
Tidak ada kata yang paling indah selain menjadi istri paling bahagia . Hal yang paling di idamkan oleh kebanyakan para istri . Mau ini , iya boleh . Mau itu , iya boleh . Tapi bukan itu saja yang bisa membuat istri bahagia melainkan perhatian kecil dan perlakuan kecil tapi terlihat berkesan di mata sang istri .
Bella . Adalah wanita paling beruntung karena memiliki seorang suami kaya raya sukses dan begitu penyayang terhadap keluarganya . Terlebih kepada anak dan istrinya .
Namun terlahir dari keluarga kaya juga tidak membuat seorang Barra sombong dan tinggi hati . Tapi semua yang dia miliki pasti tak jarang satu atau dua orang merasa iri dengan apa yang dia miliki . Hingga tak jarang ada begitu banyak yang mencoba untuk menjatuhkannya . Tapi Barra dengan begitu mudah bisa melihat mana orang yang tulus mendukung karirnya dan mana yang hanya ingin bermain-main dengannya .
Suara teriakan dan tawa terdengar di rumah besar itu . Membuat sang Oma dan Opa nya terhibur dengan adanya sang cucu .
" Opa . Kata Oma , Brian di minta meminta ikan Opa yang ada di kolam . Satu saja opa , buat lauk kata Oma tidak ada lauk . nenek mbok lagi belanja belum pulang . Soalnya Brian sudah lapar " ucap Brian kepada sang Opa yang sedang duduk di tepi kolam .
Terdengar helaan nafas dari sang opa . Bagaimana bisa sang istri meminta sang cucu untuk meminta ikan milyaran itu untuk di jadi kan santapan .
" Baiklah . Brian mau yang mana ?" tanya sang opa dengan tersenyum meskipun dalam hati menjerit dan menangis .
" Aku mau yang itu aja opa " ucap Brian menunjuk ikan kedukaan sang opa .
Kedua mata sang opa melotot tajam betapa shok nya , cucu kesayangannya meminta ikan paling mahal miliknya .
" Begini sayang . Cucu opa yang ganteng . Jangan yang itu ya . Itu ikan mahal . Nanti kalau di jual bisa buat beli mainan banyak . Nanti ikan itu kita jual aja ya . Buat beli mainan " ucap sang Opa memberi solusi .
" Setuju . Kalau gitu ikannya Opa saja yang pilih nanti kasih oma ya opa " ucap Brian lalu mendatangi sang oma .
Bianca yang melihat si sang ayah dengan wajah lesu mencoba mendekat . Dan mendengar cerita dari sang ayah sebenarnya merasa iba . Tapi karena keponakan nya yang meminta dan merupakan cucu yang begitu di sayangi . Tidak terkejut jika sang ayah memberikan ikan itu untuk jadi sarapan sang cucu .
" Hay boy . Mau sarapan ikan mahal ya ?" tanya Bianca menghampiri keponakannya .
" Ikan mahal ? Bukan aku , aku mau makan ikan milik opa yang di kolam aja " jawab polos Brian ...
" Iya iya . Terserah kamu . Cucu sultan " ucap Bianca .
" Aku bukan cucu sultan . Aku cucu Opa Arga dan Opa Edo . Sama Oma Hanna dan Oma maya " jelas Brian .
" Ya ya ya . Kamu selalu benar " ucap Bianca mengalah .
" Ini ikan kamu boy " sang opa memperlihatkan ikan tangkapannya kepada sang cucu .
" Lain kali jangan seperri itu . Ini kalau di uangkan jadi banyak " lirih ayah Arga kepada Bunda Hanna.
" Kasian cucumu sudah lapar . Tapi tidak ada makanan " ucap Bunda Hanna tanpa rasa bersalah .
" Ya terserah kamu " ucap Ayah Arga mengalah . Lalu meninggalkan sang istri yang sedang memasakkan ikan untuk makan cucunya .
__ADS_1
Ayah Arga berjalan menuju meja makan dimana sang cucu duduk dengan anteng bersama Bianca yang terus mengajaknya mengobrol atau hanya sekedar menggoda keponakannya saja .
" Kamu nggak keluar ?" tanya sang ayah kepada anak perempuannya itu .
" Enggak . Aku juga mau ikut makan ikan mahal . Kapan lagi kalau nggak sekarang " jawab Bianca yang justru membuat sang ayah kesal . Tapi melihat cucunya ya sudahlah apa daya .
Selang beberapa menit makanan sudah tersaji di atas meja .
" Sudah siap " ucap Bunda lalu menyiapkan makan untuk sang cucu .
" Hlo Ayah sama Bianca mau makan juga ?" tanya Bunda Hanna .
" Iya . Mau makan ikan mahal "
Jawab anak dan ayah itu bersamaan lalu tergelak bersamaan .
' Kalian ini " ucap Bunda .
" Ayo sayang makan dulu ..Aaaaa " Bunda menyuapi sang cucu .
" No Oma . Aku sudah besar , aku mau makan sendiri . Nanti kalau adik aku lihat aku malu kalau masih di suapi " ucap Brian lalu mengambil makanannya sendiri untuk dia makan .
" Baiklah . Makanlah yang banyak sayang . Nanti kalau habis di kolam masih ada banyak ikannya " ucap Bunda seraya melirik suaminya yang sedang makan .
" hati-hati dong yah . Nggak ada yang minta juga " ucap Bunda lalu memberi air putih kepada suaminya .
Barra dan Bella mendengar suara gaduh di meja makan . Mereka memilih untuk melihatnya .
" Wah tumben sore gini sudah makan " ucap Barra yang mekihat adik dan Ayahnya makan .
" Ikan apa itu sepertinya enak ?" tanya Bella lalu duduk di samping Bunda Hanna ..
" Ini ikan mahal kak . Kakak harus mencoba " ucap Bianca melirik sang ayah .
Ayah Arga sudah panik sendiri melihat menantu dan cucunya terlihat begitu menikmati ikan mahalnya .
" Ikan mahal ?" tanya Barra memincingkan matanya .
" Iya ini ikan ayah . Anak kakak lapar , bibi lagi belanja .. Tidak ada yang di masak ya udah masak ikan ayah " ucap Bianca dengan tersenyum mengejek ke arah ayahnya yang mulai pucat takut jika nanti ikannya akan di ambil lagi .
" Wah enak sekali . Aku juga mau " ucap Bella .
__ADS_1
Dan lagi itu membuat ayah Arga tersedak untuk kedua kalinya . Padahal kali ini dia tidak makan ataupun minum .
" Uhuk uhuk uhuk "
" Ayah ini kenapa sih " ucap Bunda yang sebenarnya tahu ke gundahan suaminya .
" Ayah takut kalau ikannya di ambil lagi " celetuk Bianca yang mengundang gelak tawa orang yang sedang di meja makan .
" Brian juga suka . Enak ya mom . Besok kita minta ikan Opa lagi " ucap Brian lalu membuat semua yang ada di sana terdiam membisu apalagi sang opa .
Apa ? Lagi ? Besok ? .pikir Ayah Arga .
" Iya boleh . Kamu mau makan setiap hari juga boleh kok " ucap Bunda Hanna .
" Yey .. Terima kasih Oma .Opa " teriak Brian dengan senang .
" Sepertinya ayah harus minum obat . Kepala ayah sedikit pusing " padahal dia tidak apa-apa . Hanay bercanda .
" Hahahahha " gelak tawa kembali terdengar tapi hanya Bella yang dari tadi terlihat sedikit diam .
" Sayang tapi aku beneran mau ikan ini lagi " lirih Bella .
Mereka menelan ludahnya kasar .
Bella sedang hamil jadi harus di turuti .Begitulah pikir Barra . Karena ada yang bilang kepadanya kalau nyidam tidak keturutan nanti anakmu akan ileran .
" Baiklah nanti aku akan beli " ucap Barra .
" Sepertinya teman ku jual ikan ini " ucap Barra lalu meraih ponselnya .
" Tapi aku mau yang di kolam Ayah " lirih Bella lalu menunduk
*
*
*
****
jangan lupa tinggal kan jejak ya bestie ..
__ADS_1
like komen subkrep .
vote juga dong