Ceoku Mantanku Suamiku

Ceoku Mantanku Suamiku
BAB 107


__ADS_3

Acara syukuran atas kehadiran calon anggota baru telah selesai . Meskipun hanya makan malam ,tapi suasananya kini sangat bahagia . Kini yang tinggal hanya anak-anak muda saja . Sedangkan kedua orang tua Barra sudah lebih dulu pulang , karena akan ada perjalanan bisnis keluar kota . Barra kini sedikit di beri keringangan dalam pekerjaannya . Karena menurut Jordan Barra menderita sindrom simpatik yang biasa di alami orang-orang ketika sedang hamil di trisemester pertama . Barra yang merasakan ngidam juga mual , yang biasanya di alami oleh ibu hamil tapi justru suaminya lah yang merasakannya .


" Jo gue mau ngomong sama lo " ucap Barra


" Oke " ucap Jordan .


" Kenapa gue nggak di ajak ?" ucap Reno .


" Lo di ajak atau enggak juga ngikut " ucap Jordan .


Reno lalu berdiri dan mengikuti Barra dan Jordan .


" Sayang mau kemana ?" tanya Bella yang baru saja mau ikut gabung karena habis dari kamar mandi .


" Sebentar sayang , aku mau bicara dulu sama Jordan " ucap Barra lalu mencium bibir Bella sekilas tanpa peduli dengan para jomblo di belakangnya .


" Ishh " desis Bella karena Barra sudah menghilang dari hadapannya .


Bella lalu berjalan dan ikut bergabung bersama yang lain .


Dimas juga masih ada di sana , karena Bella tidak mengijinkan Dimas untuk pulang . Padahal dari tadi Dimas juga selalu di cueki oleh Bella . Tapi kenapa Dimas tidak boleh pulang . Dimas lebih memilih mengalah dia menyandarkan tubuhnya di kursinya . Mendengarkan para gadis yang sedang berbincang dan srlalu menanyakan hal yang menurutnya tidak penting .


" Kak Dimas kalau yang ini bagus tidak ?" ya itu pertanyaan entah yang ke berapa yang fi lontarkan oleh Bianca maupun Ayu . Kalau Ayu masih terlihat malu-malu , tapi Bianca pada dasarnya dia adalah gadis yang mudah dengan siapapun dan ramah . Tapi jika bukan orang terdekat juga dia tidak akan seperti itu .


" Aku lelah Bianca . Ini pertanyaan kalian yang ke berapa ? Bahkan jika di hitung dengan jati saja sudah tidak bisa . Sebenarnya kalian ini mau beli atau cuma lihat-lihat saja ?"ucap Dimas yang sudah tidak bisa menahan kekesalannya dari tadi .

__ADS_1


" Ya belilah . Kan aku cuma nanya , mana yang bagus . Gitu doang marah nanti cepat tua rasain " gerutu Bianca .


Dimas hanya menghela nafasnya kasar mendengar gerutuan Bianca .Dimas tidak menjawab ,malah kembali menyandarkan kepalanya .


" Lo gitu doang marah-marah kaya perawan lo " ucap Sisil menertawakan sahabatnya itu .


Dimas masih diam saja tidak menghiraukan Sisil , baginya menjawab para gadis itu hanya membuang waktunya saja .


" Kalian lagi ngapain ?" tanya Bella yang baru saja ikut bergabung .


" Ini lagi ada brand keluaran terbaru dari kremes " ucap Sisil seraya menunjukkan gambar di dalam majalah yang dia pegang .


Dengan semangat Bella menerimanya .


" Aku mau yang ini " ucap Bella dengan semangat . Padahal biasanya Bella tidak terlalu suka belanja jika tidak benar-benar butuh .


Bella mengangguk semangat .


" Bagus sih emang . Ada dua gue satu degh " ucap Sisil.


" Oke . Kita pesan sekarang " ucap Bella .


" Terserah lo " ucap Sisil .


Bianca yang juga menginginkan itu sudah kalah cepat lebih dulu dengan kakak iparnya .

__ADS_1


" Yah kakak , aku juga mau " ucap Bianca merengek kepada Bella .


" Kakak sedang hamil jadi no Bianca " ucap Bella .


Bianca hanya bisa mengalah karena yah memang benar kakaknya sedang hamil . Dia juga tidak ingin memiliki keponakan yang ileran .


Sementara di sebuah ruangan yang berbeda . Di ruang kerja Papi Edo , berkumpul lah sekawanan pria tampan . Mereka sedang membicarakan hal yang berbau kedewasaan .


" Jo , gue mau tanya sama lo " ucap Barra memulai pembicaraan .


" Apa ?" jawab Jordan .


" Kan bini gue lagi hamil . Apa gue boleh itu, em bobo bareng ? " tanya Barra ambigu .


" Ya bolehlah masa lo cuma gara-gara bini lo hamil , terus lo mau pisah ranjang gitu . Atau jangan-jangan , bini lo hamil lo udah nggak berselera lagi dan lo mau cari perempuan lain ? Ya ampun Bar lo ternyata brengsek juga ya" ucap Jordan panjang kali lebar kali tinggi .


" Lo tuh yang brengsek . Lo dokter bukan sih ?" tanya Barra kesal .


" Iya lah . Menurut lo " kesal Jordan .


" Kalian ini memang bod*h " kesal Reno yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan sahabatnya .


Reno lebih memilih menghisap rokok di balkon ruang kerja Papi Edo . Reno bukan pria perokok kecuali sedang merasa pusing karena sedang memikirkan sesuatu . Begitu juga dengan kedua pria yang membicarakan hal yang tidak nyambung itu . Yang satu apa dan yang satu lagi jawabnya apa ,ngalor ngidul .


Reno sedang memikirkan tentang dia dan Sisil . Padahal Reno sudah melakukan apapun untuk mendekati Sisil , tapi Sisil selalu saja memberi alasan . Apa kurang menarik ? Kurang baik ? Kurang tampan ? pikir Reno bergejolak sendiri dengan pikirannya .

__ADS_1


" Sepertinya gue mau balik ke Amsterdam , gue mau mengundurkan diri Bar . Sudah saatnya gue kembali dan membantu perusahaan bokap gue " ucap Reno tiba-tiba .


__ADS_2