka .


" Iya mi " ucap Barra meraup wajahnya kasar . Tapi dia juga merasa lega karena sebentar lagi bisa saja dia segera di beri momongan . Apalagi dari wanita yang di cintainya .


Mami Maya mengelus punggung menantunya itu , Mami Maya juga merasa kasihan kepada menantunya itu . Tapi di balik semua itu semoga akan segera ada hal baik .


" Sudah ayo , tamunya sudah ada yang datang " ucap Mami Maya


Barra lalu berdiri seraya menggandeng tangan Bella . Keduanya terlihat serasi dengan gaun warna maroon . Barra berbalut jas hitam mewah yang sangat pas dan cocok di badannya . Semua tamu undangan saling berdatangan . Terlihat sahabat sahabat dari Bella dan juga Barra juga duduk di antara tamu undangan .


Bella dan Barra berjalan melewati para tamu undangan . Para tamu undangan terpana dengan pengantin baru itu . Yang satu cantik dan yang satu tampan . Keduanya menyapa para tamu undangan dengan senyum hangat .Barra dan Bella lalu duduk di kursi pelaminan .


" Kakak cantik sekali . Beruntung sekali kak Barra dapat kak Bella " ucap Bianca yang duduk bersama teman temanya .

__ADS_1


" Iya Barra emang beruntung . Gue yang udah keliling dunia mencari wanita , dia yang dapat duluan " ucap Jordan .


" Lo sama wanita wanita itu cuma untuk seneng seneng doang . Kalau Barra dia dari jaman dulu cewek cuma satu Bella . Banyak yang parkir nungguin tuh anak , tapi Barra setia " ucap Reno .


" Tunggu aja gue apa lo duluan yang nikah " ucap Jordan .


" Gue udah ada . Cuma dianya yang belum yakin sama gue " ucap Reno sambil melirik ke arah Sisil . Sisil yang duduk di dekat Dimas dan juga Bianca menyadari itu , tapi dia pura pura tidak tahu . Dimas yang tahu gerak gerik sahabatnya itu tersenyum kecil .


" Lo harus berusaha , karena kadang wanita itu bukan hanya butuh omongan tapi juga kepastian . Jadi tinggal lo nya aja yang bersungguh sungguh dalam mengejar cinta " ucap Dimas seraya melirik Reno .


Reno menatap ke arah Dimas , Reno tersenyum simpul . Reno tahu pasti Dimas mengatakan itu untuk dirinya dan juga Sisil .


uhukk


Sisil terbatuk ketika dia sedang meminum orange jua di depannya .


" Kak Sisil gak papa ? Pelan pelan dong Chacha udah punya sendiri minumannya gak bakal minta punya kak Sisil " ucap Bianca nyleneh .


Sisil hanya melirik Bianca penuh arti .

__ADS_1


Nih anak emang gak ngerti apa emang gimana sih . batin Sisil .


Semua yang ada di sana menatap Sisil curiga , terutama Jordan , Fadli dan juga Dimas . Seakan tahu yang di bicarakan Reno itu adalah Sisil .


" Udah gak papa " ucap Sisil melepas tepukan Bianca pada punggungnya .


" Pelan pelan " ucap Dimas penuh perhatian kepada sahabatnya itu. Lalu menyodorkan satu gelas air putih . Dan semua itu pastinya tidak luput dari pandangan mata Reno .


Dimas juga sengaja melakukan itu untuk membuat Reno cemburu , dan juga ingin melihat ekspresi Reno .


Sabar mereka cuma sahabatan . batin Reno tapi matanya mengarah ke arah ke Dimas dan Sisil .


Jordan yang mengetahui siapa gadis yang di sukai sahabatnya , tersenyum tipis . Karena jarang sekali Reno mengungkap siapa wanita yang menjadi tambatan hatinya .


" Gue kayaknya yang kalah " ucap Jordan ambigu .


Reno melirik sekilas lalu meminum minuman yang ada di depannya itu .


" Permisi. Apa saya boleh gabung ? "

__ADS_1


__ADS_2