Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
Bonchap 4 ( Mau adik ? )


__ADS_3

Jodoh itu sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak dan ketahui . Kadang kita menginginkan seseorang yang kita cintai untuk menjadi pasangan kita seumur hidup tapi kadang tidak sesuai apa yang kita inginkan . Ada juga kita sudah lama tidak bertemu dengannya lagi namun akhirnya tetap berjodoh . Seperti Barra dan Bella , kisah mereka tidak semulus jalan tol . Masih banyak lika liku yang harus mereka jalani tapi cinta yang akhirnya menyatukan mereka hingga memiliki malaikat kecil .


Kebahagiaan yang di rasakan oleh keluarga kecil itu semakin terasa semenjak kehadiran jagoan kecil Barra dan Bella yang akan menghiasi rumah mereka .


Dan di sini lah mereka sekarang . Sedang bercengkrama dan bayi kecil itu masih merengek untuk adik kecil yang di janjikan kedua orang tuanya .


" Ayo mom , aku mau adik kecil seperti Sofia . Tapi kenapa tepungnya malah jadi kue mom " rengek bayi kecil itu .


" Sayang kalau mau adik harus sabar . Brian beneran mau adik ?" tanya Bella sungguh-sungguh seraya menatap manik mata kecil anaknya .


" Yaa " ucap Brian tegas .


Bdlla lalu mengelus lembut rambut anaknya .


" Kalau mau punya adik harus janji , jadi kakak yang baik . Manjanya di kurangin dulu " ucap Bella .


" Mana ada Brian manja . Brian sudah besar tidak manja " elak bayi itu .


Bella hanya menanggapi ucapan anaknya dengan tersenyum hangat . Sejujurnya dia masih ingin menghabiskan waktunya untuk anak nya itu . Tapi justru anaknya selalu merengek minta adik .


" Iya. Kamu memang sudah besar " ucap Bella lalu memeluk tubuh jagoannya itu dengan gemas .


" Stop mom jangan di gelitikin mom . Stop mom " tawa Brian pecah ketika mommy nya menggelitik perutnya di sela pelukannya .


…………………………


Dimas saat ini sudah di perbolehkan pulang . Kedua orang tua Dimas menemaninya untuk beberapa hari tapi saat ini mereka sudah harus pulang karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal .

__ADS_1


Apartemen mewah ini lah yang menjadi tempat tinggal Dimas . Bianca dengan sekarang lebih sering mengunjungi Dimas entah mengantar makanan atau hanya menanyakan kabar .


Sejak kejadian itu hubungan mereka menjadi lebih akrab lagi . Barra membiarkan itu , dia juga cukup lama mengenal Dimas .


" Kakak makan dulu ini aku bawakan makanan . Tadi Bunda masak nya banyak jadi aku bawain sekalian " ucap Bianca seraya menata makanan di atas meja makan .


" Apa kamu bisa masak ?" tanya Dimas tiba-tiba


" Bisa lah . Nanti kalau aku nikah suami aku masa di suruh makan masakan orang lain . Cintanya nanti sama tuh penjual lagi " ucap Bianca tanpa sadar .


" Kamu sudah siap menikah ?" tanya Dimas .


" Entahlah aku juga belum tahu . Kenapa? Kakak udah mau nikah ?" tanya Bianca menatap Dimas yang kini sudah duduk di sebelahnya .


" Kalau kamu mau " ucap Dimas seraya memakan udang goreng di depannya .


Bianca menatap Dimas memahami ucapan Dimas tadi . Bianca juga menghentikan aktifitasnya . Apa dia tidak salah dengar? Apa tadi kak Dimas sedang melamarnya ? pikir Bianca lalu menggelengkan kepalanya .


" Udah ayo makan aku lapar . Jangan di pikirkan "ucap Dimas selanjutnya .


Bianca mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan Dimas . Bisa-bisa nya berkata semudah itu . Bikin jantung tidak aman saja .


Mereka kemudian memutuskan untuk sarapan bersama tanpa ada obrolan . Semua dalam pikiran masing-masing.


" Aku mau berangkat dulu " pamit Bianca setelah menghabiskan makanannya dan membereskannya .


" Cium tangan dulu dong " ucap Dimas .

__ADS_1


" Dih .. Kayak suami istri aja " sahut Bianca lalu merutuki ucapannya sendiri .


" Itung-itung belajar dulu biar nanti nggak kaku " ucap Dimas seraya mengulurkan tangannya kepada Bianca .


" Ogah " Bianca lalu meninggalkan Dimas yang sedang tertawa .


*


*


*


*


*


*


Mohon untuk dukungannya ya readers .


tinggalkan jejak .


like


komen


vote

__ADS_1


hadiah juga ya .


makasih


__ADS_2