
Perdebatan yang di lalui dengan sengit . Akhirnya Bella yang menang dan sekarang pengantin baru itu sedang berjalan di tepi pantai menikmati udara pagi yang sejuk . Tidak ada polusi dan masih murni . Pantai itu di kelilingi oleh pohon kelapa yang menyegarkan tenggorokan . Pantai yang bersih meskipun seperti tak berpenghuni .
" Indah sekali sayang . Rasanya aku ingin berenang " ucap Bella lalu hendak melepas kain pantainya .
" Jangan di lepas " ucap Barra dengan cepat .
" Kenapa ? Disini tidak ada orang . Cuma kita berdua " ucap Bella seraya menatap sekeliling pantai .
" Jangan sayang . Ada penjaga di sini " jelas Barra lalu menunjuk beberapa penjaga di sana .
" Ck . Suruh saja mereka bersembunyi di balik pohon kelapa . Apa susahnya " ucap Bella yang memang suka berenang itu .
" Sayang ...
" Kali ini aja . Ya " ucap Bella memohon dengan manja .
" Baiklah " ucap Barra pasrah .
" Kalian yang ada di sana kemari " teriak Barra
Segerombolan pria tampan berbaju hitam lalu mendekat . Mata Bella berbinar menatap pria pria itu . Pemandangan yang bisa memanjakan mata .
" Sayang , air liur kamu " ucap Barra .
Bella segera mengelap air liurnya . Dan menyadari jika dia hanya di kerjain oleh suaminya .
" Kamu ngerjain aku ya " kesal Bella .
" Jaga mata kalian " ketus Barra yang menatap para pengawalnya itu yang menatap Bella tak berkedip .
Semua pengawal itu lalu tertunduk tak berani menatap Bella maupun Barra .
" Kamu perempuan ya ? " tanya Bella .
" Iya nona " jawabnya
Bella lalu menganggukkan kepalanya tanda mengerti .
" Kalian jangan ada yang menatap kearah pantai kecuali yang perempuan tidak masalah . Karena istri saya akan berenang . Jika say tahu salah satu dari kalian mencoba mengintip , kalian tahu akibatnya" ucap Barra dengan tegas .
" Mengerti ? "
" Mengerti Tuan " jawab mereka serempak .
" Baik . Kembalilah "
Setelah itu mereka kembali ke tempat masing masing dan sesuai yang Barra pesan yang pria menghadap berlawanan dengan pantai atau tempat dimana Bella akan berenang .
" Sayang kenapa ada wanitanya juga " tanya Bella penasaran .
" Itu untuk kamu sayang , mereka yang nantinya akan menjaga kamu . Sudah katanya ingin berenang " ucap Barra .
" Baiklah " dengan penuh semangat Bella lalu melepas kain pantainya lalu berjalan ke dalam air .
" Sayang ayo ikut . Di sini airnya bersih " ucap Bella lalu menarik tangan suaminya . Barra dengan senang hati menemani istrinya .
Mereka menikmati waktu berdua itu . Cinta keduanya begitu nyata . Pengawal wanita itu ikut merasa iri dengan keromantisan kedua majikannya itu .
__ADS_1
" Beruntung banget ya Nona Bella bisa sama tuan barra " ucap salah satu dari mereka . Dan dia termasuk pengawal baru di sana . Tidak ada yang menyahuti ucapan rekannya itu . Karena jika sampai ada Yang mendengar bisa panjang urusannya .
Setelah terik mulai menerpa keduanya . Mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu . Lebih tepatnya Barra, jika Bella masih ingin berenang .
" Ayo sayang , kita istirahat dulu atau kita tidak akan keluar kamar lagi setelah ini " ancam Barra .
" Kamu ini sekarang bisanya cuma ngancam " kesal Bella lalu meraih kain pantainya dan berjalan cepat meninggalkan Barra yang masih berdiri mematung .
" Jangan marah , besok masih ada lagi waktu . Kita bisa jalan jalan lagi " ucap Barra setelah berhasil mengejar Bella .
Bella masih diam tak menggubris . Masih berjalan cepat tak peduli dengan Barra .
" Kamu mau apa sayang , aku janji pasti bakal turutin " ucap Barra .
Bella lalu menghentikan langkahnya . Sehingga barra yang tadinya ikut berjalan cepat menabrak istrinya . Tapi beruntung Bella tidak sampai jatuh karena Barra dengan sigap menangkapnya .
" Aku mau kelapa muda dari pohonnya " ucap Bella lalu menunjuk pohon kelapa di hadapan mereka .
Barra melongo mendengar permintaan istrinya .
" Tapi gimana petiknya sayang . Itu tinggi banget hlo " ucap Barra .
" Tadi kamu bilang mau nurutin apa yang aku mau . Sekarang cuma petik kelapa doang gak mau . Ya udah . Kita pisah ranjang aja " ucap Bella hendak pergi namun di hentikan langkahnya oleh Barra .
" Gak maulah. Masa iya baru juga kawin "
" nikah bukan kawin " tegas Bella .
" Iya maksud aku itu , kita terus pisah ranjang . Kamu gak kasian sama joni baru juga buka segel dan tidur di sangkarnya kamu malah misahin mereka " ucap Barra entah apa yang di maksud .
" Joni ? dan sangkar ? " ucap Bella penuh tanda tanya .
" Udah gak usah di bahas . Aku gak bisa manjat sayang " keluh Barra .
" Terserah gimana caranya " ucap Bella .
" Baiklah . Aku akan meminta pengawal untuk memetikkan kelapanya " ucao Barra memiliki ide .
Para pengawal yang di dekat Barra sudah merasa was-was jika mereka di minta untuk memanjat pohon kelapa yang tingginya entah berapa meter . Membayangkannya saja sudah ngilu apa lagi melakukannya .
" Jin dan jun sini " teriak Barra kepada pengawalnya itu .
" Hahahahahahah " gelak tawa bella terdengar .
" Yang benar saja nama pengawalmu itu . Lucu sekali " ucap Bella .
" mereka kembar sayang " jelas Barra .
" Siapa nama panjangnya . Yang benar saja masak orang tuanya menamainnya jin " ucap Bella tak percaya .
" Tapi mereka hebat sayang . Yang satu jinewa dan junawa " ucap Barra .
" Emm " Ucap Bella menahan tawanya karena yang di panggil sudah berada di hadapan mereka .
" Kami Tuan " ucap keduanya bersamaan .
" Kalian kembar ? Tapi kok gak sama " ucap Bella seraya memperhatikan keduanya dari atas sampai bawah .
__ADS_1
" Kami kembar beda lima menit nona " ucap Keduanya bersamaan lagi . Lalu keduanya saling menatap .
" Hahaha kalian ini lucu sekali " lalu Bella secara reflek memukul lengan jun .
" Sayang jangan pegang pegang " ucap Barra lalu mengelap tangan istrinya .
" Kamu ini , cuma gitu doang juga " Bella lalu mengerucutkan bibirnya . Dan Barra lalu mengecupnya di hadapan jin dan jun .
Cup .
" Ih malu tahu ada mereka " ucap Bella lalu memukul dada Barra .
" Apa kalian lihat ? " tanya Barra
" Ti . ti. tidak Tuan " jawab keduanya bersama sama lagi .
" Sudah , tolong petikkan buah kelapa " pinta Barra
" Baik tuan " ucap mereka barengan lagi .
Jin dan jun naik ke atas pohon menggunakan alat yang bisa terbang jadi mereka tidak harus naik ke atas pohon kelapa .
Jin yang mengoprasikan alat yang di duga seperti remot . Dan jun naik ke dalam pesawat mini .
" Wah pantas saja mereka tidak panik " ucap Bella seperti kecewa .
" Iya itu alat yang membuat juga mereka berdua . Mereka memiliki keahliannya masing masing " ucap Barra
" Woyy jin lo mau matiin gue ya " teriak jun dari atas sana . karena Jin maalah seperti menjadikannya pesawat remot mainan anak anak .
" Hahahahha . Sorry " ucap jin malah menertawakan jun .
" Hahaha kalian ini ternyata bisa bercanda juga " ucap Bella yang merasa lucu dengan keduanya .
" Ini nona buah kelapanya " ucap jun.
" Makasih jun dan jin " ucap Bella .
" Emm nona , tuan apa saya boleh tanya ? "ucap jin
" Itu kamu sedang bertanya " ucap Bella .Sedangkan Barra hanya menatap kearah jin.
" Ini .. emm apa nona sedang nyidam ? " tanya jin hati hati .
" Apa kalian ini bodoh , mana bisa dalam satu malam pembuahan langsung hamil " ucap Barra sedikit kesal dengan anak buahnya yang mungkin saat pembagian IQ hadir belakangan itu .
" Emang tidak bisa ? " tanya jin polos .
" Maaf tuan jin memang tidak hadir saat pembagian IQ . Kalau sudah selesai kami permisi Tuan " ucap jun lalu menarik tangan jin .
" Hahahah yang benar saja mereka . Sayang jadikan mereka pengawal ku " ucap Bella manja .
Barra tidak menanggapinya . Barra lalu mengajak istrinya untuk masuk ke dalam rumah .
" Sayang aku mau minum ini dulu di bawah pohon " ucap Bella merengek .
" Kita bisa minum ini di rumah sayang. Mau di buka pakai apa . Kita tidak membawa pisau " jelas Barra .
__ADS_1
" Dasar pelit " lirih Bella