Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 25


__ADS_3

" Hai kak Barra , lama tidak bertemu " sapa Anes kepada Barra padahal saat bertemu dengan Bianca dia hanya tersenyum sebagai sapaan.


" Aku sudah selesai sarapannya. Ayo kak kita berangkat " Ajak Bianca yang malas bertemu dengan Wanita satu itu. Barra lalu berdiri dari duduknya tanpa menjawab sapaan Anes , Anes yang tidak mendapat jawaban hanya tersenyum kecut .


" Aku berangkat dulu bund , Ayah mau berangkat bareng saja ? " ucap Barra mencium tangan sang bunda begitu juga Bianca. Kini Bianca bekerja di bagian keuangan di perusahaan yang sama. Karena bagian keuangan tertangkap melakukan korupsi yang cukup banyak.


" Ayah akan ke perusahaan . Kamu nanti ke kota S karena ternyata pak imam manager keuangan kita juga bekerja sama dengan orang kita yang di kota S " titah Ayah Arga


" Baik yah "


" Ayo kak aku bareng aja ya "


Barra dan Bianca pun menggunakan mobil mewah Barra untuk menuju ke kantor dengan di antar supir pribadi Barra , karena Barra akan pergi ke kota S . Sedangkan Ayah Arga menggunakan mobilnya sendiri juga di antar oleh sopirnya.


" Bagaiman kabar kak Bella kak? "


" Dia baik " jawab Barra yang masih fokus dengan tabletnya


" Aku sekarang harus bekerja banting tulang untuk menghidupi diriku sendiri . Jadi gak bisa pergi jalan jalan lagi , sedangkan kak Bella sekarang juga sudah menjadi Bos di perusahaan papi Edo. Pasti kalau pergi bareng susah , padahal orang tua tajir tapi juga harus kerja juga . Kasian sekali hidupku " keluh Bianca kepada Barra karena sekarang dia merasa tidak bisa pergi bersama teman temannya sesuka hati karena dia sudah mempunyai tanggung jawab .


Barra hanya menoleh sekilas ke arah adiknya itu lalu menggelengkan kepalanya. Jika adiknya saja merasa terbebani karena pekerjaannya lalu bagaimana dengan Barra yang sejak dia duduk di bangku kuliah dia harus belajar bisnis dan juga sudah mulai masuk ke perusahaan untuk membantu sang Ayah dan juga belajar dari sang Ayah. Karena nantinya semua perusahaan itu juga akan menjadi tanggung jawab Barra .


" Apa kakak jadi mengganti sekertaris karena kak sisil di minta oleh kak Bella ? Dasar mereka itu sudah seperti sol dan sepatu " kekeh Bianca yang merasa lucu dengan ucapannya.


" Siapa yang sol sepatu ? Mana bisa Wanitaku di samakan dengan sepatu . Hehh yang benar saja "


" Uwooww .. Wanitaku ??! Kapan ya aku punya ponakan ? Pasti kalau aku punya keponakan rasanya sangat tampan dan cantik " ucap Bianca dengan mata berbinarnya . "Kapan kakak akan menikah ? " tanya Bianca dengan nada penuh semangat


" Mendekati papinya saja susah sekali " ucap Barra lalu menyandarkan tubuhnya.


Waktu itu saja Papi Edo meminta bertemu dengan Barra hanya karena dia bosan di rumah , lalu mengajak Barra untuk bermain catur . Jika Barra bisa mengalahkan papi Edo maka dia akan merestui saat itu juga jika tidak Barra di minta untuk berkebun di belakang rumah Papi Edo . Dan itu saat mami Bella sedang pergi untuk arisan begitu pula dengan Bella dia sedang di perusahaan . Barra pun akhirnya kalah maka Barra membersihkan kebun Papi Bella yang berada di belakang rumah , perkebunan yang cukup luas . Jika mengingat itu rasanya Barra ingin mengumpat tapi itu Ayah dari wanita yang di cintai nya. Sedangkan disaat membersihkan perkebunan dan juga membantu berkebun sang calon mertua Barra tidak boleh melepaskan baju kebanggannya sebagai Bos di perusahaannya. Dia masih menggunakan stelan jas rapinya itu.


Kini keduanya sampai di perusahaan BR. Barra lalu menuju ke ruangan kebesarannya. Dan di sambut oleh Reno juga Sisil.


" Pagi pak " sapa Sisil


" Pagi Bos " sapa Reno


Sedangkan yang di sapa langsung masuk ke dalam ruangannya.

__ADS_1


💌


Pagi sayang . 😘


Hari ini aku akan ke kota S Mungkin sekitar 2 hari di sana . (isi pesan Barra )


💌


Pagi juga sayang 😘


Iya . Semangat kerjanya. Sayang titip salam ya buat sisil. Oh ya aku gak papa kalau Sisil tetap di situ lagian kita masih bisa bertemu.


💌


Baiklah sayang nanti aku sampaikan kepadanya.


Kalau itu mau kamu terserah sayang, lagian aku juga belum menemukan gantinya.


sudah dulu sayang. semangat bekerja aku akan berangkat ke kota S. 😘


💌


" Reno keruangan sekarang " titah Barra


" Ada apa Tuan Barra yang terhormat ? "


" Kita ke kota S sekarang karena di sana ada masalah " seraya menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah.


" Baik Tuan "


" Sampaikan salam Bella untuk Sisil "


" Kenapa harus aku ? " ucap Reno seraya menunjuk dirinya sendiri


" Lalu harus aku ? Lagian cuma menyampaikan aku tidak meminta yang lain. Kalian ada hubungan ? " tanya Bara penuh selidik karena tak biasanya sahabat sekaligus asistennya ini bertingkah aneh .


" Apanya. Ti .. tidak ada . Baiklah aku sampaikan. Kalau sudah aku siapkan mobil " kata Reno gelagapan namun dia mencoba untuk tenang. Supaya Barra tidak banyak tanya dia segera pergi dari ruangan itu. Barra yang melihat itu tersenyum mengejek .


" Hemm .. Dapat salam dari Bella " kata Reno kepada sisil yang sedang sibuk dengan pekerjaannya

__ADS_1


" Iya terima kasih " jawab Sisil tanpa menoleh ke arah Reno.


" Sama sama " jawab Reno dengan canggung


Entah apa yang terjadi di antara keduanya hanya mereka yang tahu .


***


Di kediaman Alexander Bunda dan juga Anes sedang berada di ruang televisi.


" Tante mau pergi arisan sebentar ya . Kamu di rumah apa gimana ? "


" Kalau saya ikut boleh gak tante ? Sekalian Anes bisa tahu daerah sini . Apa tidak spa apa ? " tanya Anes


" Emm oke . Tidak apa apa , kalau begitu ayo siap siap " Ajak Bunda Hanna


Akhirnya kini Bunda Hanna juga Anes berada di dalam mobil menuju restoran yang di gunakan untuk mengadakan Arisan emak emak sosialita. Dan di sana juga ada maminya Bella , ke duanya adalah sahabat di waktu kuliah . Tapi mereka tidak tahu jika ke dua anaknya pernah menjalin hubungan hingga kini mereka memutuskan kembali bersama . Karena Barra tidak pernah menggunakan nama belakangnya hanya Barra Regha A. Dan Mami Maya juga Bunda Hanna terakhir ketemu waktu kuliah sebelum akhirnya bertemu kembali belum lama ini. Di sebabkan Bunda Hanna sering di luar negeri menemani sang suami yang menjalankan bisnis di Amerika . Kalau Barra tadinya kuliah di luar negeri selama 2 tahun namun dia memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Indonesia untuk menjalankan bisnis sang Ayah yang berada di kota Jakarta.


" Nanti di tunggu saja ya pak , mau ngopi di kafe juga gak papa biar enggak ngantuk " ucap Bunda Hanna kepada sang supir dengan tersenyum ramah.


" Iya nyah " jaeab pak supir yang jarang tampil


" Ayok Anes " Ajak Bunda Hanna ketika akan masuk ke dalam restoran . Dan di jawab senyuman oleh Anes


Tibalah di meja yang sudah mereka pesan terlebih dahulu .


" Selamat sore Bunda semuanya , maaf telat ya " sapa Bunda Hanna kepada sahabat Arisannya


" Enggak kok bu ini juga baru saja , siapa ini calon mantu ya ? " tanya salah satu teman arisan Bunda Hanna


" Bu...


" Perkenalkan tante saya Anes " ucap Anes menjabat tangan ibu yang bertanya tadi sebelum Bunda Hanna menyelesaikan ucapannya . Bunda Hanna lalu tersenyum kecut dengan apa yang di lakukan Anes


" Wah agak bule bule gitu ya ,cantik . Kalau Barra belum punya pacar pasti sudah saya jadikan mantu " canda ibu ibu yang lainnya


Dan dari kejauhan terlihat seorang gadis cantik bak model , bodynya yang bak gitar spanyol itu di balut dengan dress selutut dengan lengan sebatas siku berwarna navy . Penampilan yang sangat elegan menambah penampilan beribu kali lipat cantiknya. Rambutnya dia biarkan tergerai begitu saja .


" Selamat sore ibu ibu " sapa Mami Maya

__ADS_1


" Wah cantik sekali siapa ini ?" tanya salah satu ibu ibu di sana yang bernama Dewi .


__ADS_2