Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 33


__ADS_3

" Oke ... Ciuman pertama gue nyokap sama bokap gue " Jelas Sisil


" Wah gak asik lo udah penasaran gue " gerutu Dimas sahabat Sisil


" Ya emang " jawab singkat Sisil masa bodo


" Itu bukan ciuman tapi cuma cium " tambah Reno


" Ya tapi kan sama aja " bela Sisil


" Enggak sama " Ucap Reno lagi


" Apa bedanya ciuman sama cium doang emang ? " tanya Bianca penasaran


" Anak kecil gak perlu tahu " ucap Barra sengit kepada sang adik


" Ya kan Chacha cuma tanya gak salah dong " bela Bianca


" Udah malah jadi bahas Ciuman sih " Kesal Bella


" udah lanjut sekarang " putus Sisil yang tidak mau di tanya lagi hal yang menurutnya tidak penting itu


" Jawab dulu tadi " Reno


" Lo kenapa maksa banget sih " sahut Dimas kesal


" Ya gue pengen tahu aja "


" Aneh lo " kini Jordan yang menyahut


" Udah ah gue ngantuk mau tidur " ucap Bella memutus permainan yang malah menimbulkan perdebatan tidak penting ini .


" Ayo sil , cha kita tidur " ajak Bella lagi . Lalu menggandeng tangan ke duanya masuk kedalam kamar yang bisa buat tidur 3 anak manusia.


" Sayang , aku gimana "


" Bukan muhrim " Dimas yang menjawab


" Ini cewek makin hari bikin ulah . Lo tahu kaga kalau dia nemuin Lo ke perusahaan dan ketemu Bokap lo " jelas Jordan setelah memastikan para ciwi ciwi masuk ke dalam kamarnya


" hmm " Barra hanya menjawab dengan deheman


" Apa yang akan lo lakuin " tanya Fadli yang dari tadi hanya diam saja.


" Semua udah gue atur , gue selalu mengamati tuh lampir dari jauh " jelas Reno .


Kini ke empat pria dewasa itu menghabiskan waktu kumpul mereka dengan minuman yang di bawakan oleh Jordan . Dan saat ini mereka sedang berbaring di ruang tv yang ada di ruangan tersebut .


Pagi harinya Para ciwi ciwi di kagetkan dengan keadaan yang sungguh berantakan di ruang tv. Botol minum berserakan dan lebih lucunya lagi mereka tidur saling berpelukan sungguh harmonis bukan . Lalu mereka memutuskan untuk jalan jalan di sekitar Villa , menikmati pagi di villa tersebut . Dan ternyata bunga mawar tersebut bertuliskan Bella I love you jika di lihat dari rumah pohon yang juga berada di sana. Karena kini ke empat gadis itu sedang berada di atas rumah pohon tersebut .


" Liat itu taman bunga mawarnya ternyata berbentuk tulisan " teriak Sisil terkagum. Sedangkan Bella tersipu malu karena keromantisan Barra . Sungguh Barra selalu membuatnya merasa bahagia .


" Cie yang tersenyum malu " ledek Bianca . Bella hanya menanggapi dengan senyuman di wajah cantiknya . Namun matanya tak beralih dari pandangan indah di depan matanya .


" Kakak apa boleh nanti chaca main ke sini " ucap Bianca dengan kagum karena sekeliling villa sungguh memanjakan mata .


" Boleh , lagian ini juga punya Barra " jawab Bella namun matanya masih menatap bunga bunga di sana .


" Bukan ini punya kakak lagian ini juga atas nama kakak kok " ucap Bianca sungguh sungguh


" Kok bisa perasaan aku gak tanda tangan apapun . Kenapa bisa jadi milik aku ? " tanya Bella heran

__ADS_1


" Tau , setau aku ini milik kakak " Bianca mengangkat bahunya tanda tak tahu


" Wah sungguh romantis banget Barra " kagum Sisil


" Di cariin dari tadi ternyata di dini " Gerutu Jordan karena dari tadi kena omel Barra karena di dalam villa tersebut Bella tidak ada .


" Apaan sih lebay deh" jaeab Bianca ketus


" Gue cuma gak mau kena amuk singa " balas Jordan lalu ikut menikmati pemandangan . Padahal mereka berpencar mencari keberadaan Bella juga yang lain . Tapi Jordan seakan lupa setelah melihat pemandangan yang memanjakan mata ini .


" Gila Barra Emang gak salah milih tempat " puji Jordan


" Wihh .. Lebay tuh bunga di bentuk tulisan gitu " cerocos Jordan lagi


" Bilang aja kakak iri iya kan , gak di buatin kek gitu " cibir Bianca


" Dasar anak kecil . Gue mana mau kek gituan ,gue mending langsung nikah " jawab Jordan ..


" Heleh , dasar laki laki gombal . Nikah nikah , sukanya aja mainin perempuan . Sok jadi pria sejati " cibir Bianca


" Liat aja nanti "


" Lo tuh kalo Bella udah ketemu kasih tau yang lain ogeb . Bukannya malah ikutan nimbrung curhat lahi mulut lo kek cewek ternyata " kesal Reno lalu menghubungi yang lainnya lewat sambungan ponselnya .


" Sayang kok kamu gak bilang sih kalau di sini ?" gerutu Barra lalu bersandar di bahu Bella yang sedikit rendah darinya .


" Kamu masih tidur "


" Tapikan bisa bangunin "


" Kasian , sepertinya kalian sangat lelah . Apalagi kalian tidurnya saling pelukan kek gitu , takut ganggu " ucap Bella seraya menahan senyumnya


" Namanya juga orang tidur kan gak sadar sayang "


" Kuy cabut dari sini " ajak Jordan


" Apaan sih gue baru sampai " kata Dimas sedikit ngos-ngosan dan baru sampai di atas bersamaan dengan Fadli yang juga sedikit ngos ngosan , karena mereka sedikit lari .


" Iya lagian dari atas sini pemandangannya terlihat semua " ucap Fadli


Bella tadi yang juga di peluk Barra lalu melepaskan pelukannya merasa tidak enak banyak teman temannya.


" Biarin kalau mereka pengen tinggal peluk pohon atas pagar itu "


" Dasar gak tau malu " umpat Jordan kesal


" Lo pengen ? " tanya Biancaa


" Pengenlah , udah lama gue gak merasakan tubuh wanita " ucap Jordan tanpa filter


" Dasar buaya " umpat Reno


" Biarin lo iri " balas Jordan lagi


" Gue gak iri , ya elah gitu doang " ejek Reno


" Emang lo pernah " bukan Jordan tapi Sisil yang tanya


" Ya ya enggak " jawab Reno sedikit bingung


Dan perdebatan perdebatan kecil selalu terjadi di antara mereka juga candaan untuk meringankan obrolan biar tidak merasa penat .

__ADS_1


Hingga waktu menunjukkan sore hari , mereka memutuskan untuk pulang ke kediaman masing masing . Barra mengantarkan Bella ke rumah , Sisil bersama Reno yang tadinya Sisil mau pulang bersama Dimas , Bianca pulang bersama Dimas karena Barra lebih percaya dengan Dinas daripada dengan Jordan yang notabennya gila wanita . Kenapa tidak bersama Bella dan Barra , karena Bianca akan pergi lagi ke luar kota . Dan Fadli menggunakan mobilnya sendiri begitu juga Jordan.


Barra dan Bella kini sudah sampai di kediaman Darmawan .


" Mi Bella pulang " teriak Bella


" Iya mami tau .. gak usah teriak teriak " jawab mami Bella dari dapur dengan teriakan tak kalah nyaring .


" Padahal mami juga teriak , udah kayak hidup di hutan aja teriak teriak " gerutu Bella padahal dirinya sendiri yang memulai


Barra hanya tersenyum kaku mendengar gerutu Bella merasa gemas sendiri .


" Apa betah di sana sehingga baru pulang ? " tanya mami Bella yang berjalan menghampiri keduanya .


" Bagus mi di sana pemandangannya . Kapan japan mami harus ke sana " usul Bella


" Sudah sore tante saya langsung pulang saja . Maaf baru bisa mengantar Bella " pamit Barra


" Kenapa gak makan malam sekalian ?"


" Maaf tante lain kali saja "


" Ya sudah hati hati "


" Iya tante "


Barra kini memutuskan untuk pulang ke rumahnya , tapi dia mendapat telpon saat di perjalanan menuju pulang .


" **** ... Dasar rubah betina " Kesal Barra


Barra lalu memutar balik mobilnya menuju wanita itu . Sungguh sebenarnya Barra sangat muak dengan Raya selalu berbuat ulah .


" Sayang kamu datang juga " Raya lalu berlari menghampiri Mobil Barra yang baru saja terparkir di sebuah cafe ternama di kota J


Sungguh menjijikkan batin Barra


" Jauh jauh lo dari gue . Sampai lo sentuh gue , gue nggak akan segan ! " ucap Barra dengan dingin dan tegas


" Anak kita pengen ketemu " rengek manja Raya


" Apa lo pikir gue bego , kalau itu anak gue " Ucap Barra dengan senyum smirknya .


" Kalau bukan kamu siapa lagi Barra , kamu yang pertama ambil kesucian aku " ucap Raya dengan mata yang berkaca kaca .


" Buang buang waktu " lalu Barra pergi meninggalkan cafe tersebut


" Barra tunggu . Ini anak kamu Barra " teriak Raya


Oke kamu tidak pedulikan tunggu kamu Barra . Pasti akan jadi milikku ..


Pagi harinya di kediaman Darmawan sudah di ributkan dengan foto yang sangat membuat sang pemilik rumah terkejut . Percaya atau tidak tapi foto juga vidio kiriman tersebut cukup membuat shock orang yang melihatnya.


" Apa apaan ini !! Apa dia mencoba mempermainkan anakku lagi ! " kesal Papi Edo yang baru saja melihat foto foto tersebut . Merasa di permainkan juga di kecewakan ke dua kalinya .


" Ada apa sih pi ? " tanya Mami Maya yang melihat suaminya pagi pagi sudah marah marah. Papi Edo tidak menjawab pertanyaan sang istri tapi menyerahkan foto foto tersebut beserta vidio yang di kirimkan .


" Foto...


lanjut besok ya maaf segini dulu ..


selamat malam semua , selamat beristirahat .

__ADS_1


terima kasih untuk setiap dukungan teman teman semua .


jangan lupa untuk selalu klik like , vote, dan juga tanda love nya ya . Matur nuwun


__ADS_2