
Siapa pria itu ? Apa dia mantan Sisil yang sudah menghianati Sisil . Batin Reno bertanya tanya .
" Suruh masuk saja bi " ucap mama Rina ibu Sisil .
Sisil menatap ke arah mamanya seakan bertanya kenapa di suruh masuk .
Mama Rina hanya tersenyum seakan menjawab tatapan Sisil .
" Baik bu " ucap bibi
Bibi lalu meminta Andre untuk masuk . Andre sedikit lega karena akhirnya Sisil mau bertemu dengannya .
" Selamat malam om , tante " sapa Andre lalu mencium tangan kedua orang tua Sisil .
" Malam Sil " tambah Andre tapi tatapan matanya mengarah kepada sosok pria yang berada di meja makan yang sama dengan Sisil dan ke dua orang tuanya .
Sisil tak menidahkan pertanyaan Andre . Dia justru memakan makanannya dengan lahap . Tidak peduli jika ada pria yang pernah menyakitinya itu .
" Iya , malam " ucap Mama Rina menjawab sapaan Andre .
" Maaf mengganggu waktu makan malam kalian . Saya ke sini ingin bertemu dan berbicara dengan Sisil " ucap Andre
" Gue gak mau . Lagian di sini ada calon suami gue . Gak sopan banget sih lo . Kalau mau ngomong sama gue ijin dulu ke calon suami gue " ucap Sisil seraya melirik ke arah Reno . Reno tersenyum senang karena Sisil menganggapnya sebagai calon suaminya . Yah setidaknya ada untungnya pria brengsek itu bertamu ke rumah Sisil . Jadi Sisil mengakui Reno .
__ADS_1
" Calon suami ? Sejak kapan ? " tanya Andre kaget .
" Tadi " jawab Reno .
" Ada urusan apa anda dengan calon istri saya ? " tanya Reno .
" Itu urusan saya dengan Sisil . Bukan urusan kamu " ketus Andre .
" Dia calon suami anak saya jadi jika ingin berbicara mintalah ijin kepadanya " ucap Papa Angga .
" Ayo mah , biarkan mereka mengobrol " ucap Papa Angga mengajak mama Rina untuk tidak ikut campur urusan anaknya itu . Baginya Reno pasti bisa mengatasi semut kecil seperti Andre .
Mama Rina lalu berdiri dan mengikuti suaminya .
" Baik om . Saya minta maaf " ucap Andre menatap Reno tajam.
" Kita ke taman belakang saja supaya lebih santai mengobrolnya " usul Reno .
" Ayo sayang " ajak Reno lalu mengulurkan tangannya. untuk di pegang Sisil . Sisil menatap tajam kepada Reno .
Cari kesempatan dalam kesempitan ini mah . Batin Sisil menggerutu .
Tapi bagaimanapun Reno sudah menyelamatkan dirinya dari terkaman singa .
__ADS_1
Sisil melangkahkan kakinya mengikuti Reno . Andre masih belum menyangka kalau Sisil sudah memiliki calon suami atau bisa di bilang berarti Sisil sudah bisa melupakannya .
" Sil aku minta maaf untuk apa yang telah aku lakukan terhadapmu . Tapi itu hanya sebuah kesalahpahaman Sil . Aku di jebak oleh Lisa waktu itu " ucap Andre mencoba menjelaskan kepada Sisil . Padahal semua itu sudah berlalu dan baru saja menjelaskan kepada Sisil.
Gak guna batin Sisil tersenyum kecut oleh ucapan Andre .
" Apa lo bilang jebakan ? Hello ... Lo pikir gue bego . Lo ngelakuin hubungan suami istri di apartemen lo dengan wanita itu . Dan saat itu lo sadar . Dan satu lagi ya , gue udah gak butuh omong kosong lo itu . Udah berlalu , lagian gue udah punya calon suami . Dan gue harap ini terakhir kalinya gue bertemu sama lo " Ucap Sisil lalu menarik tangan Reno untuk masuk
" Tunggu dulu Sil " ucap Andre mencoba menghentikan langkah keduanya .
" Lo punya kuping kan ? Kalau lo punya , lo harusnya denger apa yang baru saja cewek gue bilang . Lebih baik lo pulang . Dan satu lagi sampai gue lihat lo ganggu calon istri gue . Tunggu aja akibatnya " ucap Reno .
" Gue gak main main " bisik Reno kepada Andre . Dan bisikan itu terdengar mengerikan di telinga Andre .
Andre masih diam terpaku dengan ucapan Reno yang terdengar mengancam itu .
" Gue dan Sisil terlibat sebuah kerja sama gak mungkin kan kalau gue gak bisa ketemu dia " ucap Andre dengan tersenyum. remeh .
" Dan gue yang akan menggantikan dia " ucap Reno dingin.
" Siapa lo ? Gue gak ada urusannya sama lo ! Itu kerjaan gue sama Sisil " ucap Andre yang masih tak mau kalah.
" Yakin Lo mau tahu siapa Gue ? " tanya Reno tersenyum smirk .
__ADS_1
" Iya " ucap Andre yang sebenarnya waspada.
" Gue ..