Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 24


__ADS_3

" Baiklah aku mengantarkan kamu pulang. Aku juga tidak ingin papi merasa khawatir " yang melihat raut wajah Bella yang seperti sedang memikirkan sesuatu.


" Iya aku tidak ingin Papi menyalahkan kamu juga nantinya "


Kini keduanya sedang bersiap siap untuk pulang ke kota. Mereka pulang dengan mengendarai mobil Bella sedangkan mobil Barra dia tinggal di Villa. Keduanya sudah masuk kedalam mobil dan saat ini sedang berada di jalan. Di sepanjang perjalanan mereka selalu melempar canda dan tawa .


" Sayang apa kamu mengantuk . Jika iya tidurlah aku tidak papa " ucap Barra karena melihat Bella yang mulai menguap.


" Tidak . Jika aku tidur kamu nanti akan kesepian dan kamu pasti juga merasa lelah " jelas Bella yang tak ingin kekasihnya sendirian.


" Terserah kamu saja tapi jika sudah merasa lelah tidurlah aku tidak apa apa "


" Oke sayang " kata Bella lalu mengecup pipi Barra


" Sayangg . Kamu menggodaku ? " tanya Barra sambil menengok ke arah Bella . Bella hanya tersenyum aneh menanggapi pertanyaan Barra.


" Tuh kan malah senyum. Ahh jadi gak tahan pengen makan kamu sayang " gemas Barra lalu mengacak acak rambut Bella. Dan di sambut gelak tawa oleh Bella .


" Lagian kamu tuh aneh kan aku cuma pengen cium aja . Gak boleh ?" tanya Bella memasang wajah cemberut.


" Enggak sayang , mau cium mana saja boleh yang mana saja boleh melakukan yang lebih juga boleh dengan senang hati aku menerimanya "


" Apaan sih kamu. Ngomongnya ngelantur kemana mana . Udah ahh aku mau tidur " kata Bella yang pura pura merajuk


" Tidurlah sayangku cintaku segalanya untukku hidupku " ucap Barra dengan tersenyum lucu .


" Gombal " jawab Bella dengan mencubit pipi Barra. Lalu keduanya tertawa bersama , seperti remaja yang sedang kasmaran .

__ADS_1


" I love you sayang " ucap Barra sambil menatap mata Bella dengan penuh cinta


" I love you too sayang " balas Bella dengan tersenyum hangat juga mengelus lembut pipi Barra.


Perjalanan yang melelahkan bagi keduanya , jalan yang sedikit rusak sedikit menyita waktu mereka. Bella yang tadinya masih mengelak jika dirinya sudah mengantuk kini sedang berada di alam mimpinya. Barra merasa beruntung Bella tidak mempercayai wanita licik itu.


" Hallo Ren . Tolong lo cari tahu tentang wanita itu , dia baru saja menemui Bella dan memberi foto gue dan dia. Segera !! Paling lambat besok pagi jam 5 " ucap Barra dalam sambungan telponnya


" Siap bos " setelah itu sambungan ponselnya terlutus.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu , akhirnya mereka sampai di kediaman Darmawan. Barra yang melihat begitu lelah merasa kasian jika harus membangunkannya . Jadi Barra memutuskan untuk menggendong Bella .


" Malam pi " sapa Barra kepada papi Bella yang ternyata menunggu Bella di ruang tamu.


" Kenapa dia ? Kamu apakan hah ?" tanya papi Bella yang takut terjadi apa apa terhadap anaknya.


" Dia hanya tidur om. Saya akan membangunkannya tapi saya kasian maka dari itu saya memutuskan untuk menggendongnya "


Tapi saat Barra akan menyerahkan Bella kepada sang papi , terlihat sang papi tidak kuat saat menggendong sang anak . Meskipun tubuh Bella termasuk kecil tapi Berisi. Barra yang menyadari itu mencoba untuk menahan senyumnya.


" Sudahlah Pi , biar Barra yang mengantar Bella ke kamarnya. Lagian ada kita tidak mungkin jika Barra macam macam " ucap Mami Bella menahan senyum seperti Barra merasa lucu.


Bella yang saat itu sedang tertidur sama sekali tidak merasa terganggu dengan obrolan kedua orang tuanya dan juga Barra.


Kebo kamu Bel.. batin Author.


Barra dengan senang hati mengantar Bella ke dalam kamarnya. Tapi masih di ikuti oleh kedua orang tuanya. Memastikan jika Barra tidak macam macam.

__ADS_1


Setelah menidurkan Bella barra segera pamit undur diri karena hari sudah malam. Tidak enak juga jika lama lama Papi Bella sudah seperti singa yang akan menggigit mangsanya.


" Seperti sedang berada di kandang singa saja " keluh Barra yang kini baru masuk ke dalam rumah. Barra memutuskan pulang ke kediaman Alexander karena sang ayah dan bunda yang baru keluar negeri saat itu akan pulang dan meminta Barra untuk pulang ke rumah.


" Tumben pulang " Tanya Bianca seraya bersedekap dada seakan sedang memergoki suami pulang dari rumah selingkuhannya.


Barra hanya melirik ke arah adiknya malas lalu pergi masuk ke dalam kamarnya karena merasa sangat lelah .


Pagi harinya di kediaman Alexander . Kedua orang tuanya sudah sampai di kediaman Alexander pada pagi subuh. Mereka pulang juga bersama seorang sepupu jauh karena kedua orang tuanya sedang tidak ada di negara A, jadi mereka meminta tolong kedua orang tua Barra untuk menjaganya. Karena di sana juga ada Bianca yang juga mengenal gadis itu.


" Apa Barra semalam pulang bi ? " tanya bunda Barra ,


" Iya nyah , mungkin masih di kamar . Bi perkenalkan dia Anes dia sementara waktu akan tinggal di sini . " tambah Bunda Barra lagi


" Oh iya nyah , hallo neng saya bi iyem bisa panggil mbok yem " sapa mbok yem dengan tersenyum ramah


" Hai bi aku Anes " jawab Anes


" Bundaa.... " teriak seorang gadis saat baru saja menuruni tangga sambil berhambur ke pelukan sang Bunda. " Chacha kangen Bunda, berasa hidup sendiri kalau gak ada Bunda " keluh Bianca


" Kan ada kakak kamu "


" Kakak kerjaannya hanya pa..


Bianca belum selesai berbicara sang kakak sudah menyerobot pembicaraan Bianca.


" Dasar anak manja , Gitu doang ngadu " lalu Barra berjalan mencium tangan Bundanya. Sebenarnya dia kaget kenapa Anes bisa ada di sini apa dia ikut dengan Bundanya. Pikir Barra dalam hati . Tapi dia juga tak menghiraukan gadis itu menyapa juga tidak , Dia lalu berlalu ke meja makan untuk sarapan dan bekerja.

__ADS_1


" Sudah ayok kita sarapan , kasian Ayah sudah menunggu" ajak sang Bunda. Bianca pun juga tidak menyapa gadis itu menghiraukan begitu saja.


" Oh iya mungkin selama beberapa hari Anes akan tinggal di sini , karena kedua orang tuanya tidak bisa menjaganya. Dia juga ingin berlibur di sini jadi kedua orang tuanya meminta untuk tinggal di sini bersama kita lebih aman katanya. Dan juga belum ada yang dia kenal di sini " Jelas Bunda Barra dan tidak ada yang menjawab hanya hening fokus dengan makanan mereka masing masing . Sebenarnya Bunda tau kenapa mereka seperti itu tapi ya bagaimana lagi.


__ADS_2