
Jodoh itu sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak dan ketahui . Kadang kita menginginkan seseorang yang kita cintai untuk menjadi pasangan kita seumur hidup tapi kadang tidak sesuai apa yang kita inginkan . Ada juga kita sudah lama tidak bertemu dengannya lagi namun akhirnya tetap berjodoh . Seperti Barra dan Bella , kisah mereka tidak semulus jalan tol . Masih banyak lika liku yang harus mereka jalani tapi cinta yang akhirnya menyatukan mereka hingga memiliki malaikat kecil .
Kebahagiaan yang di rasakan oleh keluarga kecil itu semakin terasa semenjak kehadiran jagoan kecil Barra dan Bella yang akan menghiasi rumah mereka .
Dan di sini lah mereka sekarang . Sedang bercengkrama dan bayi kecil itu masih merengek untuk adik kecil yang di janjikan kedua orang tuanya .
" Ayo mom , aku mau adik kecil seperti Sofia . Tapi kenapa tepungnya malah jadi kue mom " rengek bayi kecil itu .
" Sayang kalau mau adik harus sabar . Brian beneran mau adik ?" tanya Bella sungguh-sungguh seraya menatap manik mata kecil anaknya .
" Yaa " ucap Brian tegas .
Bdlla lalu mengelus lembut rambut anaknya .
" Kalau mau punya adik harus janji , jadi kakak yang baik . Manjanya di kurangin dulu " ucap Bella .
" Mana ada Brian manja . Brian sudah besar tidak manja " elak bayi itu .
Bella hanya menanggapi ucapan anaknya dengan tersenyum hangat . Sejujurnya dia masih ingin menghabiskan waktunya untuk anak nya itu . Tapi justru anaknya selalu merengek minta adik .
" Iya. Kamu memang sudah besar " ucap Bella lalu memeluk tubuh jagoannya itu dengan gemas .
" Stop mom jangan di gelitikin mom . Stop mom " tawa Brian pecah ketika mommy nya menggelitik perutnya di sela pelukannya .
…………………………
Dimas saat ini sudah di perbolehkan pulang . Kedua orang tua Dimas menemaninya untuk beberapa hari tapi saat ini mereka sudah harus pulang karena ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggal .
__ADS_1
Apartemen mewah ini lah yang menjadi tempat tinggal Dimas . Bianca dengan sekarang lebih sering mengunjungi Dimas entah mengantar makanan atau hanya menanyakan kabar .
Sejak kejadian itu hubungan mereka menjadi lebih akrab lagi . Barra membiarkan itu , dia juga cukup lama mengenal Dimas .
" Kakak makan dulu ini aku bawakan makanan . Tadi Bunda masak nya banyak jadi aku bawain sekalian " ucap Bianca seraya menata makanan di atas meja makan .
" Apa kamu bisa masak ?" tanya Dimas tiba-tiba
" Bisa lah . Nanti kalau aku nikah suami aku masa di suruh makan masakan orang lain . Cintanya nanti sama tuh penjual lagi " ucap Bianca tanpa sadar .
" Kamu sudah siap menikah ?" tanya Dimas .
" Entahlah aku juga belum tahu . Kenapa? Kakak udah mau nikah ?" tanya Bianca menatap Dimas yang kini sudah duduk di sebelahnya .
" Kalau kamu mau " ucap Dimas seraya memakan udang goreng di depannya .
Bianca menatap Dimas memahami ucapan Dimas tadi . Bianca juga menghentikan aktifitasnya . Apa dia tidak salah dengar? Apa tadi kak Dimas sedang melamarnya ? pikir Bianca lalu menggelengkan kepalanya .
" Udah ayo makan aku lapar . Jangan di pikirkan "ucap Dimas selanjutnya .
Bianca mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan Dimas . Bisa-bisa nya berkata semudah itu . Bikin jantung tidak aman saja .
Mereka kemudian memutuskan untuk sarapan bersama tanpa ada obrolan . Semua dalam pikiran masing-masing.
" Aku mau berangkat dulu " pamit Bianca setelah menghabiskan makanannya dan membereskannya .
" Cium tangan dulu dong " ucap Dimas .
__ADS_1
" Dih .. Kayak suami istri aja " sahut Bianca lalu merutuki ucapannya sendiri .
" Itung-itung belajar dulu biar nanti nggak kaku " ucap Dimas seraya mengulurkan tangannya kepada Bianca .
" Ogah " Bianca lalu meninggalkan Dimas yang sedang tertawa .
*
*
*
*
*
*
Mohon untuk dukungannya ya readers .
tinggalkan jejak .
like
komen
vote
__ADS_1
hadiah juga ya .
makasih