Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 102


__ADS_3

" Oma ini kan Ayu sudah bilang kalau tidak usah ikut joging . Pingsankan " ucap Ayu cemas karena ketika mereka melakukan joging tiba-tiba saja Oma Rahma pingsan .


" Kita pulang saja . Kamu tunggu di sini dulu sama Oma .Pakde ambil mobil dulu " ucap Papi Edo cemas juga khawatir .


Ayu mengangguk patuh . Ayu menidurkan kepala Omanya di kakinya sambil menunggu Papi Edo mengambil Mobil untuk mereka .


" Ayo masuk " Ucap Papi Edo lalu mengangkat Oma masuk ke dalam mobil .


Ayu mengikuti Papi Edo dan duduk di belakang menyangga Oma .


Setelah menempuh perjalanan yang cukup dekat mereka sampai di kediaman Darmawan.


Papi Edo segera membawa masuk Oma dan membawanya ke dalam kamar Oma mengunakan lift .


" Ayu panggil bude kamu " pinta Papi Edo karena semenjak pulang Papi Edo tidak melihat istrinya . Biasanya istrinya akan menyambutnya jika papi Edo pulang ke rumah .


" Baik pakde " ucap Ayu lalu turun dan mencari budenya .


" Bi , bude kemana kenapa di kamar tidak ada ? Di taman juga tidak ada " ucap Ayu sedikit ngos-ngosan .


" Ibu sama non Bella bersama den barra pergi ke rumah sakit tadi pagi non" ucap bibi

__ADS_1


" Kenapa? Siapa yang sakit ?" ucap Ayu tambah khawatir .


" Nona Bella tadi waktu mau makan tiba-tiba mual . Terus di bawa ke rumah sakit " ucap Bibi .


" Itu cuma masuk angin kali . Tapi syukurlah kalau cuma mual " ucap Ayu .


" Tapi ini bukan cuma nona . Sepertinya ada hal yang mengejutkan lagi " ucap Bibi yang tambah membuat Ayu takut dan merasa khawatir lagi .


" Maksud bibi " tanya Ayu .


" Ini hanya tebakan saya saja ya non . Tapi saya tidak mau mengatakannya sekarang . Takut salah . Permisi non " ucap Bibi lalu meninggalkan Ayu dengan wajah bengong .Tidak percaya jika bibi itu mempermainkannya dengan berbagai pertanyaan di kepalanya .


Ck bibi saja bisa membuat penasaran orang . batin Ayu kesal lalu berjalan ke dapur membuat teh hangat untuk Omanya dan membawa minyak supaya Omanya segera sadar .


" Hlo mana bude kamu yu ?" tanya Papi Edo seraya tetap berusaha membangunkan oma dengan memberikan minyak yang di bawa oleh Ayu .


" Bude katanya ke rumah sakit pakde sama Bella dan suaminya . Bella tadi mual-mual kata bibi " jelas Ayu . Tapi Ayu tidak mengatakan apa yang tadi bibi katakan karena tidak ingin membuat pakdennya ikutan panik .


" Mungkin hamil " jawab papi Edo santai .


Oma mendengar kehamilan Bella tiba-tiba duduk begitu saja sehingga membuat papi Edo terjengkang ke bawah karena kaget begitu juga Ayu ikut terperanjat karena kaget oleh sang oma .

__ADS_1


" Bella hamil?" tanya Oma dengan ekspresi senang do wajah tuanya .


" Belum tahu juga Oma . Kenapa Oma bangunnya mengagetkan saja ?" ucap Papi Edo sedikit kesal tapi apalah daya dia tidak ingin menjadi menantu durhaka


" Ibu lelah jadi ibu tadi ketiduran " ucap Oma lalu merebahkan tubuhnya lagi .


Papi Edo tersenyum kecut sedangkan Ayu mau kesal tapi itu Omanya .


Untung Oma gue kalau bukan .batin Ayu


Punya mertua begini amat .batin papi Edo


" Mami mau tidur lagi?" tanya papi Edo .


" Jangan panggil seperti itu . Aku bukan istrimu . Panggil aku Ibu " ucap Oma rahma


" Baiklah ibu . Ibu mau tidur lagi ?" tanya papi Edo menahan kekesalannya .


" Iya " ucap Oma lalu menarik selimutnya dan kembali tidur .


" Heh , yang benar saja Oma " lirih Ayu .

__ADS_1


Papi Edo menatap Ayu , dan tersenyum kecut lalu memilih keluar dari kamar Oma dengan merangkul bahu keponakannya itu dan menepuknya kecil meredakan kekesalan keponakannya yang juga dia rasakan . Sudah panik bukan main dan ternyata cuma tidur . Ck yang benar saja .


__ADS_2