
" Astaga ... Apa jangan-jangan " ucap Mami Maya seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
" Nyonya ada apa?" tanya mbok sum
" Enggak papa mbok " ucap Mami Maya lalu berlalu dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya yang masih terlihat cantik itu .
" Aku harus segera menghubungi meli " ucap Mami Maya .
Tapi belum sempat Mami Maya menghubungi dokter meli , dokter keluarga Darmawan itu sudah lebih dulu datang ke kediaman Darmawan . Karena Bella sudah lebih dulu menghubungi dokter meli .
" Permisi " sapa dokter meli dengan tersenyum ramah .
" Eh , kok sudah datang padahal baru saja saya mau menelpon kamu hlo . Ayo masuk ,pasti Bella ya yang menghubungimu ?" tanya mami maya penuh semangat .
" Iya tante . Emang kenapa ya tante?" ucap Meli .
" Kamu periksa saja dulu " ucap mami maya semangat . Meli hanya tersenyum menanggapi itu .
Sesampai di depan pintu kamar Bella . Mami maya lebih dulu mengetuk pintu . Dan di dalam kamar itu sepasang suami istri itu lebih tepatnya Bella terlihat begitu manja dengan Barra . Barra yang tadinya sudah rapi menggunakan jas lengkap . Kini Barra tinggal menggunakan kemeja nya saja . Jas dan dasinya sudah dia lepas .
" Kok kamu tambah ganteng sih kalau kayak gini . Jadi sebel " ucap Bella .
" Terus aku harus gimana sayang . Sudah dari lahir aku tampan " ucap Barra dengan tersenyum sombong .
" Ya , tentu . Kalau tidak tampan mana mungkin aku mau " jawab Bella sekenanya .
" Kok gitu sih sayang. Kamu mau sama aku karena aku tampan ? Kamu gak cinta sama aku " ucap Barra sedikit kesal .
" Yang pertama itu , tapi cinta juga adalah "ucap Bella tak meyakinkan membuat Barra tak habis pikir dengan istrinya itu .
*tok tok tok
untung cinta kalau enggak .batin Barra*
__ADS_1
Barra lalu berdiri dan membukakan pintu untuk mami maya .
" Ada apa mi ?" tanya Barra .
" Ini dokter meli sudah datang " ucap Mami maya .
Barra lalu meminta mami dan dokter muda itu untuk masuk ke dalam kamarnya .
" Sayang ini dokter meli sudah datang " ucap Mami maya .
" Aku itu nggak papa mi , ni lihat aku sehat " ucap Bella
" Hlo bukannya tadi lo telpon gue ya " ucap meli yang tidak lagi bicara formal kepada sahabatnya itu .
" Gue cuma kesel aja . Masa suami gue manggil dokter kaya manggil cabe-cabean " ucap Bella .
" Sayang kamu di periksa dulu nggak usah ngebantah . Ayo meli kamu periksa dia " ucap Mami maya yang ingin segera memastikan bahwa dugaannya itu benar atau salah .
" Suami lo tampan ya " bisik Meli .
" Iya " ucap Bella biasa saja .
" Ck " meli .
Meli dan Bella kenal secara tidak sengaja . Waktu kuliah mereka satu kampus hanya saja jurusan mereka berbeda . Saat itu ada yang akan mencelakai Bella yaitu Raya tapi beruntung selain ada fadli saat itu juga ada meli yang menolongnya . Dan mulai dari situ mereka mulai dekat . Meli yang kala itu juga jarang bergaul merasa senang dapat memiliki sahabat wanita tercantik dan populer di kampusnya .
" Apa yang anda rasakan nona ?" tanya meli mulai serius .
" Sedikit pusing dan mual " ucap Bella .
Meli yang masih memegang pergelangan tangan Bella tersenyum .
" Segera periksa ke dokter kandungan .Sepertinya saat ini anda sedang mengandung . Hanya memastikan saja lebih baik segera periksa ke dokter kandungan " ucap dokter meli .
__ADS_1
Barra yang mendengar itu masih belum sadar dengan apa yang dia dengar saat ini . Sedangkan Bella tersenyum haru begitu juga dengan mami maya yang sudah menyadari keanehan putrinya .
" Sayang kamu nggak suka?" tanya Bella sedikit sedih karena Barra masih duduk diam saja .
" Aku jadi daddy sayang ?" ucap Barra memastikan .
Bella lalu menganggukkan kepalanya perlahan .
" Oke kita periksa sekarang sayang . Aku mau melihat anak kita " ucap Barra antusias lalu menyiapkan baju untuk Bella .
Bella tersenyum senang , dia berpikir kalau suaminya tidak bahagia atas ke hamilannya .
" Aku mandi dulu sayang " ucap Bella .
" No sayang . Kamu sudah cantik " ucap Barra .
" Aku ingin segera melihat anakku sayang " ucap Barra .
" Sekalipun kamu ingin melihat anakmu itu juga masih berbentuk biji kacang polong " ucap Mami maya karena menantunya itu terlalu semangat .
" Nggak apa mi . Aku penasaran dengan hasil karyaku " ucap Barra
" Ya terserah kalian " ucap mami maya .
" Yuk mel kita turun. Dari pada ikut pusing " ucap Mami maya .
Setelah keluar kamar Bella , mami maya segera berjalan menuju kamarnya .
" Tante mau kemana?" tanya Meli karena di tinggal sendiri .
" Mau ikut lihat biji kacang " ucap Mami maya dengan sedikit teriak .
" Ya. Terserah kalian . Aku mau pulang saja " lirih Meli .
__ADS_1