Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 99


__ADS_3

" Astaga ... Apa jangan-jangan " ucap Mami Maya seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya .


" Nyonya ada apa?" tanya mbok sum


" Enggak papa mbok " ucap Mami Maya lalu berlalu dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya yang masih terlihat cantik itu .


" Aku harus segera menghubungi meli " ucap Mami Maya .


Tapi belum sempat Mami Maya menghubungi dokter meli , dokter keluarga Darmawan itu sudah lebih dulu datang ke kediaman Darmawan . Karena Bella sudah lebih dulu menghubungi dokter meli .


" Permisi " sapa dokter meli dengan tersenyum ramah .


" Eh , kok sudah datang padahal baru saja saya mau menelpon kamu hlo . Ayo masuk ,pasti Bella ya yang menghubungimu ?" tanya mami maya penuh semangat .


" Iya tante . Emang kenapa ya tante?" ucap Meli .


" Kamu periksa saja dulu " ucap mami maya semangat . Meli hanya tersenyum menanggapi itu .


Sesampai di depan pintu kamar Bella . Mami maya lebih dulu mengetuk pintu . Dan di dalam kamar itu sepasang suami istri itu lebih tepatnya Bella terlihat begitu manja dengan Barra . Barra yang tadinya sudah rapi menggunakan jas lengkap . Kini Barra tinggal menggunakan kemeja nya saja . Jas dan dasinya sudah dia lepas .


" Kok kamu tambah ganteng sih kalau kayak gini . Jadi sebel " ucap Bella .


" Terus aku harus gimana sayang . Sudah dari lahir aku tampan " ucap Barra dengan tersenyum sombong .


" Ya , tentu . Kalau tidak tampan mana mungkin aku mau " jawab Bella sekenanya .


" Kok gitu sih sayang. Kamu mau sama aku karena aku tampan ? Kamu gak cinta sama aku " ucap Barra sedikit kesal .


" Yang pertama itu , tapi cinta juga adalah "ucap Bella tak meyakinkan membuat Barra tak habis pikir dengan istrinya itu .


*tok tok tok


untung cinta kalau enggak .batin Barra*

__ADS_1


Barra lalu berdiri dan membukakan pintu untuk mami maya .


" Ada apa mi ?" tanya Barra .


" Ini dokter meli sudah datang " ucap Mami maya .


Barra lalu meminta mami dan dokter muda itu untuk masuk ke dalam kamarnya .


" Sayang ini dokter meli sudah datang " ucap Mami maya .


" Aku itu nggak papa mi , ni lihat aku sehat " ucap Bella


" Hlo bukannya tadi lo telpon gue ya " ucap meli yang tidak lagi bicara formal kepada sahabatnya itu .


" Gue cuma kesel aja . Masa suami gue manggil dokter kaya manggil cabe-cabean " ucap Bella .


" Sayang kamu di periksa dulu nggak usah ngebantah . Ayo meli kamu periksa dia " ucap Mami maya yang ingin segera memastikan bahwa dugaannya itu benar atau salah .


" Suami lo tampan ya " bisik Meli .


" Iya " ucap Bella biasa saja .


" Ck " meli .


Meli dan Bella kenal secara tidak sengaja . Waktu kuliah mereka satu kampus hanya saja jurusan mereka berbeda . Saat itu ada yang akan mencelakai Bella yaitu Raya tapi beruntung selain ada fadli saat itu juga ada meli yang menolongnya . Dan mulai dari situ mereka mulai dekat . Meli yang kala itu juga jarang bergaul merasa senang dapat memiliki sahabat wanita tercantik dan populer di kampusnya .


" Apa yang anda rasakan nona ?" tanya meli mulai serius .


" Sedikit pusing dan mual " ucap Bella .


Meli yang masih memegang pergelangan tangan Bella tersenyum .


" Segera periksa ke dokter kandungan .Sepertinya saat ini anda sedang mengandung . Hanya memastikan saja lebih baik segera periksa ke dokter kandungan " ucap dokter meli .

__ADS_1


Barra yang mendengar itu masih belum sadar dengan apa yang dia dengar saat ini . Sedangkan Bella tersenyum haru begitu juga dengan mami maya yang sudah menyadari keanehan putrinya .


" Sayang kamu nggak suka?" tanya Bella sedikit sedih karena Barra masih duduk diam saja .


" Aku jadi daddy sayang ?" ucap Barra memastikan .


Bella lalu menganggukkan kepalanya perlahan .


" Oke kita periksa sekarang sayang . Aku mau melihat anak kita " ucap Barra antusias lalu menyiapkan baju untuk Bella .


Bella tersenyum senang , dia berpikir kalau suaminya tidak bahagia atas ke hamilannya .


" Aku mandi dulu sayang " ucap Bella .


" No sayang . Kamu sudah cantik " ucap Barra .


" Aku ingin segera melihat anakku sayang " ucap Barra .


" Sekalipun kamu ingin melihat anakmu itu juga masih berbentuk biji kacang polong " ucap Mami maya karena menantunya itu terlalu semangat .


" Nggak apa mi . Aku penasaran dengan hasil karyaku " ucap Barra


" Ya terserah kalian " ucap mami maya .


" Yuk mel kita turun. Dari pada ikut pusing " ucap Mami maya .


Setelah keluar kamar Bella , mami maya segera berjalan menuju kamarnya .


" Tante mau kemana?" tanya Meli karena di tinggal sendiri .


" Mau ikut lihat biji kacang " ucap Mami maya dengan sedikit teriak .


" Ya. Terserah kalian . Aku mau pulang saja " lirih Meli .

__ADS_1


__ADS_2