
Keluarga Alexander tengah bersiap menuju kediaman Darmawan . Dengan rangkaian drama di kediaman Barra , sang Bunda yang juga turut membujuk sang suami untuk melamar putri dari sahabatnya itu . Bunda yang mendengar penuturan Barra yang akan melamar kekasihnya itu , yang tak lain anak dari sahabatnya sendiri merasa senang . Karena dari awal melihat Bella , Bunda Hanna langsung menyukainya . Tidak hanya cantik tapi juga pandai memasak menyayangi kedua orang tuanya , tentunya sangat sopan .
" Wah mau kemana ini ?" tanya Bianca yang baru saja pulang sedari luar negeri karena ada bisnis di sana .
" Kamu sudah pulang sayang . Mandilah lalu istirahat " ucap sang Bunda sembari merapikan baju yang di kenakan nya . Memastikan sudah rapi atau belum .
" Bunda jawab dulu mau kemana ? Kelihatannya seneng banget , ceria gitu " goda Bianca
" Abis dapet arisan ya ? atau dapat hadiah pulau dari ayah , tas keluaran terbaru kemaren " goda Bianca
" Bukan . Bunda mau lamar calon mantu Bunda . Anaknya cantik , baik lagi . Tapi sayangnya sekarang tidak ada di sini " wajah Bunda Hanna berubah menjadi sendu mengingat Bella yang pergi meninggalkan Barra.
" Wahh ,, ternyata abang sudah besar " ucap Bianca seakan takjub .
" Apa lo . Sudah sana masuk kamar bobo " sahut Barra yang tiba tiba datang .
" Dih apaan sih . Ya udah Bun , chacha ke kamar dulu capek . Gegara ulah seseorang yang lagi putus cinta , jadi chacha yang kena " gerutu Bianca yang harus menghandle pekerjaan Barra yang di luar negeri , kalau Reno mengurus yang di sini .
" Sudah kalian ini ribut terus . Sana mandi " potong Bunda Hanna yang gemas dengan anak anaknya yang selalu ribut padahal sudah dewasa .
" Ayo jadi atau tidak ? " kini Ayah Arga yang bertanya .
" Jadi dong ayok " ajak Bunda Hanna
Hari ini adalah hari yang ditunggu oleh Barra , meskipun Bella tidak ada di tempat yang sama dengannya . Barra sudah mencari keberadaan Bella di setiap bandara jika ada yang bernama Bella melakukan perjalanan menggunakan pesawat . Tidak hanya Bandara Barra juga selalu mengecek di setiap stasiun , tapi hasilnya nihil.
Tapi Barra tidak putus asa apalagi sekarang dirinya akan melamar Bella , ya walaupun yang di lamar entah dimana . Barra merasa lega karena bisa membuktikan kepada kedua orang tua Bella , jika dia benar benar serius dengan anaknya .
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit , mobil yang di tumpangi Barra telah sampai di kediaman Darmawan. Tangan Barra dingin jarena gugup , padahal jika biasanya dia akan biasa saja . Mungkin bahkan menghadapi tender besar yang berisi nilai fantastis dia tidak akan merasakan hal seperti ini
" Jamu gugup ? " tanya Bunda Hanna yang melihat anaknya terlihat tegang
" Kamu ini malu maluin Ayah saja. Kamu ini bos besar sudah banyak menghadapi orang penting , kok sekarang malah mletre gitu " cibir sang Ayah
" Ayah dulu waktu nglamar Bunda emang gak gugup ? Ayah kalau gak gugup gak cinta sama Bunda "cibir balik Barra
" Apa begitu yah ? " tanya Bunda Hanna penasaran .
" Dasar anak nakal " Umpat Ayah Arga kesal kepada anaknya itu .
__ADS_1
" Ayo masuk , malah ngobrol disini. Pasti sudah di tunggu sama Tuan rumahnya . Dan asal Bunda tahu , Ayah itu selalu cinta dan juga sayang sama Bubda " tambah Ayah Arga
Bunda Hanna hanya menjawab dengan memanyunkan bibirnya . Merasa senang juga meskipun sudah berumur suaminya itu masih bisa romantis . Beda jika di luar sana akan terlihat dingin tak ramah . Sama seperti Barra .
Ting tong ting tong
Suara bunyi bel . Anggap saja seperti itu.
Cklek
" Tuan Barra , Owh sama ibu dan juga bapak. Mari silahkan Tuan , Ibu " ucap mbok sum ramah.
" Terima kasih bi " jawab Bunda dengan senyuman.
" Iya bu . Saya panggilkan Tuan dan nyonya dulu , mari silahkan duduk bu ,pak dan juga den Barra . Yang tambah kasep pisan euy " puji mbok sum yang sudah biasa bercanda dengan Barra.
" Bibi juga cantik " balas Barra , yang mendapat pukulan dari Bunda Hanna . Yang tak habis pikir bagaimana mungkin anaknya ini menggoda orang tua .
" Bunda gak usah cemburu sampai pukul pukul gitu . Asal Bunda tahu ,Bunda paling cantik " gombal Barra
" Dasar anak nakal "
" Maaf menunggu lama ya " sapa Mami Maya lalu mencium pika piri Bunda Hanna .
" Enggak kok kami juga baru sampai " jawab Bunda Hanna
" Gak tahunya Barra itu anak kamu ya Han . Padahal dulu mereka juga pernah pacaran lama terus putus , eh tahunya baru sekarang kalau Barra anak kamu " ucap Mami Maya
" Iya , aku juga baru tahu waktu kita ketemu di arisan saat Bella kamu ajak " kata Bunda
" Kalau itu wanita yang kamu ajak itu kemana ? " tanya Mami Maya , yang di maksud itu Anes ya .
" Oh . Dia sudah kembali ke Amerika " jawab Bunda Hanna.
Mami Maya hanya menjawab dengan anggukan .
" Bella belum pulang ya may ?" tanya Bunda Hanna sambil melihat di sekitar ruangan
" Belum " jaeab Mami Maya singkat yang tambah membuat Barra penasaran.
__ADS_1
" Kita lamar orang , tapi yang di lamar gak ada " ucap Bunda Hanna tersenyum lucu
" Maaf ya , mungkin setelah ini dia pulang " ucap Mami Maya dengan senyum
" Jadi langsung saja Tuan Darma kami ke sini untuk melamar putri anda , mungkin terdengar tergesa gesa di karenakan putri anda sedang tidak ada di sini . Tapi apa boleh buat , anak saya ini mungkin sudah kebelet kawin " ucap Ayah Arga
" Baik Tuan Alexander , saya sebagai orang tua tidak bisa menjawab . Jika ingin jawaban jelasnya bisa nanti kita tanyakan kepada anaknya sendiri " jawab Papi Edo
" Maaf om , kalau boleh tahu Bella kemana ya ? "tanya Barra
" Apa kamu beneran serius dengan putri saya ? Saya tidak ingin anak saya tersakiti lagi . Saya butuh laki laki yang bertanggung jawab kepada anak saya untuk kedepannya . Kamu tahu dia anak saya satu satunya " ucap Papi Edo
" Sangat serius om . Saya mengajak kedua orang tua saya ke sini untuk bertemu dengan om karena saya sangat tulus dengan putri Om . Terlepas dari kejadian kejadian yang baru saja terjadi saya mohon maaf " ucap Barra tegas dan tulus
" Baiklah . Dia sekarang sedang di Jogja di rumah neneknya " jawab Papi Edo
" Astaga ! Cuma di jogja Om ???" tanya Barra tak habis pikir ternyata hanya sedekat itu .
" Iya memangnya kenapa ? Kamu tidak bisa menemukannya ? " ejek Papi Edo
" Dasar laki laki bodoh " kesal Ayah Arga
" Maaf Om tante , saya permisi terlebih dahulu . Bun, yah " ucap Barra lalu berdiri dari duduknya setelah berpamitan
" Mau kemana kamu ini ? "tanya Bunda
" Ya pasti ketemu Bella , memangnya mau kemana lagi " jawab Ayah Arga
Tak berapa lama kembali masuk kedalam lagi .
" Tidak jadi ? " tanya Bunda.
Barra yang di tanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Maaf om . Apa saya boleh minta alamat tempat tinggal nenek Bella ? " tanya Barra dengan kikuk merasa malu sudah terburu buru keluar padahal belum tahu di mana alamatnya .
" Di jln xxx" jawab Papi Edo
Setelah mendapat jawaban Barra kembali meninggalkan kediaman Darmawan .Barra juga tak lupa menghubungi Reno untuk memesankan tiket pesawat untuknya saat ini juga .
__ADS_1